Kemenangan di panggung DP World Tour lewat ajang Commercial Bank Qatar Masters hari Minggu (9/2) lalu membuat Li Haotong kembali mengincar PGA TOUR.
Ada sejumlah pesan menarik yang tertuang di sarung driver Li Haotong. Pesan-pesan inilah yang membantunya untuk tetap fokus dan termotivasi. Dan salah satu yang menonjol ialah ”Dream Big”, atau ’mimpikanlah hal besar’.
Pegolf yang kini berusia 29 tahun itu pun mulai bermimpi besar lagi menyusul keberhasilannya meraih gelar DP World Tour keempat dalam kariernya lewat ajang Commercial Bank Qatar Masters hari Minggu (9/2) yang baru lalu. Ia pun berharap kemenangan ini bisa membawanya kembali membangun kariernya ke jalur yang tepat.
Putting bernilai birdie dari jarak 4,5 meter di hole ke-72 di Doha Golf Club itu menjadi putting yang sangat krusial sekaligus menentukan baginya. Tatkala bola bergulir masuk ke lubang, ia pun merayakan kemenangan ini bersama kedinya sembari berlinangkan air mata.
Kemenangan ini menjadi kemenangan kedua secara berturut-turut yang diraih oleh pegolf Asia dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu, pegolf Jepang Rikuya Hoshino memenangkan ajang yang sama, yang terbukti membantunya meraih kartu PGA TOUR dengan menjadi salah satu dari sepuluh pegolf teratas pada ranking DP World Tour. Tidak mengherankan jika Li kini berharap mengikuti jejak Hoshino.
”Kali ini, saya akan terus berlatih dengan keras dan mempertahankan momentum hingga akhir musim. … dan pergi ke Amerika.”
”Kali ini, saya akan terus berlatih dengan keras dan mempertahankan momentum hingga akhir musim. Target saya ialah selalu berusaha dan meraih kembali kartu PGA TOUR, jadi semoga sekarang ini saya berada di posisi yang bagus dan semoga bisa terus bermain golf dengan baik, main solid, dan pergi ke Amerika,” tutur Li, yang kini berada di posisi ke-7 pada peringkat Race to Dubai.
Kemenangan memukai Li ini praktis membuatnya menyamai koleksi gelar DP World Tour rekan senegaranya, Wu Ashun. Banyak penggemar yang juga mengharapkan kemenangan ini, terutama setelah ia nyaris pensiun dari golf selepas COVID-19.
Pada tahun 2018, Li sempat menduduki peringkat 32 pada Official World Golf Ranking. Kala itu, ia membuktikan diri bisa bersaing bersama para pegolf terbaik dunia kapan pun itu. Ia finis di tempat ketiga pada ajang The Open Championship 2017 di Royal Birkdale setelah menorehkan skor 63 pada putaran final. Saat itu ia bermain bersama legenda Afrika Selatan Ernie Els.
”Anda bisa melihat ia tidak tanggung-tanggung. Anda bisa melihat beberapa pemain akan merasa sedikit cemas, tapi dia terus melanjutkan permainannya. Jadi, rasanya istimewa bisa menyaksikan permainannya,” tutur Els, yang mencatatkan skor 11 pukulan lebih banyak daripada Li pada saat itu. Els sendiri kemudian menjadi Kapten bagi Li dalam Tim Internasional untuk Presidents Cup.

Kemudian pada ajang Hero Dubai Desert Classic 2018, ia bersaing sengit dengan Rory McIlroy. Dari tertinggal dua pukulan dalam delapan hole terakhir, ia berhasil menang berkat birdie di hole terakhir.
Sayangnya, debutnya pada ajang Presidents Cup tidak seistimewa permainan sebelumnya. Ia mencatatkan rekor 0-2-0 (menang-kalah-imbang) tatkala Tim Internasional kalah tipis 16-14 dari Tim AS yang dipimpin Tiger Woods.
Menjelang pandemi COVID-19, permainannya mulai menurun. Dari 18 turnamen yang ia ikuti tahun 2021, ia hanya bisa bermain penuh dalam empat turnamen. Meskipun pada tahun 2022 ia sempat menjuarai BMW International Open berkat putting dari jarak 15 meter pada babak play-off, ia harus 18 kali gagal lolos cut dari total 22 turnamen yang ia mainkan pada tahun 2023.
”Rasanya luar biasa. Yang satu ini (menjadi kemenangan yang) emosional,” tutur Li menyusul kemenangannya di Doha. ”Saya memang sudah bermain sangat baik. Saya juga mengatasi emosi saya dengan cukup baik, terutama di sembilan hole terakhir. Saya terus mengingatkan diri kalau saya masih punya peluang dan terus melakukan pukulan (dengan baik). Kalau memang ini hari buat saya kemenangan itu pasti datang, kalau tidak kita akan coba lain waktu.
”Entah bagaimana ketika menghadapi putt itu rasanya bolanya bisa masuk, ….”
”Di hole 18 saya bertanya ke jurukamera soal posisi saya dan dia bilang saya berbagi tempat teratas, jadi saya mesti menutup hole terakhir dengan birdie. Saya berhasil. Saya memukul driver dengan sempurna, sedikit meleset, tapi itu hal biasa, lalu melakukan pukulan bunker. Entah bagaimana ketika menghadapi putt itu rasanya bolanya bisa masuk, dan separuh jalan saya pun tak bisa mengendalikan emosi lagi. Rasanya sangat bangga dan tidak mengira (kemenangan) yang keempat ini bisa datang lebih awal.
”Praktis saya terlepas dari kegagalan dua tahun lalu.”
Li berniat untuk menjalani pesan-pesan yang ada di sarung driver-nya. Mulai dari No Days Off (tak ada libur), Work Hard (kerja keras, Trust the Process (percaya pada prosesnya), Play Like a Champion (bermainlah layaknya sang juara), Take a Leap (ambil lompatan), Be Your Own GOAT (jadilah versi terbaikmu), Trust Your Gut (percayai firasatmu), dan tentunya, Dream Big (mimpikanlah hal besar).
Sikap yang tertuang dalam pesan-pesan tersebut bisa jadi membawanya ke PGA TOUR pada akhir tahun nanti.

