Jaden Dumdumaya menargetkan kembali ke Augusta National melalui jalur Asia-Pacific Amateur Championship.
Pegolf No.1 Filipina Jaden Dumdumaya sudah merasakan magis Augusta National, yang menjadi target impian bagi banyak pegolf. Akhir bulan ini, mahasiswa University of Southern California (USC) berusia 20 tahun ini akan berusaha kembali ke lapangan impian itu dengan menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) ke-17 di Te Arai Links di Selandia Baru pada 29 Oktober-1 November.
Dumdumaya memenuhi salah satu impian masa kecilnya dengan menembus kualifikasi pada Divisi Boys 14-15 pada Drive, Chip & Putt Finals tahun 2022, ajang tahunan yang digelar di Augusta National pada akhir pekan sebelum The Masters. Ajang tersebut sudah diluncurkan satu dasawarsa sebelumnya untuk mengembangkan golf.
Kala itu, ia menerima trofinya dari Juara Masters 2020 Dustin Johnson dan bertemu para legenda, termasuk Bubba Watson. Kini ia membidik target untuk bisa kembali ke Augusta National lagi, mengingat juara Asia-Pacific Amateur mendapat undangan untuk mengikuti The Masters dan The Open.
”Rasanya seperti Disneyland bagi para pegolf,” tutur Dumdumaya menyoal pengalamannya di Augusta National. ”Lapangannya luar biasa spektakuler. Sungguh murni, sangat rapi, segalanya terlihat seperti lukisan yang dipajang.”
Dumdumaya, kini No.57 pada World Amateur Golf Ranking, akan bertolak ke Selandia Baru sebagai salah satu pemain favorit bersama juara bertahan Fifa Laokapdee dari Thailand, Taisei Nagasaki asal Jepang, Harris Takis dari Australia, Zhou Zhiqin dari China, dan Nguyen Anh Minh asal Vietnam yang menjadi beberapa pesaing terkemuka.

Ia sadar butuh upaya yang luar biasa untuk bisa meraih kemenangan.
”Bisa bermain dalam AAC pertama saya rasanya tentu sangat berarti. Saya merasa sangat bersemangat bisa mengusung bendera Filipina dan semoga bisa membawa pulang kemenangan,” ujarnya.
”Ada pemain terbaik dari yang terbaik, dan para pemain yang benar-benar bagus di sekitar Asia. Rasanya saya punya kemampuan untuk bermain dengan baik dan semoga bisa tampil sebagai pemenang.”
Dumdumaya, yang kelahiran California ini, telah membangun reputasinya di kancah golf amatir. Ia meraih sejumlah prestasi dengan meraih gelar terbanyak pada Junior Tour of Northern California, berturut-turut menjuarai gelar Pacific Coast Amateur, dua gelar pada kejuaraan junior negara bagian di California, dan yang terakhir, meraih predikat Big Ten Golfer of the Year 2026.
Ia menyebut peran Teddy, sang kakek, serta Stan dan Jenny, ayah dan ibunya, yang menanamkan kecintaan pada olahraga ini. Stan, mengajar golf secara profesional dan merupakan satu-satunya pelatih bagi Jaden, mencintai The Masters dan menanamkan rasa hormat kepada sejarah dan tradisi kepada putranya.
”Jaden sangat mampu melakukan diagnosis pribadi pada swing golfnya dan mengatasi problem yang ia hadapi dalam sebuah putaran.” — Mark Hankins, Pelatin Tim Golf USC.
Dengan digelarnya Drive, Chip & Putt (DCP), keluarga ini pun memulai misinya untuk membawa Dumdumaya ke Augusta National. Namun, butuh tujuh tahun percobaan hingga ia menembus babak final empat tahun silam, setelah memenangkan tiga putaran kualifikasi.
”Kakek Teddy …, dialah yang mulai bermain golf di keluarga kami dan mengajari ibu saya, yang kemudian memperkenalkannya kepada ayah. Kalau bukan karena kecintaannya pada olahraga ini, mungkin saya tidak akan bermain golf sekarang,” ujar Dumdumaya memuji peran almarhum sang kakek.
”Sudah menjadi mimpi saya dan ayah saya untuk bisa ke Augusta National. Sungguh luar biasa bisa menyaksikan The Masters, melihat semua pemain terbaik di dunia bermain di tempat yang begitu ikonik. Butuh bertahun-tahun untuk bisa menembus final (DCP) dan pengalamannya luar biasa, mungkin salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya.
”Ayah selalu menekankan betapa pentingnya The Masters bagi olahraga golf. Dan saya kira mengikuti jejaknya dan melihat betapa ia senang menonton The Masters dan betapa berarti ajang ini baginya, rasanya semua itu menurun ke saya juga.”
Jalan panjang yang ia ambil untuk mencapai Augusta National menggarisbawahi ketekunan dan determinasi, yang membuatnya mendapat julukan ”Lil’ Dragon”—naga kecil—yang Stan berikan kepada putra bungsu dari ketiga anaknya itu.

