Combiphar dan Nomura berkolaborasi untuk menghadirkan ajang profesional-amatir pertama dan terbesar di Indonesia.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah golf di Indonesia sebuah turnamen yang memadukan para pegolf profesional dengan pegolf amatir akan bergulir di Indonesia. Ajang yang bertajuk The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura ini akan menawarkan total hadiah sebesar US$150.000, di mana US$125.000 akan diperebutkan di kalangan para pegolf profesional, sementara US$25.000 akan menjadi hadiah untuk kompetisi pro-am.
Selama ini kompetisi pro-am kerap dilakukan sebagai bagian dari penyelenggaraan sebuah turnamen, dilakukan sehari sebelum putaran pertama berlangsung. Akan tetapi, kolaborasi dari Combiphar dan Nomura ini menghadirkan pengalaman kompetisi itu sebagai turnamen tersendiri, yang dijadwalkan berlangsung di Gunung Geulis Golf & Country Club pada 16-18 Agustus 2023.
The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura ini menjadi bagian dari kalender Asian Development Tour, sekaligus menjadi pembuka rangkaian turnamen di Indonesia pada Tour batu loncatan ke Asian Tour itu.
”Kami bangga bisa menghadirkan turnamen The Indonesia Pro-Am Presented by Combiphar & Nomura. Ini merupakan turnamen yang pertama kali di Indonesia dengan menggabungkan antara kompetisi individual dan Pro-Am. Saya harapkan penambahan kategori pro-am ini bisa memberikan daya tarik dan keseruan turnamen profesional internasional ini,” sambut Ketua Asian Tour Jimmy Masrin.

Baik Combiphar, maupun Nomura telah menempatkan diri mereka sebagai salah satu pendukung olahraga golf selama bertahun-tahun di Indonesia.
Nomura telah terlibat dalam mendukung peningkatan kualitas kompetisi golf di Indonesia dari level amatir hingga kemudian beranjak ke level profesional. Perusahaan finansial yang berkantor pusat di Tokyo ini mulai terlibat menjadi sponsor untuk ajang Asian Development Tour lewat gelaran Gunung Geulis Golf Invitational supported by Nomura pada tahun 2019, yang kala itu dimenangkan oleh Naoki Sekito, dan kembali mendukung turnamen yang sama ketika kompetisi kembali bergulir pasca-pandemi 2022 lalu dengan Chonlatit Chuenboonngam yang keluar sebagai juara.
”Prinsip para Pendiri kami adalah berkontribusi kepada masyarakat. Inilah yang kami lakukan dalam mendukung The Indonesia Pro-Am Presented by Combiphar & Nomura. Kami yakin melalui penyelenggaraan turnamen Asian Development Tour ini, akan lahir para juara yang membawa atmosfer kompetisi Asian Development Tour ini ke arah yang lebih baik: kompetitif dan mampu bersaing dalam level yang lebih tinggi,” ujar Managing Director International Wealth Management Nomura Singapore Ltd. Yohei Akasaki.
Partisipasi Nomura untuk golf juga sebelumnya telah mereka tunjukkan di level profesional, di mana Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama termasuk atlet yang mendapat dukungan dari Nomura.

