Tom Kim siap berduel memperebutkan gelar juara Genesis Scottish Open dengan Rory McIlroy.

Par dari jarak 3 meter di hole terakhir memastikan Tom Kim bermain tanpa bogey dan menorehkan skor 3-under 67, sekaligus menempel sang pimpinan klasemen Rory McIlroy pada ajang Genesis Scottish Open. Pegolf berusia 21 tahun ini pun meluapkan emosinya dengan meninju ke udara setelah upayanya menghindari bogey berhasil ia lakukan. Dengan McIlroy juga menorehkan skor yang sama, keduanya tetap terpaut satu stroke dengan skor total 13-under.

”Bisa meninggalkan green dengan par bakal membuat makan siang saya terasa lebih nikmat,” ujar Kim. ”Par ini sangat berarti, pastinya, dengan momentum dan semuanya. Saya pun ada di posisi yang bagus dengan peluang (menang) besok. Memang saya banyak berada dalam situasi sulit, tapi sudah jelas dengan angin dan semuanya, saya hanya harus yakin dan itulah yang saya lakukan. Cukup beruntung bisa mendapat putaran tanpa bogey.”

Kim melanjutkan menikmati bermain golf di negara asal olahraga ini setelah tahun lalu finis di tempat ketiga pada ajang kolaborasi PGA TOUR dan DP World Tour ini. Prestasinya kala itu kemudian berlanjut dengan dua kemenangan PGA TOUR pada tahun 2022. Dan pekan ini ia terus menunjukkan kemampuannya yang telah berkembang di lapangan links, meskipun kini ia harus bersaing dengan McIlroy yang merupakan pegolf No.3 Dunia dan juara FedExCup 2022.

Pegolf Irlandia Utara itu mengemas lima birdie dengan dua bogey sehingga menambah catatan keberhasilannya berada di posisi teratas atau berbagi peringkat teratas dalam 54 hole sebuah ajang PGA TOUR sebanyak 19 kali.

”Sekali lagi putaran yang sangat bagus. Sangat solid,” tutur McIlroy, yang sebelumnya telah sukses memenangkan 10 dari 18 turnamen ketika ia memimpin pada akhir putaran ketiga. ”Rasanya saya menyia-nyiakan beberapa kesempatan birdie dalam dua hari terakhir, tapi pada saat yang sama, setidaknya dalam beberapa hole terakhir, kondisinya cukup susah. Tak sabar untuk bisa berada di grup terakhir besok dan melihat bagaimana permainan saya di bawah tekanan.”

 

 

Sementara itu, pegolf Inggris Tommy Fleetwood mencatatkan skor terbaik pada hari ketiga dengna 7-under 63. Meski telah menikmati enam gelar DP World Tour, Fleetwood sama sekali belum memenangkan ajang PGA TOUR. Namun, kini ia juga menjadi salah satu pemain yang berpeluang meraih kemenangan. Ia berbagi tempat ketiga dengan Brian Harman (67).

Adapun rekan senegara Kim, An Byeonghun, yang sempat memimpin hari pertama dengan skor 61, harus kembali berjibaku untuk bisa mencatatkan skor 69. Kini ia berada di posisi T5 dengan skor total 10-under. Sementara pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler sukses mencatatkan tiga birdie di lima hole terakhirnya untuk skor 67.

Dengan angin yang berembus sepanjang hari, Kim hanya bisa memukul bolanya ke lima fairway dan mesti mengandalkan permainan iron-nya untuk terus menempel McIlroy. Ia mendapatkan birdie di hole 3, 6, dan 10 dari jarak kurang dari 2,5 meter.

”Yang paling saya ingat ialah bahwa perjuangan hari ini sangatlah berat. Itulah yang paling berarti buat saya. Rasanya putt (di hole 19) itu menjadi penghias utamanya karena saya berjuang sangat keras hanya untuk bisa memaksimalkan permainan,” jelas Kim.

”Akhir pekan yang cukup berat buat saya. Pukulan tee saya rasanya tidak benar-benar ada di tempat yang tepat, namun mungkin itulah upaya terbaik yang bisa saya lakukan. Saya bertahan dan mesti melakukan banyak pukulan yang sulit, tapi masih bisa melakukan up-and-down untuk setidaknya memberi peluang bagus untuk besok.”

 

Rory McIlroy, Round 3 Genesis Scottish Open 2023.
Skor 67 pada putaran ketiga membantu Rory McIlroy mempertahankan posisi teratas pada Genesis Scottish Open. Foto: Getty Images.

 

Panitia turnamen memutuskan untuk memajukan jadwal putaran final. Grup terakhir rencananya akan bermain pukul 08:57 waktu setempat lantaran perkiraan angin akan berembus kencang. ”Tentunya tahun lalu sudah cukup berat akibat angin. Rasanya ketika angin berembus, Anda mesti benar-benar bersabar dan secara mental tetap kua,” tutur Kim lagi.

Lain Kim, lain pula An. Pegolf berusia 31 tahun ini mengemas tiga birdie dengan dua bogey untuk tetap mempertahankan peluangnya memenangkan gelar PGA TOUR. Ia akan memulai putaran final dengan terpaut tiga stroke di belakang McIlroy.

”Saya tidak memainkan permainan terbaik saya dalam dua hari terakhir, dan meski begitu saya masih terpaut dua atau tiga stroke. Semoga semuanya bisa nge-klik seperti hari pertama. Saya mengalami kesulitan dengan pukulan tee dan pukulan kedua. Namun, saya masih bertahan dan bermain lebih baik di sembilan hole terakhir,” ujar An, yang memenangkan ajang BMW PGA Championship 2015 sebagai satu-satunya gelar DP World Tour yang ia menangkan.

Selain mengejar kemenangan, An juga berada dalam posisi yang ideal untuk meraih satu dari tiga tiket yang tersedia untuk mengikuti The Open Championship di Royal Liverpool pekan depan.

”Kalau bisa ikut (The Open) tentunya luar biasa, tapi kalaupun tidak saya bisa pulang dan bertemua keluarga saya. Saya tidak melihat sisi buruknya sama sekali. Setidaknya, saya bisa pulang, persis untuk menonton The Open. Saya pikir The Open akan sedikit lebih bagus (kali ini). Namun, ini golf, Anda tidak akan pernah tahu (bagaimana hasilnya). Saya akan berusaha semaksimal mungkin besok dan melihat bagaimana hasilnya.”