Lee Kyounghoon menjaga peluangnya untuk mempertahankan gelar AT&T Byron Nelson dan mengikuti jejak para legenda yang berhasil mengulangi sukses pada ajang PGA TOUR ini.
Skor 4-under 68 pada putaran ketiga AT&T Byron Nelson kemarin (13/5) menjadi sangat berarti bagi Lee Kyounghoon. Pegolf Korea ini tidak hanya berpeluang mempertahankan gelarnya, tapi juga berpotensi mengikuti jejak Sam Snead (1957-1958), Jack Nicklaus (1970-1971), dan Tom Watson (1978, 1979, 1980) yang sukses mempertahankan gelar ajang ini.
Pegolf berusia 30 tahun ini berhasil memaksimalkan keempat hole par 5 di TPC Craig Ranch kemarin. Sayangnya, dua bogey menodai kartu skornya sehingga ia harus puas menghuni posisi T6 menuju putaran akhir pekan.
Dengan jarak hanya tiga stroke dari Ryan Palmer (AS), David Skinns (Inggris), dan Sebastian Munoz (Venezuela) yang kini memimpin posisi teratas, Lee sadar bahwa ia berpeluang untuk mengikuti jejak ketiga pegolf legendaris untuk mempertahankan gelar turnamen yang sempat bernama Dallas Open ini.
”Target saya ialah memastikan posisi yang bagus menjelang putaran final dan berusaha mendapat peluang untuk menang,” tutur Lee, yang kini mencatatkan skor total 12-under 132.
Bersama pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler dan jagoan tuan rumah Jordan Spieth dari hole 10, Lee menorehkan birdie di hole 12, 18, 5, dan 9, serta memasukkan sejumlah putt jarak jauh dari 5,6 meter dan 5,9 meter di hole 8 dan 15. Sementara par di hole terakhir menjadi penting untuk membantunya memainkan putaran final.
”Tee time saya cukup pagi dan saya masih merasa lelah. Awalnya cukup berat, tapi setelah memasukkan putt dari jarak sekitar 2 meteran untuk par, saya mulai mendapatkan momentum. Rasanya sih saya bermain cukup bagus, makanya saya merasa senang,” ujarnya.
”Kemarin (putaran pertama) terasa lebih berat. Pagi ini di sembilan hole pertama angin tidak cukup kencang dan di sembilan hole kedua lebih kencang sehingga saya sedikit bingung dan kontrol jarak pukul pun menjadi lebih sulit.”
Sementara itu, pemegang delapan gelar PGA TOUR Hideki Matsuyama mulai merangsek. Setelah finis T14 pada ajang Masters Tournament bulan April lalu, ia membuka peluang finis meyakinkan pada turnamen ini. Kemarin ia menorehkan enam birdie dan tanpa satu bogey pun untuk berjarak empat stroke dari ketiga pimpinan klasemen.
”Sangat bagus, saya bisa main bagus hari ini. Angin berembus cukup kencang, tapi saya pikir saya bisa menanganinya,” ujar Matsuyama, yang musim ini telah menjuarai ZOZO Championship dan Sony Open.


