Tiga pegolf Swedia, dipimpin oleh Ingrid Lindblad, melangkah ke babak 8 besar.
Women’s Amateur Championship kini memasuki babak-babak akhir dan segera memulai babak perempat final. Dari delapan pegolf yang akan bersaing untuk menembus semifinal dan final, para peserta Eropa tahun ini menunjukkan kualitasnya dengan kehadiran yang dominan. Dari delapan peserta tersebut enam di antaranya merupakan pegolf Eropa dengan hanya dua peserta asal Amerika. Dan Swedia, yang dipimpin oleh pegolf No.1 Dunia Ingrid Lindblad, menempatkan tiga pemainnya.
Pegolf teratas kualifikasi stroke play asal Irlandia Beth Coulter menjadi salah satu unggulan yang menembus babak delapan besar. Ia akan menghadapi pegolf Swedia lainnya, Elin Pudas Remler. Adapun pegolf Jerman Chiara Horder akan menghadapi Ffion Tynan dari Wales. Lindblad harus menghadapi rekan senegaranya, Kajsa Arwefjall, sementara dua pegolf Amerika Catherin Rao dan Annabelle Pancake akan saling berhadapan. Dengan demikian babak semifinal dipastikan akan ditempati oleh wakil Swedia dan Amerika.
Lindblad berhasil melaju usai menaklukkan pegolf Inggris Patience Rhodes di babak 32 besar dan pegolf Spanyol Cayetana Fernandez Garcia-Poggio di babak 16 besar.
Pegolf berusia 21 tahun ini menghadapi perlawanan berarti dari Rhodes, yang sempat memegang kendali permainan hingga hole 7. Setelah menyamakan kedudukan berkat birdie ketiganya dari hole 8, Lindblad akhirnya mulai unggul dengan dua birdie berturut-turut di hole 11 dan 12, dan bahkan unggul 2-up dengan birdie keenamnya dari hole 15. Rhodes sempat mengejar dengan birdie di hole 15 dan 16, namun bogey di hole terakhir praktis memupus harapannya.

Lindblad meneruskan dominasinya ketika menghadapi pegolf No.3 Dunia Garcia-Poggio di babak 16 besar. Sejak mencuri poin di hole 3 dengan birdie, ia tak pernah tertinggal dari pesaingnya itu. Tambahan birdie di hole 8 dan eagle di hole 12 membuatnya unggul 2-up. Dan meskipun akhirnya mendapat bogey pertamanya di hole 15, ia sukses menyudahi perlawanan Garcia-Poggio setelah pegolf Spanyol itu menorehkan double bogey di hole yang sama.
”Di sembilan hole pertama sepertinya ia menang satu hole, saya memenangkan satu gole dan dia menang satu hole lagi. Jadi, kami saling balas. Lalu rasanya saya mulai bisa pegang kendali di sembilan hole terakhir. Pukulan saya mendekati lubang di hole 12 dan tidak mesti melakukan putt!” ujar Lindblad.
”Sepertinya (para pegolf Swedia) cukup bagus di lapangan links. Saya pikir kami punya tim nasional yang bagus dan komunitas yang bagus juga di sekitarnya. Menurut saya hal itu sangat membantu.”
Seperti halnya Lindblad, Coulter juga harus berjibaku di babak 32 besar. Menghadapi pegolf termuda Lucy Lin asal Siprus, ia harus bermain hingga 19 hole lantaran lawannya tampil dengan gigih.

Dua bogey di hole 7 dan 8 terbukti membuka peluang bagi Lin untuk mengejar ketertinggalannya. Eagle yang diciptakan pegolf 13 tahun itu di hole 12 juga menjadi kunci yang membuatnya menyamakan kedudukan. Ia bahkan berbalik unggul setelah Coulter mendapat double bogey di hole 13. Meski Coulter menorehkan dua birdie di dua hole berikutnya, Lin juga mendapat birdie di hole 15 yang memaksa keduanya harus bermain hingga hole ke-19, di mana Lin akhirnya harus takluk lantaran mendapat bogey.
”Dia luar biasa. Jelas dia bisa menjadi Rose berikutnya. Dalam usia 13, pukulan saya tidak sejauh dia. Dia juga lihai dengan [utter-nya dan jelas punya masa depan yang cerah dalam golf. Benar-benar partai yang luar biasa,” puji Coulter.
Pegolf Irlandia ini kemudian berhasil menembus perempat final setelah menaklukkan pegolf Perancis Justine Fournand, yang menyingkirkan pegolf Malaysia Jeneath Wong. Coulter mengakhiri perlawanan Fournand dengan kemenangan 2-up.
”Match play itu belum berakhir sampai benar-benar tuntas. Saya selalu menjunjung nilai ini dan saya pikir hal itu penting karena meskipun Anda tertinggal, sangatlah penting untuk tidak membiarkan diri Anda terbawa suasana,” sambung Coulter. ”Sore ini (kemarin) saya melihat hasil dari kerja keras itu. Saya dua kali melakukan dua putt di hole 16 dan 17, tapi saya masih yakin dengan 1-up menuju hole 18 dan akhirnya bisa menuntaskannya.”


