Steve Lewton menggeser Pep Angles pada putaran pertama Ciputra Golfpreneur Tournament 2025.
Steve Lewton menggeser Pep Angles dari puncak klasemen putaran pertama Ciputra Golfpreneur Tournament. Meski harus menuntaskan enam hole terakhirnya di Damai Indah Golf BSD Course akibat cuaca buruk, pegolf Inggris tersebut telah mengemas dua eagle dan empat birdie untuk mencatatkan skor 8-under. Permainannya itu sekaligus membuatnya mengungguli pegolf Spanyol Pep Angles, yang beberapa jam sebelumnya menguasai klasemen sementara dengan torehan skor 7-under 65.
Lewton, yang tampil dengan status undangan, memulai persiapannya untuk mempertahankan gelar Indonesia Open dengan memuaskan. Ia hanya membutuhkan 29 pukulan untuk memainkan sembilan hole pertamanya. Setelah menciptakan eagle pertamanya di hole 4, Lewton menciptakan dua birdie di dua hole berikutnya, lalu mencatatkan eagle keduanya dari hole 8 dan mencatatkan birdie ketiganya dari hole 9.
”Saya sedikit beruntung. Di hole par 5 pertama, pukulan driver saya bagus dan menyisakan jarak dengan 8-iron dan akhirnya bola menyisakan jarak sekitar 2-3 meter,” ujar Juara Indonesia Open 2024 ini.
”Pukulan saya cukup lurus dan sejauh ini saya berhasil memenuhi semua green in regulation dan melakukan putt yang sangat bagus, yang untungnya juga masuk.”

Ketika pertandingan dilanjutkan pada Jumat (21/8) pagi, pegolf yang kini menghuni peringkat 666 pada peringkat resmi dunia (Official World Golf Ranking) ini menambah tiga birdie lagi dari hole 3, 14, dan 17 untuk memastikan berada di posisi teratas.
Sebelumnya, pada akhir sesi pagi pada putaran hari Rabu (20/8) itu, Angles, yang baru pertama kali bermain di Damai Inda Golf BSD Course tampak menguasai posisi teratas berkat torehan delapan birdie dan satu bogey miliknya.
”Saya kira saya cepat panas dan bisa menciptakan beberapa birdie dan merasa nyaman dengan permainan iron dan wedge. Praktis saya bisa memasukkan hampir semua putt di sembilan hole pertama, meskipun di sembilan hole berikutnya agak melempem,” jelas Angles.
”Menurut saya membaca bulir rumput di green lapangan ini menjadi hal yang mesti saya pelajari terus dan perlu lebih banyak penyesuaian lagi karena kami tak punya rumput seperti ini di Eropa, jadi hal ini menjadi proses belajar buat saya. Terlepas dari itu, lapangan ini rasanya cocok buat saya karena saya punya kecenderungan memukul fade (kiri ke kanan) terutama dengan club yang lebih panjang, jadi rasanya semuanya sangat cocok,” tutur.
Dari kubu tuan rumah, Peter Gunawan mencatatkan hasil terbaik bagi Indonesia. Ketika pertandingan terpaksa dihentikan akibat cuaca buruk, Peter menduduki posisi T5 setelah membukukan skor 5-under 67.

”Tentu saja tegang ya rasanya bermain dalam kompetisi ini. Target hari kedua berusaha main bagus, tapi saya mau have fun, tidak mau berpikir soal target,” kata Peter.
Putaran hari Rabu diwarnai dengan hole-in-one yang dibukukan oleh pemain debutan Christianto Sinuhaji. Pegolf asal Medan berusia 25 tahun ini memasukkan bolanya dalam satu pukulan di hole 11 par 3.
”Hole 11 merupakan salah satu hole par 3 yang terbilang sulit. Saya lihat di yardage book jaraknya sekitar 5-6-iron,” ujar pegolf yang beralih profesional pada tahun ini.
”Waktu putaran latihan saya memakai 5-iron, tapi ketika melihat angin berembus dari kiri ke kanan, jadi saya yakin saya untuk menggunakan 6-iron dan saya arahkan ke tengah green karena pin hari ini agak ke kiri. Untuk mengantisipasi angin, saya melakukan pukulan punch dan bolanya jatuh di depan green, lalu menghilang.”
Baginya ini merupakan hole-in-one pertama yang tercipta dalam pertandingan profesional. Sementara dua hole-in-one sebelumnya ia lakukan di Medan.

