Untuk kedua kalinya dalam tiga tahun Lee Dayeon kembali menaklukkan Minjee Lee untuk menjuarai Hana Financial Group Championship.
Kesannya memang deja vu. Untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, pegolf tuan rumah Lee Dayeon berhasil menaklukkan pegolf No.4 Dunia Minjee Lee lewat babak play-off pada ajang Hana Financial Group Championship.
Pegolf Australia tersebut hanya perlu memasukkan putt bernilai par dari jarak sekitar 3 meter di hole play-off kedua mereka di hole 18 di Bear’s Best Cheongna Golf Club. Sayangnya, putting yang kurang bertenaga itu gagal mencapai lubang sehingga Lee Dayeon akhirnya bisa meraih kemenangan kesembilan di kancah KLPGA Tour setelah sebelumnya memastikan par di hole tersebut.
Dua tahun lalu, hal serupa juga terjadi. Bedanya, waktu itu Lee tak hanya menaklukkan Minjee, tapi juga pegolf Thailand Patty Tavatanakit.
”Bisa menang di sini lagi rasanya seperti mimpi.” — Lee Dayeon.
”Saya selalu mendapatkan hasil yang bagus di sini, padahal saya juga tak bisa menjelaskan alasannya. Seiring waktu, rasanya lapangan ini memang cocok buat permainan saya,” tutur pegolf berusia 28 tahun itu.
”Bisa menang di sini lagi rasanya seperti mimpi. Sepanjang pekan ini saya terus mengingatkan diri saya, kalau bisa menang saya akan sangat bersyukur, kalau tidak ya tidak apa-apa juga. Dan akhirnya bisa menang, dengan cara yang begitu dramatis, membuat saya luar biasa bersyukur.”
Minjee melangkah ke putaran final itu dengan tertinggal empat stroke, tapi berhasil mengejar ke posisi teratas setelah permainan tanpa bogey 4-under 68. Birdie terakhirnya di hole 18 itu bahkan memperpanjang asanya untuk menjadi pegolf Hana Bank pertama yang memenangkan ajang ini sejak Hana Financial Group Championship digelar pada 2019 silam.
Adapun Dayeon, yang terpaut tiga stroke dari Park Hyejun, sang pemuncak klasemen, memastikan tampil sebagai salah satu penantang gelar setelah di sembilan hole terakhirnya ia mengemas birdie di hole 14, 15, dan 17 untuk menyamai skor 9-under 279 milik Minjee.
Pada babak play-off di hole kedua, pukulan Dayeon berhasil mencapai green, sementara bola Minjee harus berakhir di rough di luar green. Pemegang tiga gelar Major ini kemudian berhasil mengantarkan bolanya sekitar 3 meter dari lubang, sampai Dayeon nyaris memastikan kemenangan setelah putting birdie-nya nyaris masuk.

Dayeon tampak hendak bersiap untuk memainkan hole tambahan ketiga, namun secara mengejutkan putting yang dilakukan Minjee gagal masuk, dan akhirnya kemenangan menjadi milik Dayeon yang mengenakan busana bernuansa putih dan merah.
”Saya selalu mengenakan sesuatu yang berwarna merah ketika bermain di grup terakhir pada hari Minggu. Awal musim ini saya memakai warna biru, dan sayangnya kurang membawa keberuntungan,” ujarnya sembari tertawa. ”Jadi, sekarang rasanya warna merah memberi keberuntungan. Tapi hari ini bukan soal keberuntungan saja. Saya ingin memberi pola pikir yang positif dan energi yang kuat bagi diri sendiri ketika memulai putaran ini, dan mungkin keputusan tersebut benar-benar tepat. Dari apa yang saya kenakan sampai bisa menghadapi Minjee lagi dalam play-off, ada banyak hal yang rasanya seperti baru kemarin terjadi. Sulit dipercaya!”
Meskipun kembali kalah, Minjee menunjukkan sportivitasnya dengan memeluk Dayeon ketika pertandingan akhirnya berakhir.
”Minjee adalah pemain yang sangat saya kagumi. Dia sangat baik dan sangat menginspirasi, dan sangat berarti bisa bermain dalam play-off lagi bersama dia,” tutur Dayeon. ”Tahun 2023 saya menangis setelah menang, dan kali ini saya sempat bilang ke diri sendiri supaya tidak menangis, tapi dia malah berkata, ’Tidak apa-apa, kamu boleh menangis kalau mau,’ sungguh momen yang manis.”
Kemenangan ini membuat Dayeon berhak memenangkan hadiah sebesar KRW270.000 (sekitar Rp3,2 milyar), yang tampak langsung ditransfer oleh pihak sponsor dalam seremoni penyerahan trofi.


