Mandiri Indonesia Open 2025 resmi digelar pada 28-31 Agustus 2025 dan kembali ke Pondok Indah Golf Course.
Laporan oleh Tania Putri Dzahabiyyah.
Salah satu turnamen golf terbesar di Indonesia, Mandiri Indonesia Open 2025, resmi akan digelar pada 28–31 Agustus 2025 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta. Tournament ini merupakan bagian dari kalender resmi Asia Tour dan akan mempertemukan lebih dari 144 pegolf profesional dari berbagai negara yang akan memperebutkan total hadiah senilai US$500.000 atau sekitar Rp8,15 miliar.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, ajang ini hadir sebagai kolaborasi PB PGI dan Asian Tour, yang kembali mendapat dukungan penuh dari Bank Mandiri, yang telah menjadi sponsor utama selama empat tahun berturut-turut.
Vice President Bank Mandiri M. Wisnu Trihanggodo menegaskan dukungan Bank Mandiri pada edisi 2025 ini menjadi wujud sinergi nyata antara dunia perbankan dan olahraga.
”Mandiri ingin berkontribusi nyata dalam pengembangan olahraga nasional, khususnya golf. Kami tak hanya mendukung turnamen (ini), tapi juga ikut serta dalam pembinaan atlet junior,” ujar Wisnu menunjuk pada penyelenggaraan Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship, yang pekan lalu berlangsung bersamaan dengan jumpa pers ini.
Sekretaris Jenderal PB PGI Suharsono berharap gelaran Mandiri Indonesia Open kali ini juga bisa menjadi momen untuk meningkatkan daya saing para pegolf amatir, yang memang menjadi ranah tanggung jawab PB PGI, sekaligus memperluas kesempatan berprestasi pada ajang internasional.
”Yang paling harus dihindari itu distraksi. Buat saya, media sosial dan hal-hal tidak penting lainnya bisa mengganggu.” — Naraajie Emerald Ramadhan Putra.
Sebagai salah satu kejuaraan golf nasional terbuka tertua di wilayah Asia Tenggara, ajang ini juga telah menjadi barometer prestasi bagi para pegolf internasional sejak lama. Beberapa legenda golf, seperti Ben Arda (1974) dan Frankie Minoza (1986 dan 1990) dari Filipina, Payne Stewart (1981) dari AS, Thaworn Wiratchant (2005 dan 2010) dan Thongchai Jaidee (2009) dari Thailand telah meraih sukses lewat ajang ini.
Naraaji Emerald Ramadhan Putra dan Randy Arbenata Muhamad Bintang ikut hadir untuk, masing-masing, memberi perspektif dari lini profesional dan amatir.
”Kalau persiapan sih seperti biasa, latihan konsisten dan maksimal. Hal yang paling penting adalah menjaga fokus dan mengurangi sosial media,” ungkap Randy.
Sementara itu, Naraajie menyoroti pentingnya kesiapan mental dan strategi teknis dalam menghadapi tekanan turnamen.
”Masih ada dua bulan lagi untuk mempersiapkan diri. Saya lebih fokus ke postur dan pukulan karena lapangannya cukup menantang secara teknis, terutama di area sekitar green. Tekanannya besar, jadi harus bermain sebaik mungkin,” jelasnya.
”Yang paling harus dihindari itu distraksi. Buat saya, media sosial dan hal-hal tidak penting lainnya bisa mengganggu. Tapi kalau saya bisa rileks, fokus, dan nyaman di zona saya sendiri, hasilnya akan mengikuti,” tambahnya.

