Hideki Matsuyama kini hanya berjarak dua stroke dari pemuncak klasemen Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard, Scottie Scheffler dan Shane Lowry.
Hideki Matsuyama membutuhkan dua birdie dan penyelamatan par di tiga hole terakhirnya untuk menjaga peluangnya memenangkan Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard di Bay Hill kemarin (9/3). Dengan skor total 7-under 216, ia berada dua stroke di belakang Scottie Scheffler dan Shane Lowry yang sama-sama menorehkan skor 9-under.
Putaran ketiga kemarin terbukti menjadi putaran yang sangat berat. Matsuyama, yang sempat berada di puncak klasemen bersama lima pegolf lain termasuk Scheffler dan Lowry.
”Lapangan ini menjadi makin susah karena angin dan pukulan-pukulan saya sendiri. Putting dan approach saya tidak begitu bagus makanya saya cukup frustrasi,” aku Matsuyama, yang tiga pekan silam menjuarai The Genesis Invitational, gelar PGA TOUR ke-9 dalam kariernya.
”Saya pikir skor (72) itu cukup untuk besok dan dengan berjarak hanya dua stroke, saya rasa posisi saya cukup bagus.” — Hideki Matsuyama.
Bola pegolf berusia 32 tahun ini masuk ke air di hole 3, lalu ia juga harus membuat bogey di hole 4 par 5 setelah pukulannya gagal mencapai green. Baru saya ia menorehkan birdie pertamanya di hole 13, namun harus kembali mendapat bogey di hole 15.
Namun, dalam tiga hole tersisa, Matsuyama mencatatkan penampilan terbaiknya. Ia menciptakan birdie dari jarak kurang dari semeter di hole 16, lalu menggulirkan birdie dari jarak 3 meter di hole 17. Dan di hole terakhir ia menyelamatkan par dengan keputusan melakukan lay-up dari rough tebal.
”Saya berhasil kembali mendapatkan birdie di beberapa hole terakhir dan bisa menyelesaikan putaran ini tanpa mesti bermain di atas par. Saya pikir skor itu cukup untuk besok dan dengan berjarak hanya dua stroke, saya rasa posisi saya cukup bagus,” sambung Matsuyama.
Tiga pekan lalu, Matsuyama memulai putaran final The Genesis Invitational dengan tertinggal enam stroke. Lalu ia menciptakan skor 62 dan mengalahkan para pemain bintang di Riviera untuk menjadi pegolf kelahiran Asia dengan gelar PGA TOUR terbanyak. Artinya, ia punya bekal untuk mengulangi hal yang sama pada hari Minggu ini. Dan jika bisa menang, ia akan melengkapi tiga trofi dari turnamen yang dituanrumahi para pegolf legendaris setelah sebelumnya ia menjuarai Memorial Tournament 2014 dengan Jack Nicklaus sebagai tuan rumah dan The Genesis Invitational 2024 dengan Tiger Woods sebagai tuan rumah.
”Saya perlu banyak bersabar. Ini lapangan yang sulit dimainkan. Sulit untuk memasukkan putt, sulit memukul bola mendekati lubang.” — Scottie Scheffler.
”Badan saya masih terasa sakit, tapi ketimbang kemarin rasanya sudah jauh lebih baik,” tutur Matsuyama yang menjalani perawatan cedera punggung bagian bawah pada pekan ini.
”Masalah terbesarnya lebih ke diri saya daripada club saya. Club saya rasanya cukup bagus, tapi saya juga penasaran bagaimana rasanya begitu saya bisa benar-benar memukul bola dengan lebih baik. Saya punya peluang besok dan akan bermain sebaik mungkin agar bisa tampil dengan baik. Banyak hal yang akan tergantung pada angin, tapi saya juga tidak melihat ada pemain yang bisa bermain dengan skor rendah, jadi saya ingin berjuang dengan keras dan melihat bagaimana hasilnya.”
Sementara itu, Scheffler melakukan satu putt di tujuh hole terakhirnya, di mana empat di antaranya membuahkan birdie, untuk mencatatkan skor 70 dan berbagi tempat teratas dengan Juara The Open 2019 Shane Lowry, yang juga mencatatkan skor serupa. Sementara Juara U.S. Open 2023 Wyndham Clark bermain dengan skor 71 dan berada di tempat ketiga.
”Saya perlu banyak bersabar,” ujar Scheffler. ”Ini lapangan yang sulit dimainkan. Sulit untuk memasukkan putt, sulit memukul bola mendekati lubang. (Namun,) saya bangga dengan finis saya.”


