Karier golf Kevin Yu Chun An segera menuju babak baru ketika mantan bintang golf amatir ini melakoni debut profesionalnya pada BMW Charity Pro-Am presented by Synnex Corporation.
Ada harapan yang tinggi ketika mantan bintang golf amatir dari China Taipei, Yu Chun An mengambil babak baru dalam perjalanan golfnya. Mantan pegolf amatir No.1 Dunia ini bakal melakoni turnamen pertamanya sebagai pegolf profesional lewat panggung Korn Ferry Tour. Dan ia berharap bisa segera mengikuti jejak seniornya, C.T. Pan, yang telah terlebih dahulu menikmati suskes pada PGA TOUR.
Yu, yang kini berusia 22 tahun, akan bertanding pada ajang BMW Charity Pro-Am presented by Synnex Corporation pada hari kamis ini. Ia mendapatkan spot bertanding pada ajang yang dimulai hari Kamis (10/6) ini setelah finis di peringkat keeempat pada PGA TOUR University Ranking, program yang diluncurkan tahun lalu untuk memeprkuat dan meningkatkan jalur menuju PGA TOUR bagi para pegolf elit kuliahan. Yu berhak tampil pada seluruh sisa turnamen Korn Ferry Tour tahun 2021 ini.
Langkah Yu ini menjadi prospek terbaru dari Asia untuk mengukuhkan statusnya pada olahraga golf. Sebagai mantan pegolf amatir No.1 Dunia, ia telah mengemas tiga kemenangan dan empat kali runner-up ketika mewakili Arizona State University dan membukukan rata-rata skor terbaik kedua yang pernah diraih oleh mahasiswa baru (71,6) dalam sejarah timnya, sebuah prestasi yang hanya diungguli oleh Jon Rahm, yang kini berstatus pegolf No.3 Dunia.
”Segalanya sudah pasti berbeda dari pekan lalu ke pekan ini. Segalanya tergantung sayas endiri karena ketika kuliah, para pelatih kami menangani semuanya. Saya berusaha menjadi diri sendiri dan berusaha untuk tidak melakukan hal-hal yang berlebihan. Mengambil satu demi satu langkah dan di lapangan golf, fokus pada target untuk memukul ke spot yang bagus, melakukan pukulan yang bagus, dan berusaha untuk memasukkan sejumlah putt.”
Yu berniat untuk mengikuti saran Pan dan mengikuti jejaknya dalam babak baru kariernya pada olahraga ini. Ia telah mengenal Pan, yang kini telah memiliki satu gelar PGA TOUR dan menjadi anggota Tim Internasional Presidents Cup 2019, sejak mereka bermain pada panggung amatir. Keduanya bahkan sempat membantu China Taipei memenangkan medali emas beregu pada Asian Games 2016. Pan menjuarai medali emas individu sementara Yu meraih medali perunggu.
”C.T. teman baik saya. …, saya akan berusaha melakukan hal yang sama dan mungkin mencoba sedikit lebih baik daripada dia.” — Yu Chun An.
”Targetnya ialah mencapai kartu PGA TOUR pada akhir tahun. Saya akan berusaha fokus pada momen yang ada di hadapan saya. Terkadang orang berpikir terlalu banyak saat beralih profesional, dan saya akan berusaha menjadi normal dan memainkan permainan saya sendiri dan berharap main bagus dan segera menembus PGA TOUR,” ujarnya.
”C.T. teman baik saya. Dia telah memberikan teladan buat saya dan semua anak-anak. Dia mulai kuliah di Washington dan masuk Mackenzie Tour-PGA TOUR Canada dan Korn Ferry Tour. Ia memenangkan beberapa turnamen dan memberikan teladan bagus untuk saya raih. Dia juga banyak memberikan saran dan sekarang saya di sini, saya akan berusaha melakukan hal yang sama dan mungkin mencoba sedikit lebih baik daripada dia. Dia juga memberi tahu saya supaya tidak berpikir terlalu jauh dan menggunakan kesempatan ini dengan menjadi diri sendiri. Saran terbaik untuk berada di sini ialah bahwa tidak ada jalan pintas untuk meraih semua impian dan kita bisa meraihnya dengan kerja keras.”
