Dari Menpora-PAGI Junior Golf Championship hingga Menpora-PAGI International Junior Championship lahirlah delapan pemenang dari empat negara berbeda.

Dua tahun sejak Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) berdiri, mereka mulai memberi dampak bagi golf di Indonesia dan regional lewat turnamen utamanya. Menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga sejak 2018, Menpora-PAGI International Junior Championship turut menjadi bagian dari perkembangan karier golf sejumlah atlet. Keberhasilan Supapit Pruksanubal dan Eugene Emmanuel Tanyongjaya pada 13-15 Oktober lalu menjadi catatan terkini sejak turnamen ini dimulai delapan tahun silam.

Hingga penyelenggaraan kelima yang baru berlalu pekan lalu, ajang ini telah memiliki delapan juara berbeda—empat juara putra, dan empat juara putri—yang juga mewakili empat negara berbeda.

Edisi perdana tahun 2018 hadir dengan nama Menpora-PAGI Junior Golf Championship—didaftarkan sebagai Menpora-PAGI Junior Amateur Open Championship ke World Amateur Golf Ranking—sekaligus menjadi panggung kemenangan bagi Patricia Sinolungan dan Randy Arbenata Mohamad Bintang. Patricia bermain dengan skor 10-over 226, sementara Randy mencatatkan skor 7-over 223 untuk menyabet predikat Best Gross Overall.

Setahun kemudian, Patricia menjadi pegolf pertama yang mempertahankan kemenangannya. Istimewanya, ia bahkan bermain sembilan stroke lebih baik, dan menang dengan skor total 1-under 215.

Skor kemenangan ini sekaligus menjadi skor kemenangan di bawah par pertama yang tercipta, baik untuk kategori putri maupun putra.

 

Patricia Sinolungan dan Randy Arbenata Mohamad Bintang.
Randy Arbenata Mohamad Bintang menjadi juara edisi perdana, berpasangan dengan Patricia Sinolungan. Foto: Golf Asia Indonesia.

 

Selain itu, skor tersebut kemudian bertahan sebagai rekor skor kemenangan terendah di kategori putri, lantaran hingga 2026 belum ada pemenang yang berhasil menyamai atau bermain lebih baik daripada pencapaian Patricia ini.

Pasangan Patricia kala itu ialah pegolf asal Malaysia, Nateeshvar Anatha Ganesh. Pegolf asal Melaka, Malaysia ini mengoleksi skor kemenangan tiga stroke lebih baik dari sang juara edisi 2018. Ia memastikan kemenangannya dengan skor total 220.

Menariknya, pegolf yang kini merupakan mahasiswa pada Loyola Marymount University dan berkompetisi pada Divisi I NCAA ini menjadi pegolf putra pertama yang mempertahankan gelarnya ketika kembali ke Emeralda Golf Club pada tahun 2022—edisi 2020 dan 2021 terpaksa tidak digelar lantaran masih dalam pandemi COVID-19.

Kemenangan Nateeshvar kala itu juga menempatkannya sebagai pegolf pertama yang memenangkan ajang ini dengan selalu bermain di bawah par dalam tiga putaran. Skor 9-under 207 miliknya juga sempat bertahan selama empat tahun sebagai rekor skor terendah kejuaraan ini, sampai Eugene menyamai skor tersebut pekan lalu.

Sania Talita Wahyudi menemani Nateeshvar sebagai Best Gross Overall putri setelah membukukan skor total 6-over 222.

 

Harman Sachdeva, Menpora-PAGI International Junior Championship 2024.
Harman Sachdeva menjadi pegolf internasional kedua setelah Nateeshvar Anatha Ganesh yang menjuarai ajang ini. Foto: Puji Santoso.

 

Setelah sempat absen setahun, Menpora-PAGI Junior Golf Championship bertransformasi menjadi Menpora-PAGI International Junior Championship untuk membuka kesempatan bagi lebih banyak negara untuk ikut serta.

Pada edisi keempat ini, Gemilau Joanne Kurnia berhasil melanjutkan tradisi untuk menjaga piala tetap berada di Indonesia. Permainannya pada tahun 2024 itu satu stroke lebih baik daripada yang dibukukan Sania saat menang tahun 2022. Skor total 221 miliknya memberinya kemenangan satu stroke atas Maureen Shavelle Yose.

Selisih satu stroke tersebut juga turut menjadi skor kemenangan dengan selisih paling kecil, setelah dalam tiga edisi sebelumnya pemenang kelompok putri selalu dipisahkan dengan tiga stroke.

