Pegolf Filipina Rico Huey tampil cemerlang dan berbagi puncak klasemen ajang World Wide Technology Championship.

Berbekal permainan yang mampu mengatasi angin kencang, pegolf Filipina Rico Huey menorehkan skor 5-under 67 untuk menjadi salah satu pemuncak klasemen sementara putaran pertama World Wide Technology Championship. Start cemerlang ini mulai membuka harapan untuk mewujudkan kemenangan pertama di panggung PGA TOUR.

Pegolf yang kini berusia 29 tahun ini harus berjuang keras untuk mencatatkan tujuh birdie dan dua bogey di El Cardonal, di Diamante, Los Cabos, Mexico untuk berada di puncak klasemen bersama Tom Whitney dan Kevin Streelman dalam turnamen yang menjadi bagian dari kalender musim gugur FedExCup ini. Adapun juara bertahan Erik van Rooyen dari Afrika Selatan menuai skor 68.

”… angin berembus sangat kencang sehingga pukulan seperti apa pun yang bisa membawa bola ke green rasanya sudah luar biasa. ”

Dengan sisa tiga turnamen pada kalender musim gugur ini, beberapa pegolf Asia harus berjuang keras untuk masuk zona 125 besar pada peringkat FedExCup Musim Gugur untuk mengamankan kartu PGA TOUR tahun 2025. Kim Seonghyeon asal Korea, yang memulai pekan ini di peringkat 122, harus mencatatkan skor 78. Adapun rekan senegaranya, Noh Seungyul, yang menempati peringkat 181, mencatatkan skor 71. Pegolf China Carl Yuan bermain even par 72 dan harus memperbaiki posisinya yang kini menghuni peringkat 131.

Hoey tiba di Meksiko tanpa kekhawatiran terkait statusnya lantaran sudah berada di peringkat 85 dalam musim perdananya. Setelah gagal lolos cut dalam 10 dari 15 turnamen yang ia ikuti, ia telah mengemas empat kali finis di sepuluh besar, termasuk kalah play-off pada ajang ISCO Championship dan finis di tempat ketiga pada Shriners Children’s Open.

Putaran pertamanya di lapangan El Cardonal, yang didesain oleh Tiger Woods kali ini, di antaranya, menampilkan chip-in birdie yang cemerlang di hole 11. Dalam kondisi angin kencang, ia masih mampu memukul bolanya ke 14 fairway untuk mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pemukul driver terbaik.

”Saya suka layout-nya, menyenangkan karena ada banyak hole bagus yang menuntut pukulan bagus pula.”

”Saya main 1-under di sembilan hole pertama. Rasanya pukulan-pukulan saya sejauh ini bagus, namun angin berembus sangat kencang sehingga pukulan seperti apa pun yang bisa membawa bola ke green rasanya sudah luar biasa. Saya mulai panas di sembilan hole terakhir, mulai hole 10, berhasil memukul bola dan menyisakan jarak 3,6 meter dan sukses memasukkannya. Lalu saya melakukan chip-in di hole 11, keren juga, dan dari situ permainan saya terus berlanjut,” tutur pegolf kelahiran Manila dan besar di AS ini. Ia sendiri telah tiga kali masuk All-American ketika kuliah pada University of Southern California.

Ia meraih kartu PGA TOUR 2024 dengan finis di zona 30 besar Korn Ferry Tour musim lalu berkat tujuh kali finis di sepuluh besar, termasuk menjuarai Visit Knoxville Open. Dalam musim pertamanya berkiprah pada PGA TOUR, ia banyak bertanding di berbagai lapangan golf untuk pertama kalinya, dan dalam kunjungan pertamanya ke El Cardonal ini ia terlihat sangat menikmatinya.

”Saya suka layout-nya, menyenangkan karena ada banyak hole bagus yang menuntut pukulan bagus pula,” ujarnya. ”Saya berusaha memukul rendah dan beruntung bisa melakukan pukulan-pukulan yang tepat. Jadi, saya ingin mempertahankan rencana permainan ini dan mendengar kedi saya, Brian, dan melangkah dari sana.”