Sebagai pemain amatir, Yu telah mengikuti tiga ajang U.S. Open terakhir dan mencicipi bagaimana rasanya berkompetisi menghadapi para pegolf terbaik di dunia. Di Winged Foot bulan September lalu, langkahnya ke akhir pekan harus tertahan secara menyakitkan setelah finis tiga stroke dari batas cut-off menyusuk delapan pukulan yang terbuang di enam hole terakhirnya.
”Saya benar-benar berpikir bermain lebih baik di Winged Foot meskipun tidak demikian di beberapa hole terakhir. Saya merasa layak berada di sana,” kenangnya. ”Jika bisa melakukan semua yang sudah saya kerjakan, saya bisak embali dan berusaha memiliki karier yang bagus.
”Ketika bermain pada U.S. Open pertama (2018), saya sangat gugup. Saya malah lebih gugup lagi bermain dengan Rory (McIlroy) pada putaran latihan, tapi begitu kami memainkan beberapa hole, saya mulai santai dan merasa cukup menyenangkan bermain dengan pemain terbaik di dunia. Je;as saya belajar banyak melalui pekan-pekan tersebut.”
”PGA TOUR University juga sangat berarti bagi seluruh pemain kuliahan karena bisa langsung menuju Korn Ferry Tour dari kuliahan tidaklah mudah.” — Yu Chun An.
Salah satu pencapaian amatirnya termasuk menjuarai Junior PLAYERS Championship 2015 di TPC Sawgrass. Kala itu ia mengungguli para pemain lain, termasuk calon juara PGA TOUR Matthew Wolff, Viktor Hovland, dan Joaquin Niemann. Wolff juga ikut bertanding ketika Yu menjuarai Australian Master of the Amateurs 2019 di Royal Melbourne.
”Melihat Collin (Morikawa) dan Viktor bermain begitu bagus, serasa luar biasa positif dan memberi rasa percaya diri bagi saya karena saya biasa menghadapi mereka. Saya mengalahkan mereka beberapa kali, mereka mengalahkan saya beberapa kali, dan melihat mereka menang pada PGA TOUR benar-benar membantu permainan saya bahwa saya bisa melakukan hal yang sama. Semoga pada masa yang akan datang, saya bisa melakukan hal yang sama.”
Yu juga bersyukur selama berkuliah pada Arizona State University, yang telah menghasilkan begitu banyak pegolf hebat, termasuk pemegang 45 gelar PGA TOUR dan Juara PGA Championship 2021 Phil Mickelson, Rahm, dan bintang Ryder Cup Eropa Paul Casey. Jelas ia pun bersyukur untuk PGA TOUR University yang memberikan rute bagi para pegolf elit kuliahan untuk menuju Korn Ferry Tour.
”Lima tahun terakhir saya merasa sangat senang bersama Sun Devil (julukan tim Arizona State University). Saya sangat senang memutuskan bermain bagi mereka, semua pengalaman itu luar biasa. PGA TOUR University juga sangat berarti bagi seluruh pemain kuliahan karena bisa langsung menuju Korn Ferry Tour dari kuliahan tidaklah mudah. Jika tidak memiliki kesempatan ini, Anda harus melalui semua kualifikasi, memainkan empat tahapan, dan tiap tahapan saja sudah berat. Ini menjadi kesempatan luar biasa bagi kami untuk bermain bagus,” ujar Yu.
Sebanyak 25 pegolf teratas pada ranking Korn Ferry Tour pada akhir Musim Reguler akan mendapatkan kartu PGA TOUR. Sedangkan 25 kartu lainnya akan diperebutkan pada babak Korn Ferry Tour Final, yang terdiri dari tiga turnamen.