Sementara itu, Combiphar juga menjadikan golf sebagai salah satu kampanye mendorong pola hidup sehat bagi masyarakat di Indonesia sejak 2016. Kala itu partisipasi pertama mereka untuk golf profesional Indonesia dimulai dengan menggelar Combiphar Golf Invitational tahun 2016, yang terbukti ikut melambungkan karier pegolf Amerika John Catlin ke level Asian Tour dan kemudian DP World Tour.
Komitmen Combiphar berlanjut dengan meningkatkan hadiah uang yang diperebutkan. Dari US$60.000 pada edisi 2016, hadiah sebesar US$100.000 turut disuguhkan seiring dengan nama kompetisi baru, Combiphar Players Championship yang konsisten hadir dalam kalender Asian Development Tour mulai 2017 hingga 2022—minus 2020 dan 2021 akibat pandemi.
Setelah Catlin, empat pegolf internasional lainnya bergantian memenangkan turnamen ini. Setelah pegolf Venezuela Wolmer Murillo menjuarai edisi 2018 dan pegolf Thailand Varanyu Rattanaphiboonkij menjuarai edisi 2019 di New Kuta Golf, pegolf Jepang Ryuichi Oiwa (2019) dan pegolf Thailand lainnya Suteepat Prateeptienchai (2022) berturut-turut menjadi pemenang ketika Combiphar Players Championship beralih ke Parahyangan Golf.
”Kami senang dan bangga bisa berkerja sama kembali dengan Asian Development Tour untuk penyelenggaraan turnamen Asian Development Tour untuk kalender 2023. Tahun ini menjadi tahun ke 6 kami menyelenggarakan turnamen Asian Development Tour dalam 7 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan konsistensi kami sebagai perusahaan healthcare dalam menginspirasi masyarakat Indonesia untuk memulai gaya hidup sehat dan aktif. Hal ini juga menjadi salah satu perwujudan komitmen Perusahaan yaitu ’Championing a Heallthy Tomorrow’ atau memelopori hari esok yang lebih sehat,” tutur Michael Wanandi, Presiden Direktur Combiphar.

Gunung Geulis Country Club menciptakan benang merah yang mempersatukan dua korporasi besar ini. Baik Nomura, maupun Combiphar telah beberapa kali mengadakan kompetisi di lapangan pegunungan yang didesain oleh Thomson, Wolveridge, dan Perret ini. Relasi yang tercipta selama ini membuat lapangan 36 hole ini menjadi lapangan yang tepat untuk kembali menjadi lokasi ujian bagi para pegolf Indonesia dan regional pada 16-18 Agustus mendatang.
”Saya rasa tantangan yang disajikan Gunung Geulis bukan hal yang baru bagi para peserta Asian Development Tour. Namun, The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura kali ini tentunya akan menyajikan pengalaman yang berbeda dibandingkan turnamen-turnamen Asian Development Tour sebelumnya di sini,” ujar Presiden Direktur Gunung Geulis Country Club Agung Budiman.
Jonathan Wijono, yang dalam delapan seri Indonesian Tourism Golf Pro Series terakhir telah memenangkan lima di antaranya, menjadi pegolf Indonesia yang diharapkan bisa bersinar di Gunung Geulis pada pertengahan Agustus nanti. Pegolf asal Surabaya ini tidak hanya memiliki catatan mengesankan ketika tampil dalam ajang Asian Development Tour di Gunung Geulis tahun lalu—finis T3 pada 2nd Gunung Geulis Golf Invitational presented by Nomura—tapi juga tengah berada dalam kondisi terbaiknya.
”Saya senang bisa kembali ke Gunung Geulis. Ini merupakan salah satu lapangan favorit saya. Terakhir bermain di sini saya berhasil meraih prestasi bagus dalam turnamen ADT (T3), padahal saya bermain dengan permainan yang belum matang dan menggunakan 2-iron sebagai putter. Saya optimis bisa lebih baik lagi dalam The Indonesia Pro-Am Presented by Combiphar & Nomura. Saya sangat bersemangat dan menantikan kesempatan untuk bisa bermain dalam kompetisi pro-am yang baru pertama kali saya ikuti sepanjang karier golf saya ini,” tutur Jonathan.
Sebanyak 100 pegolf profesional dan 100 pegolf amatir akan bertanding di dua lapangan di Gunung Geulis, West dan East Course, dalam dua putaran pertama. Cut-off akan dilakukan setelah 36 hole, di mana 50 pegolf teratas berikut ties dalam skor individu akan melanjutkan kompetisi ke putaran final. Adapun 20 tim pro-am teratas berhak melangkah ke putaran final, dengan hadiah untuk kompetisi pro-am ditujukan hanya bagi tim yang finis di jajaran sepuluh besar.


