Kiradech Aphibarnrat segera mengikuti rangkaian turnamen penuh tekanan Korn Ferry Tour Final yang dimulai Kamis (19/8) besok.

Meski sadar bahwa kariernya pada PGA TOUR tengah dipertaruhkan, pegolf Thailand ini justru tidak khawatir. Pasalnya, ia kini berada dalam kondisi yang membahagiakan. Selain keluarganya yang kini bisa kembali bersamanya, kedi barunya juga telah membantunya mengarungi masa-masa berat yang membuatnya terlempar dari peringkat 30 besar dunia ke zona di atas 500.

Besok ia akan mulai bertanding pada ajang Albertsons Boise Open presented by Chevron, turnamen pertama dari tiga ajang Korn Ferry Tour Final. Sebanyak 25 pegolf teratas pada akhir rangkaian final ini akan meraih kartu PGA TOUR.

”Saya memainkan permainan golf yang lebih baik dalam dua-tiga bulan terakhir. Saya senang dengan swing dan permainan saya,” ujar Kiradech. ”Percaya diri saya mulai terbangun day saya pkir secara keseluruhan hanya soal percaya diri saja buat saya. Ini pertama kali dalam karier saya mengalami situasi seperti ini. Saya tak ingin memberi tekanan pada diri sendiri karena saya masih punya status pada European Tour kalau tidak suskes di AS.”

Kedatangan sang istri, Tunyatorn, sang ibu Supunnikar, dan adik perempuannya, Siriporn, ke AS bulan lalu dan keputusannya menggunakan kedi yang baru, Cole Pensanti, telah terlihat dari permainan Kiradech yang tampaknya mulai menampilkan permainan terbaiknya. Dalam kondisi puncaknya, ia telah meraih empat gelar European Tour dan menjadi pegolf Thailand pertama yang meriah kartu PGA TOUR pada tahun 2018.

Bulan lalu ia finis T39 pada ajang 3M Open dan T37 pada Wyndham Championship minggu lalu sebagai hasil terbaiknya musim 2020-2021 ini. Satu hal yang memuaskan baginya terlihat dari statistik Strokes Gained miliknya.

”Saya berada di 10 besar untuk urusan tee ke green pada 3M dan ada di posisi 68 untuk putting dan minggu lalu, saya di posisi 60 untuk tee ke green dan peringkat 10 untuk putting. Ada begitu banyak hal bagus, tapi yang terpenting sekarang ialah saya menikmati bermain golf lagi,” ujarnya.

”Keluarga saya datang ke AS bulan lalu dan mereka akan menemani saya mengikuti pertandingan dalam beberapa pekan ke depan. Rasanya saya berada di rumah saja. Memang bukan rencana mereka untuk datang ke sini, tapi semuanya ingin datang untuk mendukung saya dalam bagian akhir dari musim ini. Hal itulah yang memberikan perbedaan. Saya bisa menikmati masakan Thai rumahan, dan rasanya saya berada di momen ketika saya bermain golf dengan baik.

”Saya juga senang bekerja dengan kedi baru. Ia mendorong dan mendukung saya melakukan hal yang biasa saya lakukan, dia tahu ketika saya bingung, ketika saya takut melakukan pukulan yang buruk, dan ia langsung masuk dan mengobrol serta memberi percaya diri kepada saya. Saya pernah berada di jajaran 30 besar dunia dan sekarang 500-an, dan permainan ini bisa berubah begitu cepat. Namun, saya akan terus membawa rasa percaya diri ini dalam tiga pekan berikutnya.”

Kiradech mengaku bahwa dirinya sempat berada di posisi yang buruk setelah gagal lolos cut dalam 10 dari 12 turnamen yang ia ikuti. Perlahan-lahan ia mulai mengubah keadaan dalam sebulan terakhir. Latihannya bersama pelatih mental Lee Campbell juga menjadi penting dalam memberikan nuansa positif sembari ia bersiap mengikuti rangkaian turnamen tiga pekan ke depan. ”Kami banyak mengobrol. Kadang saya tak bisa mengendalikan diri dan tidak bisa memilih club yang tepat atau melakukan pukulan yang tepat. Satu hal besar yang Lee lakukan ialah ia mengingatkan bahwa saya adalah orang yang sama yang pernah berada di 30 besar dunia,” sambung Kiradech lagi.

”Gagal lolos cut itu menjadi masa-masa yang sangat sulit buat saya. Pergumulan besar. Saya berusaha berlatih lebih keras. Peserta PGA TOUR sekarang jauh lebih kuat dan ketika saya tidak mampu menampilkan permainan terbaik, saya hanya berusaha lolos cut dan finis di peringkat 50.

”Jika bisa menampilkan permainan terbaik lagi, saya punya banyak peluang. Saya punya permainan untuk bangkit dan bersaing lagi. Sekarang saya membutuhkan satu pekan yang bagus untuk kembali. Pekan lalu memberi banyak hal positif bagi saya dalam tiap aspek permainan. Dalam tiga pekan berikutnya, saya hanya menargetkan bermain cerdas, berusaha tetap fookus dan menikmati golf. Saya sadar kalau saya tidak perlu sempurna dan hanya tinggal memainkan permainan saya.”