Empat wakil Asia berhasil melangkah maju ke dua putaran akhir pekan, sementara tiga nama tampil di puncak klasemen sementara.
Hujan yang turun, rough yang tebal, serta lapangan yang menuntut akurasi dan kesabaran benar-benar menjadi ujian yang sangat berat bagi wakil Asia yang tampil pada edisi ke-105 ajang PGA Championship. Dengan batas cut-off pada 5-over, berderet pemain bintang harus mengubur impiannya untuk bermain penuh pada kejuaraan yang merupakan ajang Major kedua tahun 2023 ini.
Pemegang dua gelar PGA TOUR Im Sungjae, yang terkenal dengan akurasi permainan iron-nya menjadi salah satu pemain bintang asal Asia yang gagal melangkah ke dua putaran final. Permainannya pada putaran kedua memang tidak terbilang buruk. Ia menorehkan skor 3-over 73 hasil kombinasi dua birdie dan lima bogey. Namun, dengan skor 80 pada putaran pertama, ia harus pulang lebih awal.
Demikian pula rekan senegaranya, Kim Siwoo, yang harus kembali bermain dengan skor 73 sehingga harus tersingkir dengan selisih satu stroke. Atau pemuda sensasional Tom Kim yang, meskipun memulai dengan menjadi viral dan membukukan skor 73, harus menerima catatan debutnya pada PGA Championship dengan gagal lolos cut lantaran hanya mencatatkan tiga birdie dengan enam bogey dan satu double bogey.
Ketiga pegolf Korea ini kerap mewarnai kompetisi hingga akhir pekan ketika berkiprah di panggung PGA TOUR secara reguler. Namun, pekan ini mereka harus mempercayakan perjuangan mengusung kebanggaan Asia kepada Lee Kyounghoon, serta trio Jepang Hideki Matsuyama, Kazuki Higa, dan Rikuya Hoshino.
Lee, yang telah menjuarai dua gelar PGA TOUR, mencatatkan skor terbaik di antara wakil Asia yang melangkah ke putaran akhir pekan. Pegolf berusia 31 tahun ini mencatatkan tiga birdie dengan satu bogey, setelah pada putaran pertama kemarin bermain dengan skor 3-over 73. Skor total 1-over 141 ini turut membawanya ke peringkat T19.
Sementara itu, Juara Masters 2021 Matsuyama menghuni peringkat T35 dengan skor total 3-over 143, setelah bermain dengan skor 71 pada akhir putaran kedua. Dua rekan senegaranya, Higa (73) dan Hoshino (70) sama-sama mencatatkan skor total 5-over dan berada di peringkat 59, yang juga dihuni oleh sang juara bertahan Justin Thomas.
Hujan yang kian mempersulit permainan serta rough tebal yang benar-benar siap menghukum pukulan yang tidak akurat tampaknya tidak cukup untuk menahan laju pegolf No.2 Dunia Scotti Scheffler. Pegolf Amerika ini berhasil menavigasi East Course di Oak Hill Country Club dengan sigap sekaligus menjadi salah satu pimpinan klasemen sementara bersama pegolf asal Kanada Corey Conners (68) dan pegolf Norwegia Viktor Hovland (67).
”Saya pikir saya hanya berjuang dan berusaha untuk tetap sabar di lapangan. Saya tidak berpikir untuk bermain konservatif atau agresif.” — Scottie Scheffler.
”Anda bisa saja membuat birdie di tiap hole. … saya pikir saya hanya berjuang dan berusaha untuk tetap sabar di lapangan. Saya tidak berpikir untuk bermain konservatif atau agresif,” jelas Scheffler. ”Ada sejumlah hole yang bisa Anda serang, dan ada sejumlah hole tertentu yang tidak bisa, dan terlepas dari memilih club yang nyaman untuk mencapai pin atau memilih club di mana kalian mungkin atau berpikir bahwa saya mesti main agresif dan saya tidak menyukai apa yang saya hadapi, saya bakal bermain lebih konservatif. Yang saya lakukan di lapangan ialah memilih jalur pukulan yang nyaman buat saya dan melakukan pukulan yang bagus.”
Sementara itu, Hovland menjadi satu dari hanya lima pemain yang mencatatkan skor terendah hari itu, 3-under 67—tiga pemain lainnya ialah Callum Tarren (T6) asal Inggris, Minwoo Lee (T10) asal Australia, pegolf Irlandia Shane Lawrie (T10), pegolf Amerika Patrick Cantlay (T19), dan Nicolai Hojgaard (T35) asal Denmark.
”Senang bisa kembali punya kesempatan (dalam ajang Major), tapi pada saat yang sama, perjuangan masih panjang. Kami masih separuh jalan, dan banyak hal yang bisa terjadi. Jadi, saya hanya akan berusaha tetap sabar dan memukul ke tengah green dan, ya, biarkan saja bolanya jatuh ke tempat semestinya.”

