Elaine Widjaja, Rayi Geulis Zullandari, dan Bianca Naomi Amina Laksono mengakhiri perjuangannya pada Queen Sirikit Cup edisi ke-42 dengan membawa pulang pelajaran berharga.

Trio Indonesia pada ajang Queen Sirikit Cup edisi ke-42 menuntaskan perjuangannya dengan membawa pulang sejumlah catatan berharga dalam karier golf masing-masing. Dari klasemen individu, para pemain Indonesia harus puas berada di jajaran 35 besar, sementara dari klasemen beregu Tim Indonesia harus kembali menempati posisi ke-12, satu tempat di atas Myanmar yang menjadi juru kunci.

Secara personal, catatan permainan Elaine mengalami tren positif sejak putaran pertama. Meskipun permainannya belum cukup untuk membawanya bersaing dengan para pegolf elite Asia Pasifik lainnya, usai menorehkan skor terbesarnya pada putaran kedua, pegolf asal Jawa Tengah ini terus memperbaiki permainannya sampai akhirnya mengakhiri putaran final tadi dengan skor 2-over 74, berkat satu birdie dan tiga bogey. Bersama Bianca, Elaine mencatatkan skor terendah bagi Tim Indonesia selama empat putaran ini—Bianca menorehkan skor 74 pada putaran kedua.

 

Rayi Geulis Zullandari, Round 4 Queen Sirikit Cup 2022.
Rayi Geulis Zullandari hanya bisa menorehkan tiga birdie sepanjang 72 hole bertanding pada Queen Sirikit Cup edisi ke-42. Foto: Queen Sirikit Cup.

 

Dari 72 hole yang ia mainkan, Elaine mengoleksi raihan birdie paling banyak di antara para pemain Indonesia. Dengan raihan 5 birdie, 17 bogey, satu double bogey dan satu triple bogey, ia menyudahi debutnya pada ajang yang sejatinya bernama Asia-Pacific Amateur Ladies Golf Team Championship ini dengan menempati peringkat 31. Akumulasi skor 78, 79, 76, dan 74 membawa Elaine finis di peringkat 31 dengan skor total 307.

Rayi menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tak meraih birdie pada putaran final tadi. Tiga bogey, masing-masing, di sembilan hole pertama dan kedua, membuatnya menyudahi debutnya pekan ini dengan skor 78. Dengan demikian, catatan terbaiknya ialah ketika bermain 3-over 75 pada putaran kedua, tatkala permainan terpaksa tertunda hingga tiga jam akibat cuaca buruk. Skor total 312 membawa Rayi mengakhiri Queen Sirikit Cup ke-42 ini di posisi 32.

Pada putaran final tadi, Bianca berhasil memangkas skornya hingga lima stroke dari catatan permainannya pada putaran ketiga kemarin (26/5). Satu birdie menghias kartu skornya, namun ia masih harus mencatatkan lima bogey sehingga menuntaskan pertandingan ini dengan skor 77 dan skor total 313, satu stroke di belakang Rayi. Bianca pun menempati peringkat 33, berbagi posisi dengan pegolf India Janniya Dassani dan pegolf Filipina Samantha Marie Dizon.

 

Bianca Naomi Amina Laksono, Round 4 Queen Sirikit Cup 2022.
Bianca Naomi Amina Laksono menorehkan skor total 313 dalam empat putaran di Laguna National Golf and Resort. Foto: Queen Sirikit Cup.

 

Meskipun terbilang babak belur, ketiga pegolf remaja ini jelas membawa pulang pelajaran yang berharga dari Laguna National Golf and Resort. Bermain di lapangan yang sama dengan para pegolf elite Asia Pasifik, seperti Mizuki Hashimoto, Juara Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP), yang keluar sebagai juara individu; Natthakritta Vongtaveelap yang menjadi runner-up dan peraih medali emas SEA Games Vietnam; atau Lee Jihyun asal Korea yang menempati peringkat 55 World Amateur Golf Ranking akan menyisakan catatan penting bagi karier Elaine, Rayi, dan Bianca.

”Di Indonesia kita masih minim dengan ajang sekaliber ini. Itu sebabnya, PGI memberi kesempatan bagi mereka untuk bermain pada ajang besar, seperti ini. Harapapnnya, tahun depan atau bahkan pada ajang berikutnya, mereka bisa lebih siap dan tidak lagi berpatokan pada standard prestasi di nasional,” jelas Alga Topan, yang bersama Lawrie Montague ikut mendampingi ketiga pegolf putri ini.

”Mungkin mereka adalah junior-junior terbaik Indonesia saat ini, tapi faktanya mereka belum bisa bersaing dengan para pemain top Asia Pasifik. Ini jelas pengalaman berharga karena mereka beruntung bisa mendapat kesempatan bermain dengan para pemain elite dalam satu turnamen. Dengan demikian, setidaknya mereka tahu mesti bagaimana untuk mempersiapkan diri agar bisa kompetitif dengan para pegolf luar negeri.”