Steve Lewton mengangkat trofi Mandiri Indonesia Open dalam partisipasinya yang ketujuh pada ajang paling bersejarah di Indonesia ini.
1. Tujuh Penampilan, Satu Kemenangan
Bagi Steve Lewton Damai Indah Golf PIK Course bukanlah lapangan baru. Ketika Indonesia Open digelar di lapangan karya Robert Trent Jones, Jr. itu pada 2013 dan 2014 ia juga ikut bertanding. Penampilannya tahun 2013 sekaligus menjadi debutnya pada turnamen ini. Kala itu ia finis T12 dengan skor total 8-under, tapi harus bermain 4-over pada edisi 2014 dan finis di peringkat 64. Penampilannya tahun 2014 itu sekaligus menjadi catatan terburuk dari penampilannya, sekaligus satu-satunya keikutsertaannya yang diakhiri dengan skor di atas par.
Sebelum kemenangan pada hari Minggu (1/9) lalu, Lewton telah dua kali berturut-turut finis T2 pada tahun 2022 dan 2023. Dalam dua kesempatan tersebut, ia menampilkan permainan yang tak kalah solidnya: 18-under dan 16-under. Seperti yang ia ungkapkan sehari sebelum menciptakan salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya, ”Anda butuh sedikit keberuntungan untuk bisa menang.”
2. Drama Tiga Babak Putaran Final
Seharusnya, ia bisa menuntaskan pertandingan dalam 72 hole reguler. Drama terjadi dalam tiga babak pada putaran final itu. Pertama, ketika ia berturut-turut mendapat bogey di hole 13 dan 14 sehingga ia kembali berbagi posisi teratas dengan pegolf China Sampson Zheng. Birdie di hole 16 dan 17 kembali membawanya memuncaki klasemen, sampai akhirnya mendapat double bogey di hole 18.
Baik Zheng, maupun Aaron Wilkin, yang bermain satu grup di belakang Lewton hanya membutuhkan birdie di hole terakhir itu untuk memastikan kemenangan. Namun, di sinilah drama babak kedua itu tercipta. Tak satu pun dari kedua pegolf ini berhasil menciptakan birdie. Alhasil, keduanya menciptakan play-off pertama pada penyelenggaraan turnamen ini sejak 1993, sekaligus yang kelima sejak turnamen ini dipertandingkan secara internasional tahun 1974. (Benar, secara internasional, mengingat ada indikasi bahwa Indonesia Open sudah berlangsung sebelum tahun tersebut.)
Babak ketiga terjadi pada partai play-off, dengan klimaksnya ketika Lewton sukses mencatatkan par di hole 18 par 4 tersebut.

”Saya banyak bermain golf dengan cukup baik pada sejumlah turnamen di berbagai wilayah (sejak meraih gelar Asian Tour pertama tahun 2014), tapi memang butuh waktu lama hingga bisa sampai di titik ini lagi. Tiga tahun terakhir ini rasanya saya sudah bermain golf dengan konsisten, hanya saja belum bisa menuntaskan dengan maksimal dalam beberapa turnamen. Kami bermain di Inggris beberapa pekan lalu dan rasanya permainan saya sudah cukup dekat (ke permainan terbaik), meskipun kami gagal lolos cut, jadi saya banyak berlatih sebelum datang ke sini, lebih banyak daripada yang sudah saya lakukan selama bertahun-tahun,” tuturnya.
3. ”Baca Jalur Putt-nya Sendiri!”
Ada dua hal yang ikut berkontribusi bagi kemenangan Lewton di Jakarta awal September lalu. Pertama, ia memilih Cody Vincent sebagai kedi. ”Kami mulai bekerja sama bulan Februari lalu,” ujar Vincent.
Kedua, sebagai pelayan bagi tuannya, sang kedi ini tahu kapan harus menarik diri dan membiarkan tuannya menunjukkan keahlian pada saat yang tepat. ”Ada kalanya Anda mesti membiarkan pemain mencari tahu sendiri, dan ada kalanya juga perlu diskusi, …. Dia meminta pendapat saya di hole play-off pertama, tapi di hole play-off kedua saya bilang kepadanya kalau dia mesti membaca putt-nya sendiri,” ujar sang kedi. Dan Lewton membenamkan bola ke dasar lubang untuk par yang memastikan kemenangan.
”Dia punya kepribadian yang luar biasa untuk menjadi seorang juara. Saudara kembar saya merupakan pelatih swing, jadi kami melakukan perubahan swing pada jeda kompetisi. Dan dalam beberapa pekan terakhir (perubahan itu) mulai terlihat,” Vincent memuji tuannya itu.

