Naraajie Emerald Ramadhanputra mencatatkan finis lima besar keduanya usai menuntaskan The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2025 di posisi T3.

Naraajie Emerald Ramadhanputra harus menunda merayakan gelar Asian Development Tour keempat dalam kariernya. Pada putaran final The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2025 yang berlangsung di Gunung Geulis Country Club pegolf berusia 25 tahun itu mencatatkan skor 3-under 68 sehingga akhirnya hanya bisa finis di posisi T3 dengan skor total 14-under 199.

Pegolf Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) ini hanya terpaut satu stroke dari Nopparat Panichphol, yang akhirnya keluar sebagai pemenang setelah menempuh play-off dengan pegolf China Taipei Su Ching-hung.

Dua birdie di dua hole pertama sempat memberi harapan bagi Naraajie untuk kembali meraih kemenangan di negeri sendiri. Sayangnya, ia justru menciptakan dua bogey berturut-turut, yang ia dapatkan dari hole 4 dan 5.

Ia kembali bangkit dengan mengemas birdie ketiganya lewat hole 10. Sayangnya, dua birdie tambahan dari hole 13 dan 18 tak cukup membawanya mengikuti partai play-off dengan Nopparat dan Su.

”Setelah birdie di 2 hole pertama, saya malah kena bogey lagi di dua hole berikutnya (hole 4 dan 5). Saya masih bisa mempertahankan permainan di beberapa hole berikutnya sampai kemudian menciptakan birdie di hole 10 dan menambah dua birdie lagi,” tutur Naraajie, yang juga harus berjuang beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berubah.

 

Nopparat Panichphol, Juara The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2025.
Par di hole play-off ketiga memastikan Nopparat Panichphol menjuarai gelar Asian Development Tour keduanya lewat The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2025. Foto: Faizal Rachman/The Indonesia Pro-Am.

 

Baginya, prestasinya kali ini menjadi finis lima besar pertama sejak menutup PKNS Selangor Masters bulan Januari 2025 lalu dengan berada di peringkat T5. Selain itu, hal ini turut membuktikan bahwa permainannya juga makin konsisten dan akan menjadi modal penting untuk sisa musim ini.

”Saya cukup puas dengan hasil selama tiga hari ini. Ada peningkatan dari Indonesia Open lalu. Walau belum sampai juara, secara keseluruhan saya bisa mengatasi kondisi di lapangan, jadi saya rasa hasil kali ini sangat bagus.”

Nopparat, yang memulai putaran final dari peringkat T6, tampil sebagai penantang gelar, menyaingi Su setelah mencatatkan delapan birdie dan dua bogey. Su, yang memulai putaran finalnya dengan 2-over dalam lima hole pertamanya, berusaha mengimbangi dengan menciptakan lima birdie tambahan untuk memaksakan hole tambahan.

Partai play-off sendiri harus berlangsung sebanyak tiga hole. Di hole tambahan ketiga, yang dimainkan di hole 18 West Course itu, Nopparat berhasil menyelamatkan par, sekaligus memenangkan gelar Asian Development Tour kedua dalam kariernya.

Sementara itu, Jonathan Wijono (69) juga menunjukkan permainan yang kembali menjanjikan. Pekan ini ia berhasil finis di posisi T8 dengan skor total 11-under 202. Prestasi ini sekaligus menjadi sepuluh besar pertamanya pada tahun 2025 ini.

 

Darcy Brererton asal Australia dan Sofjan Arsad, Juara Nomor Pro-Am The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2025.
Duet Darcy Brererton dan Sofjan Arsad (memegang trofi) menjadi yang terbaik pada nomor Pro-Am pada The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2025. Foto: Faizal Rachman/The Indonesia Pro-Am.

 

Penampilan yang solid juga ditampilkan oleh atlet CGF lainnya. Alfred Raja Sitohang (72), yang baru tahun ini menjadi pegolf profesional, finis di posisi T18 setelah mengemas skor total 205. Peter Gunawan (68) finis di posisi T28, dengan Gabriel Hansel Hari (71) berada di posisi T42. Adapun pegolf CGF lainnya, Kevin Caesario Akbar (74), harus puas finis di posisi T50.

Dari nomor pro-am, duet pegolf Australia Darcy Brererton dan Sofjan Arsad akhirnya tampil sebagai pemenang. Keduanya mengumpulkan skor total 28-under dan berhasil menang count-back dari pasangan Shahriffuddin Ariffin asal Malaysia dan Sholihuddin, serta Carl Jano Corpus asal Filipina dan Liong Santoso.

”Combiphar telah mensponsori 8 kali turnamen ADT. Bersama Pak Agung (Budiman, President Director Gunung Geulis Country Club), kami berkomitmen untuk mengembangkan golf di Indonesia. Melalui The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura, kami mendapat kesempatan bermain di Gunung Geulis untuk ketiga kalinya dengan format pro-am ini. Kami berharap, dengan event ini, semakin banyak pemain profesional Indonesia yang enjoy dan menjadi juara,” ujar Presiden Direktur Combiphar Michael Wanandi.

”Komitmen kami dimulai dengan Combiphar Golf Invitational yang disponsori Pak Michael (Wanandi dari Combiphar) pada 2016. Turnamennya pun sudah berkembang, dengan format baru, The Indonesia Pro-Am, yang tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan yang ketiga. Ini format baru: pro dan amatir bermain bersama. Kami berharap ini bisa menambah antusiasme untuk para pegolf level amatir supaya mereka bisa merasakan atmosfer bermain dengan profesional dalam sebuah kompetisi,” timpal Agung Budiman, Presiden Direktur Gunung Geulis Country Club.

Sementara itu, Presiden Nomura Singapura Hitoshi Kawamura mengakui antusiasme dari para pegolf profesional dan amatir Indonesia untuk ajang ini sudah terlihat dalam tiga tahun terakhir. ”Kami sangat senang melihat antusiasme para professional ADT dan pemain-pemain amatir dari Indonesia. Keikutsertaan Nomura di event ini adalah mendorong gairah kompetisi golf di Indonesia,” ujarnya.