Rayhan Abdul Latief dan Elaine Widjaja berpeluang menorehkan prestasi besar menyusul permainan meyakinkan pada putaran kedua Mandiri Ciputra Golpfreneur Junior World Championship 2024.

Sejak pertama kali digelar sebagai kejuaraan dunia pada 2007, Indonesia hanya pernah mencatatkan sejumlah nama sebagai pemenang Mandiri Ciputra Golpfreneur Junior World Championship (MCGJWC) 2024. Dari total sepuluh edisi, hanya Jovi Ocvandio Panggabean (2010), Jordan Surya Irawan (2011), Joshua Andrew Wirawan (2012), Rivani Adelia Sihotang (2014), dan Kentaro Nanayama (2019) yang pernah memenangkan kejuaraan junior dengan sejarah terpanjang di Indonesia ini. Akan tetapi, gelar bergengsi Best Gross Overall putra dan putri belum pernah dimenangkan secara bersama-sama.

Prestasi tersebut bisa terjadi pada hari ini ketika Rayhan Abdul Latief dan Elaine Widjaja memulai putaran final masing-masing di Damai Indah Golf, PIK Course. Kedua atlet unggulan Indonesia, yang juga merupakan atlet Ciputra Golfpreneur Foundation ini, sama-sama memiliki tabungan tujuh stroke lebih baik daripada pesaing terdekatnya.

Pada putaran kedua kemarin, Rayhan memperbesar keunggulannya setelah menorehkan skor 6-under 66 sehingga berada tujuh stroke di atas pegolf Singapura Aaron Wee Zheng Kai. Dari tujuh birdie yang ia torehkan, empat di antaranya ia raih secara berturut-turut dari hole 5.

”Ya, saya mendapat empat birdie berturut-turut dari hole 5, 6, 7, dan 8. Di hole 5, yang merupakan par 4 pendek itu, saya berusaha untuk memukul ke green, tapi malah tidak sampai dan menyisakan 50 meter untuk pukulan chipping dan bersyukur bisa up-and-down di hole itu (untuk birdie),” tutur Rayhan.

 

Elaine Widjaja, Round 2 MCGJWC 2024.
Jika berhasil menjadi juara, Elaine Widjaja akan menjadi pegolf Indonesia kedua setelah Rivani Adelia Sihotang yang menjuarai Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship. Foto: Yongki Hermawan/fotogolf.id.

 

”Birdie di hole 7 itu agak unik. Di sana saya melakukan pitching dari jarak 140 meter dari pin, tapi pukulan saya malah grounded. Yang mengejutkan bolanya malah berhenti di posisi yang bagus, sekitar 10 kaki dan saya berhasil memasukkan putt di sana.”

Rayhan kembali melakukan hal yang hampir mirip ketika hendak mengakhiri putaran keduanya. Pukulan keduanya gagal masuk ke green di hole 9, yang merupakan hole terakhirnya. ”Pukulan kedua saya itu menyisakan chipping dari jarak 15 meter, dari posisi kiri atas. Bukan posisi yang bagus. Pukulan saya grounded di sana sehingga harus melakukan pukulan lagi. Beruntung pukulan keempat itu berhasil masuk ke lubang (untuk par) untuk finis yang bagus. Semoga bisa berlanjut sampai besok (hari ini).”

Sembari bersiap untuk menciptakan prestasi berharga, Rayhan juga mengaku bahwa sepanjang pertandingan ia merasa terinspirasi oleh mendiang ayahnya, yang berpulang pada bulan Januari 2024 lalu. ”Mungkin ini sesuatu yang bahkan ibu saya sendiri tidak mengetahuinya. Namun, saya selalu merasa kalau ayah saya selalu mendampingi dan memberi saran yang bagus. Saya selalu berusaha mengingat dan selalu merasa kalau dia bersama saya di lapangan.

Sementara itu, Elaine juga membuka peluang menjadi pegolf putri Indonesia kedua setelah Rivani yang menjuarai kejuaraan ini. Catatan tujuh birdie dengan dua bogey kemarin memperkukuh posisinya di puncak klasemen dengan skor total 9-under 135.

 

Runa Ikoma, Round 2 MCGJWC 2024.
Runa Ikoma membuka peluang untuk melanjutkan kampanye meyakinkan dari Jepang pada ajang ini. Foto: Ciputra Golfpreneur Foundation.

 

Ia sebenarnya berpeluang untuk menyamai skor total Rayhan, dan sudah bermain 6-under ketika memasuki green di hole 9. Sayangnya, ia terpaksa melakukan dua putt dan harus puas dengan skor 67. Demikian pun ia masih memiliki modal besar lantaran bermain tujuh stroke lebih baik daripada pegolf Jepang Runa Ikoma.

”Saya sebenarnya merasa tidak begitu percaya diri di beberapa hole pertama. Menjaga sikap positif itu memang menjadi bagian tersulitnya, tapi pelatih mental saya memberi tahu kalau percaya diri itu merupakan sebuah tindakan sehingga saya bersikap percaya diri dan langkah ini terbukti sangat membantu,” tutur Elaine.

Memegang keunggulan besar jelas membuat banyak pihak menganggap kemenangan sudah hampir pasti menjadi miliknya.

”Memang tidak mudah untuk tidak memikirkan kemenangan dalam kondisi sekarang, tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menata fokus semaksimal mungkin,” tegasnya.