BK Golf Academy resmi hadir di Jababeka Golf & Country Club dengan harapan besar bagi pembinaan dan industri golf di Indonesia.
Benita Yuniarto Kasiadi resmi memulai babak baru dalam karier profesionalnya dalam olahraga golf. Peresmian BK Golf Academy yang berlangsung pada Minggu (25/10) lalu di Jababeka Golf & Country Club tak hanya menjadi penegasan kontribusinya bagi olahraga golf, tapi juga menjadi upaya pemenuhan mimpi dari legenda golf Indonesia, Kasiadi, yang juga merupakan ayahandanya.
Keberadaan sebuah akademi golf terkadang tak lepas dari dilema antara upaya membangun golf prestasi sembari mengembangkan neraca bisnis. Akan tetapi, kehadiran BK Golf Academy di Jababeka Golf & Country Club tampaknya bisa menyeimbangkan kebutuhan yang terkadang terasa bertolak belakang itu.
Direktur Jababeka Golf & Country Club M. Afriza Dahmin menggarisbawahi hal ini ketika mengungkapkan posisi akademi ini menciptakan ”transformasi bagi golf di Jababeka Golf & Country Club. Sebelumnya, kami hanya menjual lapangan golf saja, tapi sekarang kami mencoba transformasi untuk membantu generasi muda yang akan datang untuk mudah-mudahan nanti menjadi atlet dan artis golf, dan suatu saat akan bisa terus bermain di Jababeka Golf & Country Club.”

Kehadiran BK Golf Academy di Jababeka Golf & Country Club ini turut mendapat sambutan hangat, baik dari Persatuan Golfer Profesional Indonesia (PGPI) maupun dari PGI Jawa Barat. Organisasi yang tahun ini genap berusia 50 tahun ini juga baru memulai babak baru institusinya, di mana di bawah Divisi Vokasional kepelatihan untuk akademi golf turut menjadi salah satu konsentrasi penting organisasi.
Ketua Umum PGPI Agus Triyono menyebut kehadiran akademi ini sebagai angin segar dan bukti nyata dari komitmen kuat dalam mengembangkan industri golf di Indonesia.
”Tantangan terbesar kita adalah bagaimana mencetak para pegolf profesional yang tidak hanya sanggup bersaing di kancah lokal, tapi juga menembus kancah dunia. Untuk mewujudkan hal itu, kita membutuhkan metodologi pelatihan modern berbasis sports science, fasilitas terbaik, dan dedikasi kepelatihan yang konsisten. Oleh karena itu, hadirnya BK Golf Academy di Jababeka Golf & Country Club ini adalah langkah strategis yang tepat,” papar Agus Triyono.
”Kolaborasi adalah kunci utama untuk mempercepat langkah strategos kita. Jababeka Golf & Country Club yang memiliki reputasi luar biasa kini diperkuat dengan BK Golf Academy. Saya berharap sinergi ini melahirkan role model baru bagi talenta muda dan pematangan para profesional golf kita di lapangan. PGPI siap berjalan beriringan dan memperkuat sinergi dengan BK Golf Academy.”
Meskipun berada di wilayah Jawa Barat, Ketua PGI Jawa Barat M. Sirod Zudin berharap peresmian BK Golf Academy ini bisa menciptakan efek domino yang mendorong para pembina dan pencinta golf untuk berkolaborasi dan melakukan hal yang sama di daerah masing-masing.

”Saya kira ini persoalan yang sangat klise. Para sponsor, khususnya di Indonesia ini, masih kurang berminat untuk olahraga golf. Dengan adanya BK Golf Academy kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia bisa melahirkan para atlet yang bisa membela Indonesia maupun berprestasi di kancah internasional. Hasil yang positif tersebut nantinya akan memancing para sponsor atau donator untuk ikut berkontribusi pada pembinaan golf,” jelas Sirod Zudin.
Peresmian akademi ini dilakukan dengan pengguntingan pita, yang dipercayakan kepada Kasiadi. Meski bukan menjadi salah satu instruktur di akademi ini, keberadaan sosok Kasiadi tidak sekadar sebuah penghormatan terhadap sang legenda, tetapi juga seakan sebagai penyerahan tongkat estafet secara resmi dan formal untuk melanjutkan mimpi pembinaan olahraga golf di Indonesia.
”Saya dulu sering berpesan kepada Benny agar dia bisa memiliki klinik untuk membimbing anak-anak muda. Saya selalu mengingatkan, dalam olahraga apa saja, latihan itu harus dilakukan mati-matian, harus rajin dilakukan,” Kasiadi.
”Kalau nanti Benny meminta saya untuk ke sini, tentu saya akan secepatnya datang. Tapi buat saya, biarlah dia yang ada di depan akademi ini.”

Kepelatihan dalam Tantangan Zaman
Kasiadi senior kerap menegaskan pentingnya kerajinan dan disiplin. Mantra yang membawanya menjuarai Indonesia Open 1989 ini—dan masih menjadikannya sebagai satu-satunya pegolf Indonesia yang mewujudkan kemenangan tersebut—menjadi penting mengingat kecanggihan teknologi masa kini jauh lebih memudahkan dalam olahraga ini, ketimbang pada beberapa dasawarsa silam.
Pesan sang ayahanda itu turut menggema dalam langkah dan pendekatan Benny dalam membina murid-muridnya. Bahkan pesan tersebut menjadi terasa jauh lebih relevan lagi, mengingat tantangan zaman yang canggih turut menciptakan mentalitas yang berbeda.
”Tantangan terbesar untuk junior masa sekarang itu adalah mental dari kesehariannya, dari kedisiplinannya. Generasi sekarang itu sangat manja dan ini kendala yang sering kami hadapi. Yang kedua, ada keraguan orangtua mengenai kepelatihan ini,” ujarnya.
”Dengan adanya BK Golf Academy ini kami menunjukkan bagaimana program kami. Jadi, selain ada program, ada pula laporan, ada evaluasi, dan setelah itu ada perbaikian. Dari situ orangtua bisa melihat ada kurikulumnya, ada hasilnya. Ketika ini sudah saya lakukan, orangtua bisa lebih menerima karena sistematis yang seperti inilah yang mereka cari.”

Ia juga menegaskan wawancara menjadi tahapan penting sebelum memutuskan menerima murid. Wawancara dengan calon murid dan orangtua ia lakukan secara tatap muka untuk menilai keseriusan, tetapi juga sekaligus mengedukasi orangtua untuk menyesuaikan ekspektasi terhadap anaknya.
”Kalaupun ternyata kemauan tidak datang dari anaknya, saya akan menyamakan persepsi di mana jika si anak sebenarnya tidak ingin menjadi atlet, jangan dipaksakan agar berprestasi. Sebab tidak semuanya mungkin mau menjadi atlet. Dengan begitu, metodenya juga akan disesuaikan,” sambungnya.
Yang jelas, publik golf di Indonesia, terutama di sekitar Jawa Barat, BK Golf Academy bisa menjadi salah satu oase bagi perkembangan golf dan menawarkan pilihan baru untuk pembinaan dan pelatihan golf bagi berbagai kalangan.