Nama yang baru ini juga terasa lengkap lantaran untuk pertama kalinya pegolf berkewarganegaraan India meraih kemenangan di Emeralda Golf Club. Harman Sachdeva menjadi pegolf internasional kedua yang menjuarai ajang ini, sekaligus menjadi pegolf berdarah India kedua setelah Nateeshvar yang mengangkat trofi. Meski skornya tidak lebih baik daripada juara edisi 2024, skor 5-under 211 yang ia catatkan kala itu sudah lebih dari cukup untuk menciptakan sejarah baru ini.

Fakta menarik lain juga tercipta pada edisi 2026. Kemenangan Supapit pada hari Kamis (15/10) lalu sekaligus menjadi skor kemenangan dengan selisih terbesar sejak ajang ini dipertandingkan tahun 2018.

 

Eugene Tanyongjaya.
Eugene Tanyongjaya menjadi pegolf Indonesia kedua setelah Randy Arbenata Mohamad Bintang yang menjuarai ajang ini. Foto: GolfinStyle.

 

Supapit juga berhasil menjadi pegolf Thailand dan pegolf internasional pertama yang memenangkan Best Gross Overall pada Menpora-PAGI International Junior Championship ini.

Adapun kemenangan Eugene tak hanya membawanya mengimbangi rekor Nateeshvar, tapi juga menempatkannya sebagai pegolf Indonesia kedua yang memenangkan kejuaraan ini setelah Randy.

Dari delapan pemenang ini, memang baru Patricia dan Sachdeva yang sudah berstatus profesional. Patricia kini berkiprah pada China LPGA Tour, sementara Sachdeva berkarier pada Professional Golf Tour India.

Adapun Randy dan Nateeshvar akan kembali bertemu ketika keduanya mengikuti Asia-Pacific Amateur Championship pada 29 Oktober-30 November nanti.

Sementara itu, Sania dan Gemilau masih berstatus mahasiswi. Sania saat ini masih kuliah pada Universitas Pertamina, sedangkan Gemilau pada Georgia State University dan menjadi bagian dari tim golfnya pada Divisi I NCAA.

 

Supapit Pruksanubal.
Supapit Pruksanubal menjadi pegolf Thailand pertama yang menjuarai Menpora-PAGI International Junior Championship. Foto: Samuel/PB PGI.

 

Daftar Juara Menpora-PAGI International Junior Championship 2018-2026*
2026
Eugene Emmanuel Tanyongjaya
(Indonesia) – 71-67-69, 9-under 207 (menang 3 stroke dari dua pesaing terdekatnya, Nguyen Trong Hoang asal Vietnam dan Asyrafa Danish Suryanto)
Supapit Pruksanubal (Thailand) – 73-73-72, 2-over 218 (menang 4 stroke dari dua pesaing terdekatnya, Abigail Rhea Soeryo Wiharko dan rekan senegaranya Boonyapat Srisomboon)

2024
Harman Sachdeva
(India) – 68-73-70, 5-under 211 (menang 3 stroke dari pesaing terdekatnya, Patrick Gene Tambalque asal Filipina)
Gemilau Joanne Kurnia (Indonesia) – 73-73-75, 5-over 221 (menang 1 stroke dari pesaing terdekatnya, Maureen Shavelle Yose)

2022
Nateeshvar Anatha Ganesh
(Malaysia) – 69-70-68, 9-under 207 (menang 6 stroke dari pesaing terdekatnya, yang juga rekan senegaranya, Hariz Hezri)
Sania Talita Wahyudi (Indonesia) – 75-75-72, 6-over 222 (menang 3 stroke dari pesaing terdekatnya, Milani Adisty)

2019
Nateeshvar Anatha Ganesh
(Malaysia) – 76-73-71, 4-over 220 (menang 2 stroke dari pesaing terdekatnya, Randy Arbenata Mohamad Bintang)
Patricia Sinolungan (Indonesia) – 67-73-75, 1-under 215 (menang 3 stroke dari pesaing terdekatnya, Viera Permata Rosada)

2018
Randy Arbenata Mohamad Bintang
(Indonesia) – 67-77-79, 7-over 223 (menang 12 stroke dari pesaing terdekatnya, Dominikus Glenn Yuwono)**
Patricia Sinolungan (Indonesia) – 74-75-77, 10-over 226 (menang 3 stroke dari pesaing terdekatnya, Aurelia Grace Nicole)

CATATAN
*
Berdasarkan penelusuran pada World Amateur Golf Ranking.
** Berdasarkan penelusuran pada laman web PB PGI.