Kim Siwoo ingin kembali ke lingkaran para jawara lewat gelaran Sony Open in Hawaii pekan ini.

Kim Siwoo sangat berhasrat untuk bisa kembali menikmati kemenangan pada tahun 2023 ini. Pernikahannya dengan pegolf KLPGA Tour Oh Jihyun belum lama ini ia yakini akan membantunya kembali ke jalur yang ia harapkan itu.

Tahun lalu pemegang tiga gelar PGA TOUR ini memang tak menikmati satu kemenangan pun. Meski ikut menjadi salah satu pemain bintang bagi Tim Internasional, bersama Tom Kim, pada Presidents Cup dan mempersembahkan tiga poin, absennya trofi dari tangannya jelas menjadi sesuatu yang mengusik.

Bulan lalu, Kim melangsungkan pernikahannya di Seoul. Babak baru dalam hidupnya ini ia yakini bisa membantunya kembali menikmati kemenangan, terutama dengan dukungan sang istri. ”Saya tidak menikmati kemenangan musim lalu setelah terakhir menjuarai The American Express 2021. Mengingat ini masih tahun baru, saya ingin menang, dan kalau punya kesempatan lebih awal, seperti tahun 2021 itu, saya berharap bisa meraih lebih dari satu gelar tahun ini,” tuturnya.

Penampilannya di Waialae Country Club, di Honolulu pekan ini merupakan penampilan keenam dalam kariernya. Tahun 2016 ia sempat finis sendirian di peringkat ke-4. Itulah prestasi terbaiknya pada ajang ini.

”Saya menikahi orang yang paling saya cintai dan pedulikan, dan saya harap pernikahan itu membuat saya lebih bertanggung jawab.” — Kim Siwoo.

Kim mengaku tak pernah segugup seperti yang ia alami pada hari pernikahannya itu. ”Saya sangat khawatir selama persiapan untuk pernikahan dan juga pada hari pernikahan. Saya bahkan lebih gugup menghadapinya ketimbang ketika mengikuti kompetisi,” ungkapnya.

”Pernikahan itu menjadi satu-satunya pernikahan dalam hidup saya, jadi saya merasa agak lebih gugup dan gugup supaya tidak melakukan satu kesalahan pun. Saya menikahi orang yang paling saya cintai dan pedulikan, dan saya harap pernikahan itu membuat saya lebih bertanggung jawab.”

Mengingat Oh yang juga bertanding di kancah golf profesional, Kim merasa pengalaman bertanding sang istri dalam menghadapi tekanan akan membantunya.

”Saya pikir kami tak banyak mengobrol soal golf. Mengingat kami selalu berfokus pada golf ketika bertanding, kami jadi ingin fokus pada diri sendiri. Namun, kami bisa memahami satu dengan yang lain dengan mengetahui bagian mana dari stres dan tekanan, dan di bagian mana kami bisa saling menghormati. Saya pikir hal ini membuat nyaman karena kami saling memahami ketika berurusan tentang golf,” ujarnya.