Jennifer Quinn Effendi membukukan penampilan terbaiknya pada ajang Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 dengan finis di posisi T2.

Jennifer Quinn Effendi mencatatkan penampilan terbaiknya selama mengikuti Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship. Dalam tiga putaran yang berlangsung di Damai Indah Golf PIK Course, pegolf asal Kediri, Jawa Timur ini mencatatkan skor total 5-under 211 untuk finis di peringkat T2.

Pegolf berusia 13 tahun ini sempat mengawali putaran final dengan keunggulan satu stroke atas pegolf Thailand Kanyarak Pongpithanon. Akan tetapi, ia terpaksa tertinggal satu stroke setelah membukukan bogey di hole 4, sementara Kanyakorn justru meraih birdie. Bahkan ketika akhirnya mendapat birdie pertamanya di hole 5, ia harus kembali tertinggal dua stroke setelah pesaing terdekatnya itu menciptakan birdie kedua dari hole 6.

Meskipun harus menutup sembilan hole pertamanya dengan even par, berkat bogey di hole 7 dan birdie di hole 8, Jennifer sebenarnya masih berpeluang untuk mengejar di sembilan hole terakhir.

 

Jennifer Quinn Effendi 2, Round 3 MCGJWC 2026.
Jennifer Quinn Effendi melakukan konsultasi dengan wasit pertandingan di hole 18 setelah bolanya mendarat di jalur buggy. Foto: Yongki Hermawan.

 

Sayangnya, ia tak kunjung mendapatkan birdie. Meskipun berhasil menghindari bogey, jarak di antara keduanya bertambah menjadi dua stroke tatkala Kanyarak menuai birdie ketiganya di hole 14. Dan ketika mereka melangkah ke hole terakhir, Kanyarak justru memegang keunggulan tiga stroke setelah Jennifer kembali mendapat bogey, kali ini lewat hole 16.

Harapannya menutup kejuaraan dengan birdie justru pupus setelah pukulan kedua yang ia lakukan dari fairway justru berakhir di jalur cart di sisi kiri fairway hole 18. Meskipun tidak mendapat penalti, ia harus puas mendapat bogey dan akhirnya harus mengakui keunggulan Kanyarak, yang finis dengan skor 2-under 70 dan skor total 8-under 208.

”Saya bersyukur bisa main under dan tidak mengira bisa mendapatkan skor total di bawah par dan dua hari berturut-turut bisa main under. Tapi memang ada rasa kecewa karena seharusnya saya bisa bermain lebih bagus lagi pada putaran final ini,” jelasnya.

Meskipun harus menunda meraih kemenangan pada ajang junior dengan sejarah  penyelenggaraan terpanjang di Indonesia ini, Jennifer mengaku belajar banyak dari pengalamannya bersaing dengan anggota Tim Nasional Thailand tersebut.

 

Kanyarak Pongpithanon, Round 3 MCGWJC 2026.
Kanyarak Pongpithanon mengikuti jejak Suvichaya Vinijchaitham (2023) dan Prim Prahnakorn (2025) yang menjuarai Kejuaraan ini. Foto: Yongki Hermawan.

 

”Saya berharap bisa tetap tenang ketika melakukan mishit, atau ketika mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Selain itu, saya juga belajar untuk tetap percaya diri untuk bisa terus melangkah ke depan,” jelasnya.

Seperti halnya Jennifer, Kanyarak juga baru kali ini mengikuti sebuah turnamen dengan mendorong troli sendiri. Meskipun melelahkan, kemenangannya ini membuatnya sejajar dengan Suvichaya Vinijchaitham (2023) dan Prim Prachnakorn (2025) yang sempat memenangkan ajang ini sebelumnya.

”Permainan saya hari ini sebenarnya tidak begitu bagus, tapi saya berusaha untuk tetap tenang dan berfokus untuk melakukan pukulan demi pukulan,” jelasnya. ”Saya merasa luar biasa bangga dan senang, terutama karena Tim Thailand bisa memenangkan Girls’ dan Boys’ Overall.”