Pegolf Amerika Serikat Kurt Kitayama dan pegolf Spanyol Sergio Garcia sama-sama bermain dengan skor 5-under 66 pada putaran pertama untuk memimpin pada ajang SMBC Singapore Open kemarin (18/1).
Pemenang Major Sergio Garcia butuh beberapa waktu untuk menampilkan permainan terbaiknya pada ajang pembuka musim 2017 Asian Tour ini. Juara The Masters 2017 tersebut bermain dari hole 10 dan harus puas bermain par sampai mendapat bogey di hole 15. Namun, birdie dan eagle di dua hole terakhir sembilan hole pertama berhasil mengembalikan irama permainannya. Ia kemudian memasukkan tiga birdie lagi sebelum menuntaskan putaran pertamanya.
”Saya sudah main 1-over setelah tujuh hole, walaupun saya tak merasa bermain jelek. Tapi saya sukses melakukan dua pukulan 6-iron yang bagus secara berturut-turut di hole 17 dan 18, di mana saya mendapat eagle. Hasil tersebut sedikit menenangkan dan saya bisa bermain solid di sembilan hole terakhir,” tutur Garcia.
Garcia baru saja mengikat kontrak dengan Callaway pada awal tahun ini. Sebagian bisa mengira permainan di sembilan hole pertamanya menjadi semacam adaptasi dengan lapangan dan perangkatnya. Meski demikian, Garcia menegaskan dirinya sangat percaya diri.
”Saya merasa amat nyaman dengan perangkat yang saya gunakan. Driver-nya terasa hebat dan bolanya juga luar biasa. Ini cuma masalah meyakini dan bersikap positif,” tegasnya.
Sementara itu, Katayama melanjutkan performa bagusnya sejak finis T3 pada Final Stage Q-School Asian Tour untuk meraih kartu Tour-nya. Ia meraih hak bermain pekan ini setelah memenangkan turnamen kualifikasi.
Kitayama melakoni debutnya bermain di Sentosa Golf Club Serapong Course. Meskipun secara fisik mulai lelah, semangatnya melambung berkat permainan gemilang pada putaran pertama kemarin. Ia bermain dengan enam birdie dan hanya satu bogey.
”Saya mulai dengan birdie dan mulai bermain lepas sejak itu. Saya melakukan beberapa pukulan tee yang bagus, yang menurut saya merupakan hal terpenting di lapangan ini,” ujar Kitayama. ”Ketimbang Tanjong Course, lapangan ini lebih sempit. Ini lapangan yang bagus. Tapi lebih seulit dari tee dan green-nya luas.”
Kitayama mengaku tidak tahu kalau turnamen ini menjadi salah satu pintu untuk mengikuti The Open Championship.
”Sejujurnya, saya tak terlalu berfokus untuk itu. Tapi saya tahu kalau bisa finis di lima besar pekan ini, saya bisa main di Myanmar pekan depan,” ujarnya.
Sementara itu, dua pegolf terbaik Indonesia George Gandranata dan Danny Masrin mendapatkan hasil yang sangat berbeda. Sama-sama bermain dari hole pertama, Serapong Course yang panjang menjadi tantangan yang berat bagi George. Beberapa kali ia harus memainkan 5-iron atau hybrid di par 4. Catatan skornya pada putaran pertama kemarin jelas bukan sesuatu yang diharapkan, ia mencatatkan 7 bogey dengan 2 double bogey dan hanya bisa mendapatkan birdie di hole 16. Dengan skor 81, ia jelas harus berjuang keras untuk bisa memainkan putaran akhir pekan.
Sebaliknya dengan Danny Masrin. Meski mengawali putaran pertama kemarin dengan bogey, Danny bermain even par di sembilan hole pertamanya berkat tiga birdie di hole 3, 4, dan 9. Di sembilan hole terakhirnya, ia mencatatkan dua bogey dan dua birdie untuk skor even par 71.
Putaran pertama kemarin tidak dapat dituntaskan lantaran kondisi cuaca yang buruk. Sebanyak 78 pemain mesti menuntaskan putaran pertama mereka, yang dilanjutkan pukul 07:40 waktu Singapura.


