Jon Rahm memenangkan DP World Tour Championship untuk ketiga kalinya, sementara Rory McIlroy menjuarai DP World Tour Rankings in partnership with Rolex untuk keempat kalinya.

Jon Rahm dan Rory McIlroy menuntaskan musim yang panjang pada DP World Tour dengan tersenyum lebar. Rahm sukses menjuarai DP World Tour Championship, sedangkan McIlroy yang merupakan pegolf No.1 Dunia menjuarai DP World Tour Rankings in Partnership with Wolrx.

Pada putaran final kemarin (20/11), Rahm mengemas skor 5-under 67 untuk finis dua stroke lebih baik dari pesaing terdekatnya dan para pegolf kelas dunia lainnya. Kemenangannya kemarin sekaligus memberinya gelar Rolex Series kelima dalam kariernya.

Bintang asal Spanyol ini benar-benar mendapat tekanan dari rekan Ryder Cup asal Inggris Tyrrell Hatton dan Alex Noren dari Swedia. Hatton dan Noren sempat mematok skor terendah dengan total 18-under.

Hatton, yang bermain dua grup di depan Rahm memastikan skor 18-under itu setelah menorehkan birdie di hole 18, yang merupakan birdie ketujuh yang ia raih pada putaran final itu. Dengan satu bogey di hole 9.

Noren sendiri menyamai raihan Hatton setelah bermain dengan skor 67 berkat enam birdie dan satu bogey.

 

 

Akan tetapi, Rahm melangkah lebih jauh dan menuntaskan misinya pekan itu dengan kombinasi yang sama seperti Noren. Rahm sendiri telah menorehkan 5-under ketika menorehkan birdie keenamnya di hole 15 dan sukses bermain aman di tiga hole penutupnya.

”Gara-gara COVID, saya tidak pernah bisa mempertahankan gelar tahun 2019 dan bahkan memutuskan tidak datang tahun lalu, saya datang dengan mentalitas, yah, tidak ada yang mengalahkan saya dalam dua tahun terakhir, jadi mereka harus mengalahkan saya lagi,” ujar Rahm.

”Saya datang dengan kepercayaan diri tersebut; banyak kesamaan dengan yang lalu. Terakhir saya menang di sini saya memulai (putaran final) dengan 15-under. Saya main bagus di sembilan hole terakhir dan membukukan 20-under untuk memenangkannya. Saya suka lapangan ini dan lapangan ini menyukai saya.”

McIlroy sendiri mengawali pekan ini dengan satu tangannya sudah memegang Trofi Harry Vardon. Namun, ia harus menghadapi persaingan dari pemegang tiga gelar DP World Tour Ryan Fox dan Juara U.S. Open Matt Fitzpatrick, yang juga berniat untuk menjadi No.1 Eropa untuk pertama kalinya.

Memulai putaran final dengan 11-under, McIlroy menorehkan tiga birdie dengan dua bogey di sembilan hole pertamanya, lalu menorehkan tiga birdie lagi di sembilan hole terakhir untuk skor 4-under 68.

Skor tersebut sudah cukup membuatnya finis sendirian di tempat keempat dengan 16-under sekaligus memastikannya menjuarai Trofi Harry Vardon dan menyamai rekor pegolf Inggris Peter Oosterhuis yang menjuarai trofi ini hingga empat kali. McIlroy menyudahi perlombaan sepanjang musim ini dengan 580,5 poin lebih baik daripada Fox.

 

Rory McIlroy, Juara DP World Tour Rankings 2022.
Rory McIlroy menyamai raihan Peter Oosterhuis yang memenangkan DP World Tour Rankings sebanyak empat kali. Foto: Getty Images.

 

”Sangat berarti. Sudah tujuh tahun sejak terakhir saya melakukan hal ini. Pastinya ini (trofi) yang keempat, tapi sudah lama sekali. Saya memenangkan tiga FedExCup sejak terakhir saya memenangkannya, waktu itu masih bernama Race of Dubai,” ujar McIlroy.

Bagi McIlroy, kemenangan ini juga istimewa lantaran pegolf Irlandia Utara ini menjadi pegolf kedua dalam sejarah, yang menjuarai DP World Tour Rankings dan FedExCup pada musim yang sama.

”Saya menjadi model konsistensi sepanjang tahun ini. Ada banyak finis di jajaran atas. Saya pikir finis terburuk saya pada ajang DP World Tour ialah saat berada di posisi 12 pada awal tahun di Abu Dhabi. Tahun yang konsisten dengan penampilan yang bagus. Tentunya bisa lebih bagus kalau bisa meraih satu kemenangan dan mengakhiri tahun ini, tapi jelas Jon bermain luar biasa dan layak memenangkannya. Saya sangat bangga untuk tahun ini, dan tak sabar menyambut 2023.”

Sementara itu, Gavin Green menyudahi DP World Tour Championship dengan berada di peringkat T20. Pada putaran final kemarin ia terpaksa menorehkan skor 73 keduanya pekan itu lantaran hanya mengemas tiga birdie dan empat bogey sehingga mengoleksi 4-under 284.

Adapun wakil Asia lainnya, Wu Ashun (72) finis di peringkat T28 dengan skor total 286, sedang rekan senegaranya asal China Li Haotong (68) finis di posisi T30 dengan skor total 287.