Julukan itu menjadi penting dalam cara pendekatan Dumdumaya terhadap golf. Dengan tinggi sekitar 167 cm, ia sadar dirinya tidak punya postur fisik seperti para pesaingnya. Ia justru mengatasi kekurangannya itu dengan semangat kompetitif.
”Ada sejumlah simbol ketabahan, kekuatan, seakan punya rasa garang yang berlimpah,” ia menjelaskan soal julukannya itu. ”Rasanya orang meremehkan karena postur saya, tapi saya membiarkan permainan golf saya yang bicara di lapangan.
”Ayah saya lahir pada tahun naga, sementara saya lahir pada tahun anjing. Jadi, ia menjuluki saya ’Lil’ Dragon’. Saya suka bertanding. Saya suka bermain melawan orang lain. Perasaan saat memenangkan sesuatu benar-benar terpatri dalam diri saya (sejak kecil) dan membuat saya sadar kalau saya bisa benar-benar mahir.”
Dumdumaya benar-benar menghargai kesempatan bermain pada Asia-Pacific Amateur Championship yang diberikan kepada para pemain sepertinya dan berharap bisa tampil maksimal dalam debutnya ini.
”Ajang ini sudah menjadi incaran saya sejak yang di Melbourne (tahun 2023). Lantaran tinggal di AS, saya kira mustahil bisa ikut dan satu-satunya peluang untuk bermain pada The Masters ialah melalui ajang U.S. Amateur. Bisa mengetahui soal Asia-Pacific Amateur dan mendapat kesempatan mengikutinya sekarang tenttu sangat berarti. Saya sungguh bersemangat,” ujarnya lagi.

Pelatih tim golf pria USC, Mark Hankins, yakin Dumdumaya punya potensi untuk memenuhi impiannya.
”Jaden sangat mampu melakukan diagnosis pribadi pada swing golfnya dan mengatasi problem yang ia hadapi dalam sebuah putaran. Ia yakin pada kemampuannya dan mampu bermain agresif, sambil mengamankan par di hole-hole yang sulit dan menantang,” jelas Hankins.
”Aspek mentalnya berkembang lewat pengalamannya di USC dan akan terus menjadi pribadi yang sulit dikalahkan sepanjang karier kuliahnya. Permainan mentalnya makin kuat melalui kerja keras yang kami lakukan di USC, termasuk lewat dorongan fasilitas lapangan golf kelas elite yang kami miliki.
”Ketika ia sudah fokus, dia menjadi benar-benar serius dan tidak membiarkan tekanan atau gangguan luar memengaruhi permainannya. Potensinya memang tanpa batas.”
Shinichi Suzuki, Juara Philippine Amateur Open 2026, dan Rolando Bregente akan turut menemani Dumdumaya untuk tampil di Te Arai Links.

