Para pegolf profesional dari Thailand tampil dominan di Pakistan. Sebanyak delapan dari total 14 pemain yang menghuni sepuluh besar pada akhir putaran kedua UMA CNS Open Golf Championship kemarin (12/10) merupakan pemain Thailand. Dan tiga pemain di antaranya berada di peringkat teratas.

Jakraphan Premsirigorn, Namchok Tantipokhakul, dan Suradit Yongcharoenchai berbagi peringkat pertama setelah ketiganya sama-sama mengumpulkan skor total 7-under 137. Masing-masing menorehkan skor 68, 70, dan 68 dengan hanya unggul satu stroke dari pesaing terdekat mereka, yang juga rekan senegaranya, Pawin Ingkhapradit, dan pegolf tuan rumah Muhammad Munir.

Premsirigorn bermain luar biasa di sembilan hole pertamanya, yang ditandai dengan empat birdie, sebelum kemudian membukukan sebuah birdie dan sebuah bogey di sembilan hole terakhirnya untuk menutup putaran keduanya dengan total 7-under 137.

Pegolf yang meraih kartu Asian Tour musim 2018 berkat finis di posisi T3 ini memang mengalami musim yang berat. Dalam enam turnamen Asian Tour yang ia ikuti, belum sekalipun ia menikmati putaran akhir pekan. Tampaknya peruntungannya mulai berubah kali ini.

“Rasanya senang sekali bisa berada di posisi ini, terutama setelah pulih dari cedera pergelangan tangan. Setelah mendapatkan kartu Tour, saya mesti absen selama empat bulan. Dan saya masih belum lolos cut tahun ini lantaran masih belum siap. Tapi sekarang saya 80-100% siap,” ujar Premsirigorn.

Bermain di Karachi Golf Club yang bersejarah, ia menyadari bahwa pukulan tee menjadi sangat krusial.

“(Di Karachi Golf Club) Anda harus berkomitmen pada tiap jalur dan pukulan karena Anda tak bisa melihat di mana bola akan mendarat.” – Danny Masrin

“Kalau meleset, Anda bakal mendapat masalah.” ujar Premsirigorn lagi. “Saya nyaris tanpa cela di sembilan hole pertama dan saya pikir saya pun main bagus di sembilan hole terakhir, cuma putting saya saja yang tidak langsung masuk.”

Hal sebaliknya justru dialami Namchok Tantipokhakul. Pimpinan klasemen pada hari pertama ini masih melanjutkan performa tee off yang kurang bagus. Kali ini ia hanya memukul tujuh dari 14 fairway. Sayangnya lagi, kali ini ia tidak bisa memaksimalkan permainan putter-nya, meskipun masih bisa bermain 2-under 70 dan meramaikan persaingan di posisi teratas.

“Saya pikir driver saya memang tidak bagus hari ini (kemarin). Saya masih bisa memukul banyak bola ke green, tapi putting saya malah jelek. Padahal kemarin sangat bagus, saya bisa memasukkan delapan birdie, tapi kali ini hanya tiga birdie,” tutut Namchok.

Meski merasa kecewa dengan permaiannnya, toh Namchok masih bisa puas lantaran kini ia berada di posisi teratas, meskipu berbagi dengan dua rekan senegaranya.

“Selama pemain dari Thaiand bisa memenangkan turnamen ini, saya sudah senang,” tuturnya.

Suradit, yang tengah mengincar gelar Asian Tour pertamanya, ikut bergabung di jajaran teratas. Ia sempat memulai dengan serangkaian par, sampai akhirnya membukukan tiga birdie berturut-turut dari hole 7. Dua birdie lagi dan sebuah bogey membantunya untuk bermain dengan skor 68 pada hari kedua.

Suradit Yongcharoenchai bergabung bersama dua rekan senegaranya, Jakraphan Premsirigorn dan Namchok Tantipokhakul di puncak klasemen dengan torehan 7-under 134. Foto: Asian Tour.

Meski para pegolf Thailand merajai jajaran atas klasemen, bagi Indonesia keberhasilan Danny Masrin melewati “lubang jarum” jelas mendatangkan suatu kebanggaan. Usai bermain dengan skor 74 pada hari pertama, kemarin Danny mencatatkan skor 6-under 66.

Bermain pada sesi pagi hari, ia berhasil mempertahankan momentum yang ia peroleh sepanjang hari. Semua itu bermula dari par di hole 10, yang merupakan hole pertamanya. Ia meraih birdie pertama di hole 12 dan menambahnya lagi di hole 15.

“Saya berusaha memukul fade dan draw pada hari pertama dan setelah itu, saya ke driving range dan fokus hanya memukul fade. Di hole pertama (kemarin), saya memukul ke pepohonan, mengeluarkan bola dari sana dan berhasil mengamankan par. Setelah itulah saya mulai sering memukul ke green, memasukkan sejumlah putt jarak jauh dan mengamankan banyak par untuk mempertahankan momentum,” tutur Danny.

Danny menambah empat birdie lagi, yang ia bukukan secara berturut-turut dari hole 2-5 dan mengaku puas dengan permainan tanpa bogey.

“Pada dasarnya, saya membuat permainan lebih sederhana. Di sini, Anda harus berkomitmen pada tiap jalur dan pukulan karena Anda tak bisa melihat di mana bola akan mendarat,” ujar Danny.

Ajang UMA CNS Open Golf Championship yang memperebutkan total hadiah sebesar US$300.000 ini sendiri didukung oleh United Marine Agencies, yang merupakan salah satu dari lima agen pelayaran papan atas di Pakistan.

Leave a comment