Nurdana menjadi pegolf berbeda ke-12 yang meraih kemenangan pada sirkuit Indonesian Tourism Golf Pro Series.
Nurdana akhirnya mewujudkan gelar profesional pertamanya pada ajang Indonesian Tourism Golf Pro Series (ITGPS) ke-20, yang berlangsung di Merapi Golf Club, Yogyakarta. Pegolf asal Belitung ini mencatatkan skor 1-over 73 pada putaran final, yang terbukti cukup untuk membantunya mengangkat trofi perdana dalam karier profesionalnya.
Permainannya even par 72 pada putaran pertama memang kalah bersinar daripada Syukrizal, Rory Hie, dan pegolf amatir Agus Surpiyanto, yang memimpin hari pertama dengan torehan 2-under 70. Akan tetapi, Nurdana mencatatkan skor terendahnya sepanjang musim ini ketika membukukan 8-under 64 pada putaran kedua.
Sempat memulai permainannya pada hari kedua itu dengan bogey di hole 1 par 4, Nurdana justru sukses mencatatkan enam birdie di tujuh hole berikutnya, sebelum akhirnya menambah tiga birdie lagi di sembilan hole terakhirnya, di mana dua di antaranya ia torehkan di hole 17 dan 18.
Bermain bersama dua jawara ITGPS musim ini, Benita Yuniarto Kasiadi (144) dan Syukrizal (143), dalam posisi sebagai pimpinan klasemen jelas menjadi pengalaman baru bagi Nurdana. Tidaklah mengherankan jika kemudian di sembilan hole pertamanya ia terpaksa mencatatkan tiga bogey di hole 1, 6, dan 7, serta double bogey di hole 4.

Beruntung ia memulai putaran final itu dengan modal keunggulan delapan stroke dari Benita dan tujuh stroke dari Syukrizal memberinya bekal yang sangat berarti. Selain itu, dua birdie di hole 5 dan 7 cukup membantu meminimalisasi skor yang lebih besar lagi.
Memasuki sembilan hole terakhir, Nurdana harus kehilangan tiga pukulan setelah mendapat bogey di hole 10 dan double bogey di hole 11. Akan tetapi, birdie ketiga yang ia raih dari hole 13 menjadi titik balik baginya dan ia berhasil menutup putaran final dengan permainan cemerlang. Tiga birdie di tiga hole terakhir memastikan kemenangan enam stroke atas Bradley Taslim (68) dan Kevin Caesario Akbar (70).
Benita (74) dan Syukrizal (75) akhirnya hanya bisa berbagi tempat keempat dengan Elki Kow (70). Sementara itu, Kim Junghan (69), Indra Hermawan (70), Fahmi Reza (73), dan Rusli Abu Bakar (74) berada di peringkat 7.
Kemenangan ini jelas terasa manis, mengingat Nurdana baru beralih profesional pada bulan Juni 2023 lalu. Ia bahkan baru bisa melakoni debut profesionalnya pada ITGPS 7 di Modern Golf and Country Club, Tangerang. Kala itu ia memang hanya bisa bermain dalam dua putaran, namun dari total 9 seri yang ia ikuti hingga kemenangannya di Merapi Golf Yogyakarta itu, pegolf yang saat ini berpangkat Brigadir Polisi Satu ia tak lagi pernah gagal lolos cut.

Bahkan pada Seri 9, yang berlangsung di Damai Indah Golf PIK Course, skor 72-72-70 yang ia bukukan dalam tiga putaran menjadi satu-satunya penampilan tanpa bermain di atas par sepanjang tahun ini. Skor total 2-under 214 itu menempatkannya finis T11.
Setelah finis T17 di Riverside Golf Club, Nurdana berhasil menembus jajaran atas pada Seri 12 di Rawamangun. Finis T4 di lapangan legendaris Jakarta Golf Club itu menjadi prestasi terbaiknya sampai akhirnya mengangkat trofi di Yogyakarta.
Ia sebenarnya sempat tampil sebagai pemuncak klasemen pada putaran pertama Seri 19 di Karawaci. Sayangnya, permainannya dalam dua putaran berikutnya hanya bisa mengantarkannya menembus 15 besar untuk ketiga kalinya.
Kemenangan ini turut melambungkan peringkat Nurdana pada klasemen Order of Merit PGA Tour of Indonesia. Hadiah uang sebesar Rp64 juta yang ia menangkan di Yogyakarta membawanya mengakhiri tahun 2023 ini di peringkat 20 Order of Merit.

Juara ITGPS hingga Seri 20
Seri 1: Jonathan Wijono (1)
Seri 2: Jonathan Wijono (2)
Seri 3: Nasin Surachman
Seri 4: Jonathan Wijono (3)
Seri 5: Jonathan Wijono (4)
Seri 6: Benita Yuniarto Kasiadi (1)
Seri 7: Syukrizal (1)
Seri 8: Jonathan Wijono (5)
Seri 9: Kentaro Nanayama
Seri 10: Peter Gunawan
Seri 11: Naraajie Emerald Ramadhan Putra
Seri 12: Moch. Seandy Alfaraby
Seri 13: Jonathan Wijono (6)
Seri 14: Rory Hie
Seri 15: Kevin Caesario Akbar
Seri 16: Syukrizal (2)
Seri 17: George Gandranata
Seri 18: Benita Yuniarto Kasiadi (2)
Seri 19: Benita Yuniarto Kasiadi (3)
Seri 20: Nurdana


