Hideki Matsuyama mencatatkan skor terbaiknya dalam tiga putaran di Oak Hill dan akan memulai putaran final dari posisi T20.

Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama kini memimpin kuartet Asia yang melanjutkan perjuangan mereka ke putaran final. Pemegang delapan gelar PGA TOUR ini menjadi salah satu dari tujuh pegolf yang berada di peringkat 20 pada akhir putaran ketiga kemarin (20/5).

Matsuyama sempat memulai permainannya dengan mencatatkan birdie di hole pertamanya, namun justru mendapat bogey di hole 2. Perjuangannya untuk menghindari membuang terlalu banyak pukulan sempat bertahan hingga hole 13, sampai akhirnya di hole 14 ia kembali mendapat bogey. Ia akhirnya menuai birdie keduanya lewat hole terakhir untuk mencatatkan skor terbaiknya selama memainkan East Course di Oak Hill Country Club.

Sejauh ini Matsuyama telah dua kali finis di 20 besar dan dua kali finis di lima besar. Pencapaian terbaiknya terjadi ketika finis T4 pada 2016 dan T5 pada 2017.

Sementara itu, pemegang dua gelar PGA TOUR asal Korea Lee Kyounghoon harus menelan kekecewaan lantaran membukukan skor terburuknya dalam 54 hole. Sehari setelah mencatatkan 2-under 68, Lee menorehkan tiga birdie, namun harus menuai delapan bogey untuk skor 75. Kini ia menatap putaran final dari posisi T42 dengan skor total 6-over 216. Adapun dua wakil Asia lainnya, Rikuya Hoshino (75) dan Kazuki Higa (77) masing-masing menempati posisi T67 dan T74.

 

 

Pemegang dua gelar PGA Championship Brooks Koepka tampil sebagai pimpinan klasemen setelah membukukan skor terendah pada hari ketiga, 4-under 66. Skor ini menjadi skor 66 kedua yang ia torehkan sepanjang 54 hole di Oak Hill dan memberinya peluang untuk memenangkan ajang ini untuk ketiga kalinya.

Setelah mencatatkan 1-under berkat dua birdie dan satu bogey di sembilan hole pertamanya, Koepka bermain lebih agresif dan mencatatkan tiga birdie untuk menuai skor total 6-under 204, satu stroke lebih baik daripada dua pesaing terdekatnya, Viktor Hovland asal Norwegia dan Corey Conners dari Kanada.

”Rasanya saya bermain agak lebih agresif hari ini, terutama di sembilan hole pertama dan putting saya mulai masuk, kecuali di hole 17, meskipun jaraknya mungkin sekitar 1,8-2,4 meter. Namun, suasananya memang sulit gara-gara hujan. Basah di green membuat bola melambat, tapi rasanya saya lebih agresif ketimbang dua hari pertama,” jelas Koepka.

Pegolf yang kerap dianggap menjadi spesialis ajang Major ini sempat bertekad untuk tampil maksimal dalam seluruh ajang Major tersisa pada tahun ini setelah nyaris menjuarai Masters Tournament bulan lalu. Harapannya itu kini berpeluang terwujud. Meski hanya memilik keunggulan satu stroke, jelas ia tidak ingin melepaskan prospek menjadi pegolf ketiga setelah Jack Nicklaus dan Tiger Woods yang bisa memenangkan PGA Championship hingga tiga kali.

”Bakal jadi pengalaman yang keren. Kapan pun bisa bermain di grup pamungkas pada hari Minggu dalam sebuah ajang Major, tentulah spesial.” — Viktor Hovland.

”Pasti sangat berarti. Menurut saya kejuaraan Major sangatlah berarti bagi siapa saja. Jadi, ya, bisa menjuarai salah satunya saja sudah fantastis. Saya baru saja diberi tahu kalau hanya Tiger (Woods) dan Jack (Nicklaus) yang pernah menang tiga kali (pada ajang ini), jadi pasti akan menjadi spesial jika bisa melakukannya,” ujar pegolf yang juga telah mengoleksi dua gelar U.S. Open ini.

Sementara itu, Hovland juga berpeluang menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf Norwegia pertama yang memenangkan ajang Major. Dengan permainan iron yang prima sepanjang pekan, Hovland menjadi salah satu dari hanya empat pemain yang bermain even par atau lebih baik dalam 54 hole di East Course—pemain lainnya ialah Conners, Justin Rose, dan Michael Block.

”Bakal jadi pengalaman yang keren. Kapan pun bisa bermain di grup pamungkas pada hari Minggu dalam sebuah ajang Major, tentulah spesial. Namun, pola pikir saya hanya akan berfokus pada permainan saya sendiri, dan sudah pasti saya ingin menang, tapi saya hanya akan memainkan permainan yang saya rasa tepat untuk setiap pukulan, dan kalau saya kalah, ya sudah, tapi rencananya ialah tidak menyerah. Semoga saja dengan bisa mengeksekusi strategi saya punya kesempatan menang,” tutur Hovland.