Lin Yuxin melakukan pencapaian istimewa pada ajang Major dengan memastikan bermain pada akhir pekan di Royal St. George’s.

Ada alasan tersendiri mengapa Lin Yuxin tidak lekas-lekas beralih profesional. Seperti halnya beberapa nama besar dalam golf amatir, seperti Keita Nakajima yang kini merupakan pegolf amatir No.1 Dunia, Lin masih memiliki impian yang ingin ia raih: tampil maksimal dalam ajang Major.

Impian pegolf berusia 20 tahun kelahiran Beijing ini untuk bermain dalam ajang Major memang sudah terpenuhi. Ia sudah bertanding pada dua ajang Major terbesar, yaitu Masters Tournament dan The Open Championship. Debutnya dalam kedua ajang Major itu ia peroleh setelah memenangkan Asia-Pacific Amateur Championship 2017. Sayangnya, dalam kesempatan pertamanya itu, ia harus pulang lebih awal.

Ketika kejuaraan amatir pria paling prestisius di Asia itu digelar di negerinya pada tahun 2019, Lin secara menakjubkan kembali keluar sebagai juara. Kemenangan ini sekaligus memberinya tiket untuk kembali bertanding pada kedua ajang Major tersebut.

Lin kembali ke Augusta National pada bulan November tahun 2020 itu, namun ia kembali gagal menembus dua putaran terakhir. Sementara, dengan tidak diselenggarakannya The Open akibat pandemi pada tahun itu membuatnya harus terus mengusung status amatirnya ke tahun 2021.

Penantian tersebut ternyata membuahkan hasil. Mantan mahasiswa University of Southern California ini mencatatkan empat birdie dengan tiga bogey untuk skor 1-under 69 pada putaran pertama. Meskipun harus menorehkan tiga birdie dengan tiga bogey dan satu double bogey pada putaran kedua kemarin (16/7), skor total 1-over 141 itu sudah cukup membawanya ke putaran akhir pekan.

”Saya senang kami berdua lolos cut pekan ini. Dan hal itu merupakan pencapaian besar bagi kami berdua.” — Lin Yuxin.

”Rasanya sulit dipercaya bisa lolos cut pada kejuaraan Major,” ujarnya. ”Ini mimpi yang menjadi kenyataan; saya memimpikan hal ini sejak masih kecil. Dan pekan ini terasa sulit dipercaya buat saya. Sulit dipercaya kalau saya bisa berada di sini dan bersaing dengan para pegolf terbaik di dunia.”

Dalam dua putaran yang ia mainkan, Lin dipasangkan dengan Juara Masters 2017 Sergio Garcia dan pegolf Amerika Scottie Scheffler, yang memberinya pengalaman bermain yang menyenangkan dalam dua hari terakhir di Royal St. George’s.

”Saya sudah merasa puas bisa bermain dengan kedua pemain tersebut. Jelas mereka merupakan dua pribadi yang baik dan kami menikmati bermain bersama di lapangan,” imbuh pegolf yang kini berada di peringkat 18 World Amateur Golf Ranking ini.

Lin menjadi satu dari hanya dua pegolf amatir yang berhasil lolos cut pada pekan ini. Satu nama lainnya ialah Matthias Schmid asal Jerman, yang mencatatkan skor total 1-under 139 dan berada di peringkat T40.

Meskipun posisi mereka saat ini berbeda jauh—Lin berada di peringkat paling bawah, T65—toh selisih skor keduanya hanya dua stroke. Artinya, persaingan untuk meraih medali perak, sebagai penghargaan bagi pegolf amatir terbaik pada The Open Championship, masih sangat terbuka.

”Saya pikir hal terpentingnya ialah mempertahankan rencana permainan saya, hanya memainkan permainan dengan baik dan melihat bagaimana hasilnya. Matthias juga teman baik saya. Malahan kami merupakan teman satu tim pada ajang Palmer Cup, jadi kami saling mengenal dengan baik. Saya senang kami berdua lolos cut pekan ini. Dan hal itu merupakan pencapaian besar bagi kami berdua,” tandasnya.