Berbekal tips dari bintang LPGA, Lee Kyounhoon berharap bersinar pada The Open Championship.

Lee Kyounghoon mendapat masukan berarti dalam persiapannya mengikuti ajang Major pria terakhir tahun ini, The Open Championship. Menjelang putaran pertama yang berlangsung hari ini, ia mendapat masukan berarti dari mantan juara AIG Women’s Open.

Pemegang empat gelar PGA TOUR ini mendapat masukan berarti dari juara tujuh gelar LPGA, Kim Inkyung, yang merupakan juara AIG Women’s Open 2017. Ia pun mendapat tips untuk mengatasi ujian links di Royal Liverpool.

”Inkyung teman baik saya Dia pemain legendaris pada LPGA Tour dan punya banyak pengalaman, lebih berpengalaman daripada saya. Dia menemani saya berjalan pada putaran latihan dan meluangkan waktunya di green latihan, memberi tahu beberapa hal tertentu, seperti di mana mesti membidik pukulan, dan tidak mengubah teknik, tapi mempertahankan kecepatan dengan lebih baik,” jelas Lee, yang segera memulai penampilan keduanya pada The Open, setelah gagal lolos cut tahun lalu.

”Lebih ke penempatan dan manajemen lapangan di sini. Di beberapa spot, dia memberi tahu saya untuk lebih baik melakukan chipping daripada putting. Saya bersyukur ia berusaha membantu saya. Saya juga menikmati putaran latihan dengan ditemani dia. Menyenangkan. Ajang Major selalu membuat stres dan banyak tekanan, tapi tidak pada pekan ini karena ada dia.

”Dia sudah menjadi ikon LPGA Tour, juara Major. Banyak pemain muda yang menjadikannya anutan dan ingin seperti Inkyung. Kami sudah berencana untuk bisa bersama-sama pada The Open dalam beberapa tahun terakhir dan bisa mewujudkannya pekan ini sehingga saya merasa senang.”

”Saya akan berusaha lebih sabar di sini dan berusaha membuat birdie di hole-hole yang mudah, tidak terlalu agresif di tiap hole, dan main golf dengan lebih cerdas!” — Lee Kyounghoon.

Lee menjadi salah satu dari kontingen tangguh Korea yang berniat untuk berusaha memenangkan The Open. Rekan senegaranya pekan ini termasuk Tom Kim, Im Sungjae, Kim Siwoo, An Byeonghun, dan Kang Kyungnam.

Pegolf berusia 31 tahun ini telah menikmati empat putaran di lapangan links ketika finis di posisi 72 pada Genesis Scottish Ope pekan lalu. Pada putaran final, dalam kondisi angin yang brutal (dilaporkan mencapai 35 mil per jam) di Renaissance Golf Club itu, ia harus mencatatkan skor 77. Meski hanya finis di posisi 72, setidaknya ia sukses mengakhiri empat kali berturut-turut gagal lolos cut pada ajang PGA TOUR. Pengalaman pekan lalu pun memberinya kerangka berpikir yang lebih baik menuju Major terakhir ini.

Ia juga sadar bahwa ia masih membutuhkan hasil solid dalam beberapa pekan ke depan untuk bisa mengikuti FedExCup Playoff. Saat ini ia berada di peringkat 69, dengan 70 pemain teratas yang bisa mengikuti seri yang terdiri dari tiga turnamen itu.

”Ini pertama kalinya saya berada di Royal Liverpool dan ini tempat yang benar-benar keren. Anda mesti menangani anginnya. Sepertinya tidak perlu memainkan banyak driver di sini dan lebih ke permainan penempatan bola dan Anda juga membutuhkan pukulan-pukulan iron yang bagus. Ini ujian yang menantang,” ujar Lee lagi.

”Pekan lalu sangatlah sulit, terutama bermain dalam kondisi berangin. Saya mengalami kesulitan melakukan putting dalam kondisi berangin, jadi pekan ini saya mesti fokus untuk putting. Saya juga belajar kalau saya perlu kesabaran ekstra. Ketika membuat bogey pekan lalu, saya ingin segera mendapat birdie yang membuat saya malah berada di posisi yang lebih sulit. Saya akan berusaha lebih sabar di sini dan berusaha membuat birdie di hole-hole yang mudah, tidak terlalu agresif di tiap hole, dan main golf dengan lebih cerdas!”