C.T. Pan dan Im Sungjae akan memulai putaran ketiga The Genesis Invitational dari posisi 15 besar.

Tiga birdie dengan dua bogey membuat pegolf China Taipei C.T. Pan hanya melakukan sedikit pergerakan di Riviera Country Club. Skor 1-under 70 pada putaran kedua membuat peringkatnya harus turun ke posisi T14 lantaran hanya mengumpulkan skor total 137, kali ini sebelas stroke di belakang Joaqui Niemann, yang berhasil mengukuhkan posisinya di puncak klasemen dengan kembali menorehkan skor 63.

Memulai putaran kedua dengan empat stroke di belakang Niemann, Pan tampaknya bakal memperbaiki posisinya berkat dua birdie di tiga hole pertama yang kemarin (18/2) ia mulai dari hole 10. Meskipun di hole 18 ia mencatatkan bogey, ia lekas bangkit dan meraih birdie ketiganya hari itu di hole 1. Celakanya, di hole 2 par 4 itu bolanya masuk ke rough dan membutuhkan dua pukulan lagi untuk mencapai green dan dua putt untuk bogey keduanya. Dan dalam tujuh hole berikutnya ia hanya bermain even par dan harus puas dengan skor 70.

Bagi Pan, skor 67 dan 70 dalam dua putaran ini jelas jauh lebih baik ketimbang ketika ia mencatatkan satu-satunya lolos cut pada tiga penampilannya terdahulu lewat ajang Farmers Insurance Open, ketika ia membukukan skor 67 dan 72. Meskipun sehari sebelumnya mengaku permainannya lebih baik, Pan akan membutuhkan permainan yang lebih konsisten dan solid untuk memperbaiki posisinya pada putaran ketiga nanti.

Pegolf Asia lainnya, Im Sungjae, justru melakukan pergerakan berarti. Setelah mengawali pekan ini dengan skor even par 71, pemegang dua gelar PGA TOUR ini memperbaiki permainannya untuk menorehkan skor 66, berkat enam birdie dan sebuah bogey. Skor total 5-under 137 membawanya ke jajaran 15 besar.

Adapun pemegang tiga gelar PGA TOUR Kim Siwoo kembali menorehkan skor 2-under 69 untuk menempati posisi T22.

 

 

Niemann jelas menjadi bintang yang bakal dikejar oleh para pesaingnya ketika putaran ketiga dimulai hari ini (19/2). Pegolf asal Chile ini kini membuka peluang untuk menjuarai gelar PGA TOUR kedua dalam kariernya. Ia benar-benar menikmati ketajaman putting yang membantunya mencatatkan 16 birdie, sebuah eagle, dan hanya dua bogey dalam dua putaran pertama ini. Ia bahkan memulai putaran keduanya dengan eagle di hole 1 par 5, justru ketika ia sebenarnya kurang tidur.

”Jelas (eagle itu) awal yang sangat bagus setelah putaran pertama kemarin (17/2). Saya kurang tidur, kami menyelesaikan putaran pertama cukup larut dan mesti bermain lebih pagi, tapi kami memulainya dengan baik sejak awal,” jelas Niemann.

”Saya pikir semua (aspek permainan saya) berjalan dengan baik. Pastinya saya memasukkan banyak putt saat ini. Rasanya saya memulai guliran bola saya segaris dengan putter, jadi ketika Anda menghadapi green sebagis ini dan bola Anda bergulir sesuai jalurnya, Anda punya peluang bagus untuk memasukkan banyak putt, jadi saya pikir itulah poin pentingnya pekan ini.”

Posisinya saat ini persis dengan ketika ia menjuarai gelar PGA TOUR pertamanya pada ajang A Military Tribute at The Greenbrier 2019. Kala itu ia menjadi pimpinan klasemen dalam dua putaran pertama.

Cameron Young akan menjadi pesaing terdekat bagi Niemann. Ia mencatatkan skor 29 di sembilan hole terakhirnya setelah sebelumnya mencatatkan 3-under di sembilan hole pertama. Skor 62 itu sekaligus menjadi skor terendah pada putaran kedua.

”Sejujurnya, saya bahkan tidak yakin sampai memasukkan birdie di hoole 9 itu. Di hole 8 saya merasa berhasil lolos dari masalah, yang kemudian malah berujung birdie. Saya tidak sadar skor saya di empat hole terakhir itu sampai saya meninggalkan lapangan, tapi kapan pun Anda mendapat beberapa birdie di empat hole terakhir, itu berarti Anda bermain dengan baik, terutama di lapangan ini,” ujar Young.