Eddie Pepperell mengambil posisi ideal untuk memenangkan Betfred British Masters keduanya, menyusul permainan gemilang yang memberinya keunggulan satu stroke.
Tiga tahun setelah memenangkan ajang Betfred British Masters, yang kala itu dimainkan di Walton Heath, pegolf Inggris Eddie Pepperell kini berpeluang untuk menggandakan trofinya pekan ini. Skor 4-under 68 pada putaran ketiga ajang yang kali ini digelar oleh Danny Willett membawanya meraih keunggulan satu stroke dan berada di posisi teratas, dengan enam pegolf lainnya menempel di posisi kedua.
Salah satunya ialah Edoardo Molinari, yang membukukan putaran terendah dalam turnamen ini, 8-under 64. Rekan senegaranya, Guido Migliozzi, juga menyamai skor 9-under 207 miliknya, sekaligus membuka peluang mempertahankan trofi di Italia, setelah tahun lalu pegolf Italia lainnya, Renato Paratore, meraih kemenangan.
”Rasanya sangat nyaman memainkan long game saya hari ini dan saya sangat mempercayainya. Saya juga berhasil memasukkan salah satu putt yang hebat di hole 14,” ujar Pepperell. Ia mengakui selama ini berlatih dengan menggunakan alat bantu yang bernama Capto, yang terkait dengan akselerasi pada pukulannya.
”Saya banyak menggunakannya (untuk berlatih) dari jarak 12 meter, jadi hari ini saya bisa main bagus, termasuk pada pekan ini, ialah karena saya mempercayai perasaan yang saya dapat dari latihan dengan perangkat tersebut. Saya berharap bisa membawanya hingga melampaui jarak menengah.”
Pepperell jelas akan membutuhkan performa putting yang jitu pada 18 hole terakhirnya hari ini. Terutama dengan begitu banyak pesaing yang juga berharap bisa menuntaskan pekan ini dengan kemenangan.
Dua pemain lain yang juga membukukan skor total 207 ialah duo Skotlandia Calum Hill dan Robert MacIntyre. Lalu ada juga pegolf Afrika Selatan Dean Burmester dan Adrian Meronk dari Polandia, yang sama-sama menorehkan skor 65.
”Saya pikir hari ini saya benar-benar memasukkan banyak putt,” ujar Molinari. ”Pukulan saya sudah sebagus sekarang selama beberapa pekan, bahkan beberapa bulan, kalau boleh jujur, tapi saya masih kesulitan untuk melakukan putt. Namun, hari ini, di sembilan hole pertama, putting saya benar-benar bagus dan di sembilan hole terakhir malah melempem lagi. Toh bisa main beberapa under di sembilan hole terakhir jelas merupakan skor yang bagus.”
Sementara itu, sang tuan rumah, Danny Willett, juga ikut meramaikan persaingan. Skor 68 yang ia torehkan kemarin membawanya hanya berjarak tiga stroke dari Pepperell. Ia mencatatkan tujuh birdie, termasuk lima birdie di enam hole pertamanya.
Pekan ini Juara Masters 2016 ini ikut berkolaborasi dengan Betfred, di mana dari tiap birdie yang ia bukukan, Betfred akan langsung mendonasikan £1.000 untuk Prostate Cancer UK, yayasan penerima bantuan pilihan Willett, dan £2.000 untuk tiap eagle yang ia bukukan. Dan sejauh ini pegolf berusia 33 tahun itu telah mengumpulkan £16.000 setelah mendapat 16 birdie dalam tiga putarannya.
”Putaran kali ini sangat naik-turun. Kami mengalaminya dalam tujuh hole pertama, lalu saya mulai mendapatkan momentum lagi, seperti yang sudah saya peroleh pada pekan ini, lalu kehilangan angka yang konyol,” ujarnya. ”Senang juga bisa menuntaskan putaran ini dengan baik di empat hole terakhir (dengan dua birdie). (Kartu skor saya) sangat berwarna—bisa mendapat beberapa birdie sehingga Betfred bisa memberikan sumbangan ke Prostate Cancer UK—jadi semuanya berjalan dengan baik.”


