Upaya Dylan Perry menepis awan kelabu mulai menemukan titik cerah setelah membukukan skor 64 pada putaran pertama Heiwa PGM Championship.

Enam kali berturut-turut gagal lolos cut jelas membuat pemain mana pun frustrasi. Hal itulah yang dialami pegolf Australia Dylan Perry. Namun, awan kelabu tersebut tampaknya mulai meninggalkannya. Pegolf berusia 27 tahun ini berhasil tampil cemerlang pada putaran pertama ajang Heiwa PGM Championship dengan membukukan skor 6-under 64, satu stroke di belakang Rikuya Hoshino yang menempati peringkat teratas.

Upayanya itu, di antaranya, terlihat dari eagle di hole 5 par 5 dari jarak 12 meter. Ia kemudian membukukan lima birdie lagi, plus satu bogey, untuk berbagi tempat kedua dengan Ryuichi Oiwa.

Rekan senegaranya, Brad Kennedy, pegolf Amerika Chan Kim, dan Lee Sanghee dari Korea Selatan juga tampil meramaikan persaingan. Ketiganya menjadi salah satu dari lima pemain yang membukukan 5-under 65 di PGM Ishioka Golf Club, di Ibaraki.

Pegolf Amerika lainnya, Todd Baek, berada satu stroke di belakang mereka dengan skor 67 untuk melengkapi lima pegolf internasional di jajaran sepuluh besar pada hari pertama ini.

Jelas penampilan Perry yang paling mengejutkan. Pasalnya, ia tak pernah berhasil lolos cut dalam enam turnamen terakhir. Empat putaran penuh terakhir yang ia mainkan terjadi pada ajang Shigeo Nagashima Invitational Sega Sammy Cup, bulan Agustus 2022 lalu.

”Dua hal yang perlu dilakukan dengan baik di sini ialah memukul bola dengan baik dan memasukkan putt dan saya melakukannya hari ini.” — Dylan Perry.

Setelah mengambil dua bulan jeda untuk menyegarkan diri, Perry kini mulai tersenyum kembali dan berniat untuk setidaknya mengulangi prestasinya ketika mencatatkan finis T3 pada turnamen ini pada tahun 2019. Prestasinya itu sekaligus menjadi prestasi terbaiknya selama bertanding pada Japan Golf Tour Organization (JGTO).

”Saya punya waktu di rumah untuk menilai ulang permainan saya, yang akhirnya membuahkan hasil. Senang bisa pulang untuk sementara, tapi saya jelas menantikan kembali beraksi pekan ini,” tutur Perry, yang memainkan musim ketiganya di Jepang.

”Eagle (di hole 5) itu terjadi setelah pukulan drive saya menyisakan sekitar 236 meter dan kemudian melanjutkannya dengan 3-wood ke green. Bolanya mendarat sekitar 12 meter dan saya langsung memasukkannya.

”Besok saya akan menjalani rencana yang sama, saya akan bermain dan terus memukul bola dengan baik. Saya mendapat sedikit rasa percaya diri dari cara saya memukul driver hari ini karena dua hal yang perlu dilakukan dengan baik di sini ialah memukul bola dengan baik dan memasukkan putt dan saya melakukannya hari ini. Jadi, semoga saya bisa melakukan hal serupa untuk tiga hari berikutnya.”

Hoshino mematok skor terendah hari pertama dengan bermain tanpa bogey dan menorehkan skor 63 untuk membuka peluang meraih gelar pertamanya musim ini. Ia sempat nyaris meraih kemenangan dalam tiga turnamen, dengan finis di tempat ketiga pada ajang Token Homemate Cup dan dua kali finis di tempat kedua pada ajang Kansai Open dan ISPS Handa Championship.