Para pegolf Korea yang tergabung dalam Tim Internasional memberi penghormatan bagi K.J. Choi jelang Presidents Cup.

Langkah K.J. Choi terasa melambung dan wajahnya mengembangkan senyum tatkala tiba di Quail Hollow Club pekan ini untuk ajang Presidents Cup. Sosok yang merintis jalan bagi golf Asia ini merupakan salah satu dari empat asisten Kapten Tim Internasional Trevor Immelman. Ia patut berbangga dengan timnya yang akan menghadapi Tim Amerika Serikat hari ini terdiri dari rekor empat pegolf Korea. Pekan ini juga ada lima wakil Asia, mengulangi jumlah serupa di Royal Melbourne tahun 2019 silam.

Ketika tiba di AS pada akhir 1999, Choi merupakan pegolf Korea pertama yang meraih kartu PGA TOUR setelah mengikuti Qualifying School. Kini, 20 tahun kemudian, jumlah pegolf Korea dan pegolf Asia telah bertumbuh pesar dengan sederet juara yang juga mulai bermunculan.

Lee Kyounghoon, yang akan melakoni debut Presidents Cup pekan ini, memimpin penghormatan ini dengan mengakui perjuangan Choi membuka jalan baginya dan sesama rekan internasional lainnya, seperti Im Sungjae, Kim Siwoo, dan Tom Kim. Sejauh ini Choi telah meraih delapan gelar PGA TOUR dengan prestasi terbesarnya terjadi kala menjuarai THE PLAYERS Championship 2011.

”Ketika tumbuh besar, ia telah bermain pada PGA TOUR … sungguh figur legendaris, hampir menyerupai sosok mistis. Dia seorang yang layak dikagumi. Ia membuka pintu bagi kami semua untuk berada di sini,” tutur Lee, yang saat ini telah mengoleksi dua gelar PGA TOUR.

”Segera setelah masuk PGA TOUR, ia langsung memberi bimbingan bagi kami. ia menjadi figur kakak tertua, memberikan dampak yang sungguh positif. Saya ingiat ia memberi tahu saya kalau saya masih memiliki tahun yang panjang, dan cukup berpikir jangka panjang dan mencurahkan kerja keras, dan lakukan hal yang sudah mahir dilakukan dan hal-hal yang baik akan terwujud.”

Kim Siwoo, pemegang tiga gelar PGA TOUR, menimpali, ”K.J. merupakan yang pertama, dan kemudian ada Y.E. Yang, dan kami berusaha mengikuti mereka. K.J. merupakan salah satu idola saya. Jadi, ketika tiba di sini, saya banyak memainkan putaran latihan dengannya dan makan malam dengannya. Bak mimpi yang menjadi kenyataan.

 

Tim Korea untuk Tim Internasional, Presidents Cup 2022.
(Ki-ka) Lee Kyounghoon, Kim Siwoo, Asisten Kapten K.J. Choi, Tom Kim, dan Im Sungjae menjadi jumlah wakil Korea terbanyak dalam sejarah Tim Internasional pada Presidents Cup.

 

”Sekarang, semua orang berusaha untuk masuk PGA TOUR. Saya pikir kami terus melihat banyak pemain yang datang ke sini. Kami punya banyak pemain tangguh, jadi benar-benar hal yang baik melihat ada banyak pemain dari negara yang sama pada PGA TOUR.”

Kim menunjukkan contoh bagaimana Choi membantunya mengulangi pencapaiannya pada ajang flagship PGA TOUR. ”Pada THE PLAYERS 2017, pada pekan itu, sebelum hari pertama, kami memainkan putaran latihan bersama, dan ia memberi sejumlah tip di lapangan itu. Ia selalu berusaha membantu para pemain Korea,” tutur Kim, yang segera tampil untuk kedua kalinya pada Presidents Cup.

Selain para pegolf Korea, bintang Jepang Hideki Matsuyama, yang sejauh ini menyamai rekor Choi dengan delapan gelar PGA TOUR, akan tampil untuk kelima kalinya bagi Tim Internasional. Sementara pada musim 2022-2023, An Byeonghun, yang juga merupakan anggota Tim Internasional pada tahun 2019, sudah kembali ke sirkuit papan atas dunia itu setelah semusim berlaga pada Korn Ferry Tour. Adapun pendatang baru, Kim Seonghyeon, juga lulus dari Korn Ferry Tour dan akan bersaing dengan para pemain bintang lainnya pada musim ini. Lalu ada juga dua pegolf China Taipei, C.T. Pan yang sempat membela Tim Internasional di Royal Melbourne tiga tahun silam, dan Kevin Yu.

”Ini menunjukkan pertumbuhan golf Korea dan saya bangga melihatnya. Alasan mengapa kami meraih sukses ialah kami sanggup mengandalkan satu dengan yang lain, dan sudah jelas keakraban di antara para pemain hanya akan membantu kami bertumbuh dan membuat kami bertahan di sini,” tutur Lee lagi.

Choi, yang telah tiga kali tampil dalam Presidents Cup, jelas merasa bangga melihat bangkitnya para pegolf Asia dalam beberapa tahun terakhir ini. Ia mengingat beragam tantangan yang harus ia hadapi ketika menjadi satu-satunya perwakilan negaranya menghadapi para pegolf terbaik di dunia.

”Empat pemain (Korea) jelas fantastis. Tahun 2003, cuma saya yang berada di Afrika Selatan (untuk Presidents Cup), sungguh sulit. Sekarang kami bisa mengobrol bersama saat berlatih dan (berbagi) informasi dan segalanya bersama-sama,” kenang Choi.

”Sekitar 25 tahun lalu, banyak pegolf Korea yang pergi ke Amerika, dan mereka tak bisa mengalahkan siapa-siapa. Bahasa Inggris mereka tidak bagus, dan pukulannya juga tidak cukup bagus. Sekarang ada pola pikir bahwa K.J. bisa melakukannya. Kami bisa ke sana. Sekarang menjadi mungkin. Sekarang mereka rajin berlatih. Banyak yang mengikuti saya dan mendapatkan lebih banyak informasi, punya lebih banyak teknik, badan mereka lebih kuat, lebih baik daripada saya. Saya sangat bangga melihat para pemain muda ini. Saya menyukai (tren ini). Masa yang akan datang akan lebih banyak lagi pemain tangguh yang bergabung.”