Keberhasilan Naraajie Emerald Ramadhan Putra menjuarai ajang Asian Development Tour menginspirasi Kevin Caesario Akbar untuk mengkuti jejak sahabatnya itu.

Kevin Caesario Akbar siap untuk mengikuti jejak Naraajie Emerald Ramadhan Putra, yang meraih sukses pada ajang Asian Development Tour (ATD). Sebagai salah satu atlet Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), kembalinya BNI Ciputra Golfpreneur Tournament ke jadwal ADT pada musim ini menjadi dorongan ekstra untuk tampil sebaik mungkin.

Bersama Naraajie, Kevin telah berkali-kali mengikuti turnamen yang sama, baik di level junior dan amatir. Keduanya membela Merah Putih dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games, sampai ajang sekaliber Asia-Pacific Amateur Championship.

”Naraaji memang orangnya serius dan pekerja keras, jarang ada orang seperti itu. Dia bisa latihan sendirian seharian, berminggu-minggu, berbulan-bulan dan mungkin itu yang membedakan Naraajie dengan pemain lain,” tutur Kevin. ”Kami juga cukup dekat, sering melakukan perjalanan bersama waktu masih amatir. Jadi, ketika melihat teman dekat saya bisa berhasil, saya berpikir bahwa saya juga bisa seperti dia.”

Bagi Kevin, penyelenggaaan BNI Ciputra Golfpreneur Tournament ini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menghormati jasa-jasa almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra.

”Almarhum Pak Ciputra sangat berjasa dalam perkembangan golf saya. Saya sering ikut Ciputra Golfpreneur Junior World Championship, baik ketika diadakan di Damai Indah Golf PIK Course maupun BSD Course. Saya juga mendapat kesempatan untuk mengikuti BNI Ciputra Golfpreneur Tournament walaupun waktu itu saya masih amatir. Oleh karena itulah saya pasti akan melakukan yang terbaik pada ajang ini,” ujar Kevin.

”Almarhum Pak Ciputra sangat berjasa dalam perkembangan golf saya. … Oleh karena itulah saya pasti akan melakukan yang terbaik pada ajang ini.”

Kevin merupakan salah satu atlet CGF yang sudah mengikuti BNI Ciputra Golfpreneur Tournament ini sejak ajang ini diselenggarakan pertama kalinya tahun 2014. Turun sebagai pemain amatir, kala itu ia berhasil finis di posisi 51 setelah membukukan skor totala 297.

Dua tahun kemudian, ia menorehkan prestasi terbaiknya pada ajang ini ketika menorehkan skor 71, 67, 70, dan 73 untuk finis di posisi T26, juga sebagai pemain amatir.

Sempat absen dari turnamen ini pada edisi 2017 dan 2018, Kevin kembali mengikuti turnamen ini dan berhasil finis di peringkat T48, kali ini sebagai pegolf profesional. Pada penyelenggaraan terakhir menjelang pandemi COVID-19 itu, Kevin mencatatkan skor 72, 71, 74, dan 68.

Sebagai salah satu atlet CGF, Kevin jelas mendapat kesempatan untuk lebih mengenali lapangan di Damai Indah Golf BSD Course lantaran ia bisa berlatih setiap hari di sana. Ia turut membagikan sedikit rencana permainannya untuk bisa tampil maksimal ketika turnamen ini digelar pada 24-27 Agustus 2022 nanti.

”Hole-hole di par 5 akan saya manfaatkan untuk mengamankan birdie. Memang ada beberapa par 5 yang sulit, yang green-nya tidak bisa dijangkau dalam dua pukulan, tapi birdie masih bisa didapat dengan chipping dari sekitar green. Ada juga par 4 yang pendek, yaitu di hole 6 yang bisa memberi birdie, tergantung posisi pinnya,” jelasnya.

”Pola pikir saya untuk setiap hole selalu sama. Sejak pukulan pertama dari tee off sampai pukulan terakhir saat putting, semua harus diperlakukan sama.”

”Sebelumnya, saya memakai 2-iron dengan loft 18°, tapi sekarang saya akan menggunakan hybrid dengan loft yang sama.”

Menyinggung persiapannya untuk Mandiri Indonesia Open, yang dimulai Kamis (4/8) mendatang, ia mengaku telah melakukan sejumlah penyesuaian, baik dalam hal strategi permainan maupun perangkat yang akan ia mainkan.

”Agak mengejutkan juga ketika tahu bahwa kondisi lapangan kali ini tidak seperti Pondok Indah Golf Course biasanya. Lapangannya agak lebih keras. Fairwag agak keras sehingga bola bisa bergulir jauh. Biasanya karakter fairway di sana persis seperti di Royale Jakarta yang agak empuk. Green-nya juga licin sehingga ada penyesuaian pada rencana permainannya,” tutur pegolf yang sempat berkiprah pada Philippines Tour ini.

”Ada beberapa hole yang justru jadi merugikan dengan guliran yang lebih jauh, tapi ada beberapa hole yang menguntungkan, seperti hole 14 par 5. Dengan guliran ekstra, saya bisa mencapai green dalam dua pukulan.

”Saya juga sudah mendapatkan perangkat golf yang baru sekitar tiga minggu sebelum turnamen ADT pertama di Indonesia. Lalu ketika finis T28 (pada ajang Indo Masters Invitational presented by TNE), saya juga sudah menggunakan perangkat yang sekarang, paling sekarang saya akan membawa hybrid.

”Sebelumnya, saya memakai 2-iron dengan loft 18°, tapi sekarang saya akan menggunakan hybrid dengan loft yang sama. Hybrid akan dibutuhkan untuk bermain di Pondok Indah pekan ini karena ada beberapa hole yang kalau menggunakan 3-wood malah pukulannya akan melampaui target, sementara kalau dengan iron malah jadi tidak sampai. Jadi, saya akan memainkan hybrid.”