Kiradech Aphibarnrat menampilkan permainan solid di tengah kondisi brutal pada putaran pertama Butterfield Bermuda Championship.

Bermain dalam kondisi yang berangin jelas bukan menjadi favorit bagi kebanyakan pemain. Kondisi demikian kerap menjadi latar pada penyelenggaraan Butterfield Bermuda Championship. Namun, pada putaran pertama kemarin, bintang golf Thailand, yang juga menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara pada panggung PGA TOUR, Kiradech Aphibarnrat menikmati keberuntungan dan berhasil mengawali ajang ini dengna skor 4-under 67. Hasil tersebut membawanya terpaut dua stroke dari posisi teratas.

Selepas jeda tiga pekan, pegolf berusia 32 tahun ini memulai putaran pertamanya pada sesi sore dan harus mencatatkan dua bogey berturut-turut di hole 11 dan 12. Meski demikian, ia berhasil bangkit dengan menorehkan enam birdie, termasuk di ketiga hole par 5 di Port Royal Golf Course.

Brandon Hagy dan Chad Ramey berbagi posisi teratas setelah sama-sama menorehkan skor 65 pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$6,5 juta, plus 500 poin FedExCup bagi sang pemenang.

Angin kencang berembus pada kecepatan 20-25 mil per jam, dengan embusan bisa mencapai 35 mil per jam, membuat permainan pada sesi pagi sangat sulit. Permainan sempat dihentikan selama 15 menit lantaran hujan dan angin. Sebanyak 13 pemain bahkan harus menuntaskan putaran pertama mereka pada hari berikutnya.

”Saya pikir akan ada momen ketika Anda mendapatkan embusan kencang dan bola tidak akan masuk, tapi Anda harus tetap fokus dan berusaha melakukan pukulan-pukulan yang bagus.” — Brandon Hagy.

Skor 67 menjadi skor pembuka terendah yang pernah dibukukan Kiradech dalam musim 2021-2022 setelah dua kali gagal lolos cut. Kembalinya ia ke pulau yang terkenal sebagai destinasi liburan ini membangkitkan kenangan manis bagi pemegang empat gelar European Tour ini. Di tempat yang sama inilah ia mencapai finis T11, yang sekaligus menjadi hasil terbaiknya, pada musim lalu.

Di bawah kondisi yang sangat mengujinya ini, pegolf Thailand itu harus berjibaku dengan baik setelah hanya memenuhi sembilan green in regulation. Toh ia sukses melakukan up-and-down di 5 dari 6 bunker untuk menempatkan dirinya di posisi bersaing.

Wakil Asia lain yang ikut bersaing pekan ini harus menuai beragam hasil. Veteran asal India, Arjun Atwal, menorehkan skor 70 pada sesi sore berkat empat birdie dan tiga bogey. Ajang ini menjadi ajang PGA TOUR pertamanya sejak bulan Juli 2021 lalu pada ajang Barbasol Championship. Adapun pemegang dua gelar PGA TOUR Bae Sangmoon harus puas dengan skor 71, sementara pegolf India lainnya, Anirban Lahiri harus puas dengan skor 75.

Hagy, yang berusia 30 tahun, dan Ramy, yang berusia 29 tahun, kini menempati posisi teratas dalam upaya mereka meraih gelar PGA TOUR perdananya. Hagy sadar bahwa permainannya pada sore kemarin bakal membuatnya harus berjibaku setelah melihat skor pda sesi pagi dengan hanya segelintir permain yang sanggup bermain under.

”Saya pikir kondisinya agak mereda sedikit bagi kami, tapi masih cukup berat,” tutur Hagy. ”Namun, saya melakukan banyak putt yang bagus dan banyak pula yang masuk. Saya pikir akan ada momen ketika Anda mendapatkan embusan kencang dan bola tidak akan masuk, tapi Anda harus tetap fokus dan berusaha melakukan pukulan-pukulan yang bagus.”