4. Par 71 yang Ketiga
Pada Mandiri Indonesia Open 2024 ini Damai Indah Golf PIK Course dimainkan sebagai lapangan 71 par. Direktur pertandingan memutuskan memangkas hole 13 par 5 menjadi par 4. Keputusan ini terbukti menciptakan kesulitan yang turut meningkatkan drama pada putaran final. Lewton memang sempat bermain 2-under di hole tersebut dalam dua putaran pertama, tapi harus bermain 3-over pada dua putaran terakhir. Bogey pada putaran final ikut menentukan play-off.
Meski demikian, keputusan menjadikan lapangan ini sebagai par 71 bukan sekali ini saja. Pada penyelenggaraan tahun 2007, 2013, dan 2014 Damai Indah Golf PIK Course juga dimainkan dengan 71 par. Uniknya, dalam tiga edisi tersebut, pengurangan jumlah par dilakukan di sembilan hole pertama, yaitu di hole 6 par 5. Pada tahun 2024, hole 6 kembali dimainkan sebagai par 5 dengan hole 13 yang dipangkas menjadi hole par 4.
Ketika Mikko Ilonen asal Finlandia menjuarai edisi 2007, ia memainkan hole 6 itu dengan catatan even par dengan kombinasi birdie-bogey-par-par dalam empat putaran. Lalu saat Bhullar menjuarai edisi 2013, ia memainkan hole 6 itu dengan catatan 1-under (birdie-par-par-par). Pada 2014 Padraig Harrington terus membukukan par di hole yang sama selama empat putaran.

5. Bukan Kemenangan Terbesar Lewton
Dengan Mandiri Indonesia Open 2024 menyediakan total hadiah US$500.000 dan Lewton hanya membawa pulang US$90.000, kemenangan pegolf asal Woburn ini bukanlah kemenangan terbesar dalam kariernya. Saat menjuarai Mercuries Taiwan Masters 2014, ia membawa pulang US$130.000.
Nilai kemenangannya di Taiwan bukan hanya soal hadiah uang, melainkan juga soal poin Official World Golf Ranking yang ia dapatkan. Sedasawarsa silam ia meraih 14 poin, namun kali ini hanya memenangkan 4,449 poin. Nilai ini bahkan lebih sedikit daripada ketika ia finis T2 pada tahun 2022 (7 poin).
Terlepas dari jumlah hadiah yang lebih sedikit dan poin yang lebih kecil, kemenangan ini menjadi sesuatu yang sangat ia butuhkan demi menjamin hak bertanding untuk musim depan.

6. Pegolf Inggris Ketiga Sepanjang Sejarah
Kemenangan Minggu sore itu turut menjadikan Lewton sebagai pegolf Inggris ketiga yang menjuarai Indonesia Open setelah Ed Fryatt (1996) dan Simon Dyson (2006).
Fryatt menjuarai Indonesia Open di Jagorawi Golf and Country Club dengan skor 13-under 271, sementara Dyson meraih kemenangan di Emeralda Golf Club dengan catatan 20-under 268.
China Taipei menjadi negara dengan kemenangan terbanyak, yaitu tujuh kemenangan yang dibukukan enam pegolf berbeda. Mereka adalah Hsu Sheng-san (1975), Kuo Chie-Hsiung (1978), Lu Hsi-Chuen (1979, 1980), Lu Chien-Soon (1985), Hsieh Yu-Shu (1988), dan Chen Liang-Hsi (1991).
Tempat kedua menjadi milik Amerika Serikat, Filipina, dan Thailand, yang masing-masing memiliki empat kemenangan. Gaylord Burrows (1977), Payne Stewart (1981), Robert Wrenn (1983), dan Gary Webb (1993) asal Amerika pernah mengangkat trofi Indonesia Open. Adapun trio Filipina Filipina, yang diwakili oleh Ben Arda (1974), Eleuterio Nival (1982), Frankie Minoza (1986, 1990) turut bersinar pada ajang ini. Terakhir trio Thailand, yang diwakili oleh Thaworn Wiratchant (2005, 2011), Thongchai Jaidee (2010), Nitithorn Thippong (2022) ikut menikmati kemenangan di Indonesia.

Catatan Penampilan Steve Lewton
2024 ~ Juara – 16-under 268, 67-67-66-68
2023 ~ T2 – 16-under 272, 68-68-68-68
2022 ~ T2 – 18-under 270, 68-71-67-64
2019 ~ ABSEN
2018 ~ ABSEN
2017 ~ T32 – 5-under 283, 72-70-72-69
2016 ~ T36 – 4-under 284, 72-68-76-68
2014 ~ 64 – 4-over 288, 72-71-74-71
2013 ~ T12 – 8-under 276, 71-68-71-66


