Rayhan Abdul Latief melanjutkan dominasinya pada Kejuaraan Nasional Golf Junior, sementara Rayi Geulis Zullandari seakan siap menorehkan tinta emas pada awal tahun 2022.

Rayhan Abdul Latief melanjutkan dominasinya pada Kejuaraan Nasional Golf Junior yang digelar di Gading Raya Padang Golf & Klub. Remaja berusia 15 tahun ini bermain lebih meyakinkan pada putaran kedua yang berakhir siang tadi.

Memulai permainannya dari hole 10, Rayhan langsung menorehkan birdie di hole pertamanya. Setelah meraih bogey pertama di hole 3, ia mencatatkan tiga birdie berturut-turut di hole 13, 14, dan 15, sebelum memastikan mencatatkan 5-under di sembilan hole pertamanya.

Pegolf yang juga menjadi salah satu atlet binaan Ciputra Golfpreneur Foundation ini kian mengukuhkan posisinya setelah menambah dua birdie lagi di hole 2 dan hole 8, meskipun harus mengantungi bogey keduanya di hole 6, untuk torehan 6-under 66, atau dua stroke lebih baik daripada putaran pertama.

”Sebenarnya, masih banyak peluang birdie dan par yang tidak saya manfaatkan … ada beberapa (hal) yang masih kurang, Mudah-mudahana besok bisa lebih baik lagi,” ujar Rayhan, yang kini mengumpulkan skor total 9-under 135.

Rayhan, yang saat ini berstatus sebagai pegolf No.1 Indonesia menurut World Amateur Golf Ranking, memegang keunggulan sembilan stroke dari Nathan Christoper Widjaya (PGI Jawa Timur), yang tadi harus puas bermain dengan skor 1-over 73. Dengan skor total 144, Nathan kini berbagi tempat kedua dengan pegolf asal Taman Dayu Golf Club, Jordan Indra Marcello pada klasemen Gross Overall. Jordan kembali membukukan skor even par untuk menempel Nathan.

 

Rayi Geulis Zullandari mengambil alih posisi teratas dari Fausta Bianda dan kini memegang keunggulan tiga stroke. Foto: PGI.

 

Dari kelompok putri, persaingan seru bakal menghias putaran final besok. Rayi Geulis Zullandari mengungguli sahabatnya, Fausta Bianda, yang juga mengusung bendera PGI Kab. Bekasi, sekaligus menjungkalkan Bianda dari puncak klasemen sementara. Pada putaran kedua tadi, Rayi, menorehkan skor 4-under 68 setelah mengumpulkan empat birdie dan berhasil menghindari bogey.

Pegolf yang bersaing ketat dalam gelaran Intercollegiate Golf Series I Junior Competition pada bulan November 2021 lalu ini langsung mencatatkan birdie di hole pertamanya, sebelum membukukan birdie kedua di hole 6. Ia menambah dua birdie lagi di hole 12 dan 18 untuk mencatatkan skor total 6-under 138.

Bianda, yang sempat menguasai posisi teratas harus merelakan tempatnya diambil Rayi setelah tadi hanya membukukan tiga birdie dan harus mencatatkan empat bogey. Dengan skor total 141, Bianda harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan tiga stroke.

Pegolf asal PGI Jawa Tengah Elaine Widjaja berada di posisi ketiga setelah usai bermain dengan skor 1-over 73 dan mengumpulkan skor total 2-under 142.

 

Abigail Rhea Soeryo Wiharko memastikan kemenangannya di Kelas C kelompok putri dengan keunggulan tujuh stroke. Foto: PGI.

 

Potensi Masa Depan yang Bersinar
Meskipun perburuan piala bergilir menjadi fokus perhatian, yang tak kalah penting ialah melihat bagaimana perkembangan di Kelas C dan D, yang merupakan titik pertumbuhan penting untuk mendapatkan atlet golf masa depan Indonesia. Bagi kedua kelas tersebut, baik di kelompok putra maupun putri, putaran hari ini menjadi putaran final.

Seperti yang sudah bisa diduga sebelumnya, pegolf asal PGI Bali, Abigail Rhea Soeryo Wiharko, sukses mempersembahkan kemenangan. Meskipun harus bermain empat stroke lebih banyak ketimbang putaran pertamanya, pegolf berusia 11 tahun ini memastikan meraih kemenangan setelah skor 79 yang ia bukukan tadi memberinya skor total 154, atau tujuh stroke lebih baik daripada Siti Zubaidah (Palm Springs GCC).

Pegolf Bali lainya, Quinn Leticia Pangestu, juga mengikuti langkah Abigail dengan meraih predikat juara di Kelas D kelompok putri. Setelah membukukan skor 80, ia bermain dengan skor 83 pada putaran final tadi untuk mengoleksi skor total 163, unggul jauh dari Jennifer Quinn Effendi (Taman Dayu GC).

Dari Kelas C kelompok putra, pegolf PGI DKI Jakarta, Prakasa Alfa Rizqi, memastikan predikat juara setelah menorehkan skor total 156, usai mencatatkan skor 79. Permainannya masih jauh lebih baik ketimbang Abdul Jabbar Murtala, yang harus puas berada di tempat kedua.

Sementara dari Kelas D, Dave Matteo Uneputty (IJG) berhasil memastikan kemenangan tipis satu stroke dari Fadhlan Azzam Atmajah (PAGI) setelah keduanya sama-sama bermain dengan skor 79. Dave tertolong oleh permainannya yang satu stroke lebih baik pada putaran pertama ketimbang pesaing terdekatnya itu.