Anthony Quayle dan Ryuichi Oiwa berhasil menggeser Todd Baek dari puncak klasemen Gateway to The Open Mizuno Open.
Bermain sabar dan penuh percaya diri kerap menjadi modal penting untuk main solid. Dan Anthony Quayle meyakini hal itu ketika ia memainkan putaran kedua Gateway to The Open Mizuno Open hari ini (27/5). Meskipun hanya bermain 2-under 70, pegolf berusia 27 tahun ini mulai membuka peluang meraih gelar JGTO pertamanya. Dengan skor total 9-under 135 ia menjadi salah satu pimpinan klasemen sementara, berbagi tempat dengan Ryuichi Oiwa.
Untuk sementara Quayle dan Oiwa mengungguli Shotaro Wada satu stroke. Adapun dua pemain internasional lainnya, Brad Kennedy asal Australia dan Jay Choi dari Amerika menginat di peringkat T4. Keduanya hanya terpaut dua stroke dari Quayle dan Oiwa.
Quayle meyakini bahwa pengalamannya sempat memimpin pada ajang The Crown awal bulan ini memberinya bekal berharga untuk mengatasi ekspektasi sebagai salah satu pimpinan klasemen. Kala itu ia memimpin putaran pertama, namun harus finis T39.
”Menurut saya bermain sabar dan memiliki percaya diri (menjadi kuncinya),” ujar Quayle menjawab pertanyaan terkait strateginya agar menghindari kekecewaannya, seperti pada ajang The Crown.
Determinasinya terlihat tatkala ia berhasil mengatasi double bogey di hole 16—ia bermain dari sembilan hole kedua di JFE Setonaikai Golf Club—dan bogey di hole 4. Setelah double bogey itu ia berhasil meraih birdie di hole 17, lalu bangkit dari bogey di hole 4 dengan tiga birdie dalam empat hole berikutnya.
”Cara terbaik untuk mengikuti The Open ialah dengan menjadi juara pada ajang Gateway to The Open Mizuno Open. Saya jelas ingin mencoba menang tahun ini.” — Ryuichi Oiwa.
”Putting saya sejauh ini sangat bagus dan drive saya lebih baik daripada belakangan ini,” sambungnya. ”Saya menyukai lapanganya dan tak sabar menghadapi tantangan dalam dua hari berikutnya.”
Sementara itu, Oiwa juga punya misi tersendiri pada pekan ini. Tahun lalu ia nyaris berhasil lolos ke The Open. Dan kali ini ia jelas tidak ingin melepas kesempatan tampil pada ajang Major tertua di dunia itu. Apalagi tahun ini merupakan edisi ke-150 The Open Championship, yang akan diadakan di St. Andrews.
Kualitas permainannya terlihat tatkala ia berhasil menorehkan skor 65, justru pada putaran yang menyulitkan pemain lainnya.
”Saya rasa pukulan saya jauh lebih baik dan makin baik. Saya bisa melakukan swing secara ideal bahkan ketika angin berembus, meskipun embusan angin kencang,” tutur Oiwa. ”Saya harap momentum ini bisa terus berlanjut.
”Tahun lalu saya sangat ingin bermain pada The Open. Dan tahun lalu saya hampir lolos, dan gagal dengan finis T3 (hanya dua posisi teratas yang lolos).
”Jadi, cara terbaiknya (untuk mengikuti The Open) ialah dengan menjadi juara. Saya jelas ingin mencoba menang tahun ini.”


