Lima pegolf Indonesia berhasil memastikan langkah mereka ke dua putaran final setelah menuntaskan perjuangan mereka pada putaran kedua Combiphar Players Championship. Kelima pemain tersebut adalah Elki Kow, Rinaldi Adiyandono, Jordan Surya Irawan, Fajar Win Nuryanto, dan Danny Masrin.
Bermain dalam bulan November memang membuat para peserta harus bersiap menghadapi kondisi cuaca yang buruk. Itulah yang terjadi kemarin (7/11) ketika petir mulai mengancam. Pertandingan pun sempat terhenti sekitar tiga setengah jam mulai pukul 07.34 WITA. Jeda tersebut menimbulkan konsekuensi di mana tak semua peserta dapat menuntaskan permainannya. Putaran kedua itu akhirnya harus dihentikan pada pukul 18.04 WITA lantaran hari telah gelap. Sebanyak 49 peserta baru bisa menuntaskan putaran kedua tersebut pada pagi tadi.
Elki Kow menjadi salah satu wakil Indonesia pertama yang memastikan melangkah ke dua putaran terakhir, setelah menjadi salah satu peserta yang berhasil menuntaskan putaran keduanya. Kemarin, Elki berhasil menampilkan permainan tanpa bogey dan membukukan tiga birdie, yang memberinya tempat untuk pertama kalinya pada putaran ketiga dan keempat turnamen skala Asian Development Tour ini.
“Kali ini strategi saya berjalan dengan lebih baik. Putting saya juga lebih bagus daripada kemarin,” tutur Elki.
Kemarin, Elki berhasil memaksimalkan tiga par 5 dan mendapatkan birdie di hole 9, 16, dan 18 yang memberinya skor 3-under 69 dan skor total 1-under 143 setelah pada hari pertama membukuan skor 74. Ia juga menilai permainannya kemarin juga terbantu oleh fakta bahwa angin di New Kuta Golf, Pecatu, Bali tidak sekencang pada hari pertama.
“Judgment saya hari ini (kemarin) lebih baik sehingga bisa mencegah melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak seharusnya terjadi,” imbuhnya.
Dengan skor total 143, Elki untuk sementara berada di peringkat T28 bersama tiga pemain Thailand.
“Ini merupakan hari yang panjang, tapi pukulan saya kali ini sebenarnya malah lebih baik.” – Varanyu Rattanaphiboonkij
Sementara itu, Jordan Surya Irawan juga berhasil mengikuti langkah Elki tersebut setelah kemarin membukukan skor total 1-over 145. Posisinya kemarin memang belum sepenuhnya aman, mengingat ketika turnamen dihentikan pada sore hari, cut-off ditentukan pada skor 1-over. Artinya, batas cut-off bisa berubah menjadi lebih rendah atau lebih tinggi.
Seperti halnya Elki dan Jordan, Fajar Win Nuryanto juga berhasil menuntaskan permainan mereka pada hari kedua kemarin. Hanya saja Fajar justru bermain 2-over 146 sehingga kemarin ia justru hanya satu stroke dari batas aman.
Beruntung ketika putaran kedua dituntaskan pagi tadi, batas cut-off bergerak dari 1-over menjadi 2-over. Hal ini juga praktis membawa Danny Masrin untuk bisa melangkah ke dua putarna final. Danny sendiri berhasil menuntaskan dua putaran awal dengan skor 73-73 dan berada di posisi T50 bersama Fajar dan tiga pegolf lainnya.
Satu nama lagi yang berhasil lolos ialah Rinaldi Adiyandono. Setelah menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang berhasil main even par 72 pada hari pertama, Rinaldi memastikan melangkah ke dua putaran final setelah pada pagi tadi menuntaskan permainannya juga dengan even par. Rinaldi sebenarnya sempat memulai permainannya dengan sangat baik, bermain 2-under di sembilan hole pertamanya berkat birdie di hole 4 dan 9, namun ia menutup dengan dua bogey di hole 14 dan 18. Toh skor 144 sudah lebih dari cukup untuk melangkah dan memiliki peluang sebanyak 36 hole lagi untuk mendongkrak peringkatnya.
Pada akhir putaran kedua pagi tadi, pegolf Thailand Varanyu Rattanaphiboonkij kembali mengulangi permainan gemilangnya pada hari pertama. Ia kembali bermain dengan skor 5-under 67 untuk mengukuhkan posisi teratas dengan 10-under 134.
Pegolf berusia 21 tahun tersebut membuka putaran keduanya dengan meraih birdie di hole pertamanya, yaitu hole 10. Namun, tak lama kemudian pertandingan terpaksa dihentikan lantaran ancaman petir. Ia mengaku penundaan ini membuatnya kehilangan momentum. Namun, ia justru berhasil menambah delapan birdie lagi, dengan dua bogey dan satu double bogey yang membuatnya kembali membukukan skor 67.

“Tapi saya pikir saya bisa bertahan dengan baik. Ini merupakan hari yang panjang, tapi pukulan saya kali ini sebenarnya malah lebih baik. Saya hanya harus bersusah payah melakukan putting di beberapa hole,” ujar pegolf yang menjuarai satu ajang Asian Development Tour, Singha Laguna Puket Open.
Untuk sementara Varanyu hanya unggul tipis satu stroke dari pegolf Finlandia Janne Kaske yang berhasil mencatatkan skor terendah pekan ini dengan 8-under 64, yang sekaligus melambungkan posisinya ke tempat kedua dengan catatan 135. Adapun pegolf Singapura yang baru beralih profesional usai bermain pada Asia-Pacific Amateur Championship, Gregory Foo, berada di tempat ketiga dengan torehan 6-under 138.
Combiphar Players Championship kali ini menjadi turnamen Players Championship kedua yang disponsori oleh Combiphar. Perusahaan farmasi papan atas di Indonesia ini melanjutkan komitmen penuh mereka terhadap golf setelah tahun lalu juga menjadi sponsor utama turnamen ini, dan dua tahun lalu mensponsor turnamen Combiphar Golf Invitational.
Turnamen ini juga menjadi salah satu turnamen terbesar pada kancah Asian Development Tour. Dengan hadiah total US$100.000, ajang ini menjadi ajang yang sangat penting dalam perburuan gelar Order of Merit Asian Development Tour, mengingat setelah pekan ini, praktis hanya tersisa satu turnamen lagi di kalender Asian Development Tour.
Untuk sementara Miguel Angel Carballo masih memimpin Order of Merit dengan raihan US$41.713. Posisi Carballo ini terbilang aman, lantaran ia berjarak US$9.103 dari Nitithorn Thippong di tempat kedua. Namun, persaingan di peringkat 4-9 yang melibatkan Sam Gillis (US$24.509), Itthipat Buranatanyarat (US$24.341), Johnson Poh (US$24.005), Mathiam Keyser (US$23.826), Kazuki Higa (US$22.488), dan Poom Pattaropong (US$22.130) bakal berlangsung seru. Mereka yang berada di peringkat 4-7 akan berusaha mati-matian untuk mempertahankan posisi 7 besar guna mengamankan kartu Asian Tour musim 2019.


