Dua wakil Indonesia yang berlaga pada ajang Australian Master of the Amateurs, Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan Almay Rayhan Yagutah bersiap untuk memainkan putaran final mereka besok (11/1). Kedua pegolf amatir ini berniat untuk memaksimalkan 18 hole terakhir besok.
Pada putaran ketiga yang berlangsung tadi (10/1), keduanya sama-sama berhasil membukukan skor yang lebih baik ketimbang putaran kedua. Memanfaatkan kondisi yang lebih bersahabat ketimbang pada hari kedua, Narajie dan Almay berhasil memperbaiki permainan mereka, meskipun hasilnya masih belum sesuai yang diharapkan.
Jeda dari kompetisi selama hampir dua pekan membuat Naraajie masih cukup kesulitan untuk bisa menampilkan permainan terbaiknya. Meskipun skor yang ia torehkan pada hari ketiga ini memang lebih baik, ia memang belum mendapatkan kembali standard permainannya yang biasa. Bermain dari hole 10 di West Course The Royal Melbourne Golf Club, Naraajie membukukan skor yang tiga stroke lebih baik daripada putaran kedua.
“Putaran kedua kemarin memang luar biasa berat. Green tiba-tiba menjadi sangat licin dan angin juga berembus dengan sangat kecang, jadi kondisinya memang sangat susah. Selain itu, pin juga sulit diserang. Posisi paling aman adalah mencari jarak 7-10 meter dari pin,” jelas Naraajie menggambarkan perjuangan hari kedua.
Pada putaran kedua kemarin (9/1), ia membukukan skor 82 lantaran mendapatkan enam bogey dengan dua double bogey, tanpa sekalipun membukukan birdie. Sementara pada hari ini, ia sempat mendapat satu birdie, di hole 16, setelah sempat mendapat double bogey di hole 10 dan 14. Sayangnya, ia sulit mempertahankan momentum tersebut dan kembali mendapat bogey di hole 18. Memasuki sembilan hole terakhir, ia pun harus puas dengan tambahan satu double bogey dan sebuah bogey.
“Hari ini pukulan saya sedang jelek, di beberapa hole bola saya beberapa kali mengenai pepohonan,” ujarnya lagi. “Bermain di lapangan ini benar-benar menguji kesabaran. Soalnya mau sebagus apa pun short game-nya, kalau melesetnya salah, akan sulit melakukan up-and-down. Besok saya akan berusaha bermain lepas dan berusaha agar bisa bermain sebaik mungkin.”

Bagi Naraajie, ini memang bukan keikutsertaannya yang pertama pada ajang ini. Namun, inilah pertama kalinya ia bertanding di West Course, lapangan yang disebut-sebut sebagai lapangan No.1 di Australia, lantaran tahun lalu turnamen dimainkan di East Course.
Adapun bagi Almay, ini merupakan kali pertama ia berpartisipasi pada turnamen yang hanya diperuntukkan bagi para pegolf yang berada di zona 500 besar dunia menurut World Amateur Golf Ranking. Setelah mengalami kesulitan yang sama dengan para peserta lainnya pada hari kedua, hari ini Almay, yang berstatus peringkat 482 dunia saat memulai turnamen ini, berhasil memangkas hingga 9 stroke dari skor sebelumnya. Hasil itu ia peroleh lantaran mencatatkan sebuah birdie dengan dua bogey dan dua double bogey.
“Hari ini saya sudah mulai bisa sedikit beradaptasi dengan kondisi lapangan. Selain itu, hari ini kondisi angin juga tidak separah pada hari kedua. Green juga sedikit lembut,” ujarnya.
Sebagai pemain debutan, Almay mengaku tidak memasang target sama sekali untuk memainkan putaran final, kecuali berusaha untuk bermain semaksimal mungkin.
“Setidaknya saya ingin membawa sesuatu yang positif dari pengalaman bertanding pada pekan ini,” tandasnya.
Dengan membukukan skor total 234 pada akhir putaran ketiga tadi, Naraajie untuk sementara berada di posisi T70. Adapun Almay yang membukukan skor total 235 berada di peringkat T73.
Skor besar yang dibukukan oleh kedua wakil Indonesia ini pada dasarnya menunjukkan bahwa The Royal Melbourne Golf Club bukanlah lapangan yang mudah. Bahkan pemain papan atas seperti Seve Ballesteros dan Tom Weiskopf pun harus mencatatkan skor di atas 80 ketika bermain di lapangan ini. Seve membukukan skor 85, sedangkan Weiskopf, sang juara The Open, mencatatkan skor 82.


