Jon Rahm menjadi pegolf Spanyol pertama yang menjuarai U.S. Open menyusul kemenangan satu stroke-nya di Torrey Pines.
Sepanjang hidupnya, pegolf legendaris Spanyol Severiano Ballesteros jelas akan selalu dikenal sebagai pegolf Eropa dan Spanyol pertama yang memenangkan Masters Tournament. Namun, tak sekali pun ia meraih kemenangan pada ajang U.S. Open. Bahkan belum satu pemain Spanyol pun yang digdaya pada ajang Major tersebut. Sampai Jon Rahm mewujudkan kemenangan tersebut kemarin (20/7).
Bagi Rahm, kemenangan ini menjadi sangat spesial dan terasa sangat manis. Dua pekan silam, ia terpaksa mundur dari Memorial Tournament presented by Nationwide menyusul hasil positif pada tes COVID-19 yang justru keluar ketika ia tengah bertanding. Yang terasa mengecewakan lagi, saat itu ia tengah memegang keunggulan enam stroke dan berpeluang besar menjuarai gelar PGA TOUR keenam dalam kariernya.
Bak sengsara yang membawa nikmat, kekecewaan tersebut terbayar lunas dengan kemenangan Major pertama, yang turut mengembalikannya ke posisi No.1 Dunia.
Rahm memulai putaran final tiga stroke dari Louis Oosthuizen, Mackenzie Hughes, dan Russell Henley dengan langsung mencatatkan dua birdie di dua hole pertamanya, serta memastikan bermain 2-under menyusul bogey di hole 4 dan birdie di hole 9.
Oosthuizen masih memegang kendali meskipun hanya bermain even par dengan dua birdie dan dua bogey dalam sebelas hole yang ia mainkan. Namun, bogey di hole 17 terbukti fatal baginya lantaran memberi keunggulan dua stroke bagi Rahm. Rahm sendiri menuntaskan U.S. Open ke-121 ini dengan dua birdie di dua hole terakhir, yang memberinya skor total 278, satu stroke lebih baik daripada Oosthuizen.
Empat tahun silam, Rahm memenangkan Farmers Insurance Open dengan finis birdie dan eagle. Ia tahu bahwa kali ia pun bisa finis dengan meyakinkan, dan hal itu terbukti dengan birdie-birdie, yang membuatnya menjadi pegolf Spanyol pertama yang memenangkan U.S. Open. Demikian pun, ia masih sulit mempercayai ia berhasil membukukan birdie di dua hole terakhir itu.
”Saya mengalami kesulitan untuk menjelaskan apa yang baru saja terjadi karena saya bahkan tak percaya bisa memasukkan dua putt terakhir itu dan asya menjadi pegolf Spanyol pertama yang memenangkan U.S. Open,” ujarnya. ”Kemenangan ini jelas untuk Seve (Ballesteros). Saya tahu ia berjuang keras dan biasanya kami sering memikirkan dia pada ajang Masters, tapi saya tahu ia sangat ingin memenangkan U.S. Open. Entah bagaimana saya menjelaskannya.”
Faktor Torrey Pines ikut menjadi bagian dari kemenangannya. Baginya, lapangan ini mengingatkannya pada kampung halamannya yang juga berada di daerah pesisir laut, dengan cuaca dan bangunan yang kurang lebih sama.
”Seperti itulah, pada dasarnya, musim panas yang indah tempat saya tumbuh, dan rumput poa annua di green ini juga sesuatu yang sudah saya kenal dan pahami sejak kecil, dan saya pikir semua ini sangat tergambar jelas buat saya. Saya sangat yakin bermain di atas rumput ini,” ujar pegolf bernama lengkap Jon Rahm Rodriguez ini.
Sudah jelas sulit untuk melepaskan kemenangan ini dari peristiwa dua pekan sebelumnya pada ajang Memorial. Meskipun merasa kecewa karena tak dapat melanjutkan turnamen, Rahm menegaskan tidak merasa kesal dengan siapa pun.
”Sedetik pun saya tidak pernah merasa kesal atas apa yang terjadi. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Tahun ini adalah tahun yang sulit, dan sayangnya COVID-19 adalah realita di dunia ini yang bisa memengaruhi banyak orang. Saya mendapatkan kondisi terbaik karena tak satu pun di keluarga saya yang sakit. Bahkan saya tidak mengalami gejalanya sama sekali.
”Beberapa orang mungkin menyebut peristiwa beberapa pekan itu tidak adil, tapi semua itulah yang harus dilakukan. Kita masih harus waspada pada apa yang terjadi di dunia ini,” tegasnya.
”Tahun ini adalah tahun yang sulit, dan sayangnya COVID-19 adalah realita di dunia ini yang bisa memengaruhi banyak orang. Saya mendapatkan kondisi terbaik karena tak satu pun di keluarga saya yang sakit. Bahkan saya tidak mengalami gejalanya sama sekali.” — Jon Rahm.
Matsuyama dan Hoshino T26
Hideki Matsuyama dan Rikuya Hoshino menuntaskan U.S. Open kali ini dengan mencatatkan hasil terbaik bagi Asia. Keduanya membukukan skor total 1-under 287 dan menempati peringkat T26 setelah masing-masing bermain dengan skor 4-under 68 dan even par 71.
Sementara itu, harapan Im Sungjae untuk mencatatkan finis lebih baik dari posisi T22 yang ia bukukan tahun 2020 lalu harus sirna setelah pada putaran final kemarin tak satu birdie pun berhasil ia torehkan. Malahan ia mendapat lima bogey untuk skor 76. Skor total 5-over 289 membuatnya finis di posisi T35.
Sebaliknya dengan Kim Siwoo. Meskipun ia hanya bisa mencatatkan skor 74, skor total 290 memberinya hasil terbaik selama tiga keikutsertaannya pada ajang U.S. Open ini. Finis T40 baginya menjadi pencapaian terbaik, mengingat inilah pertama kalinya pemegang tiga gelar PGA TOUR ini menikmati bermain selama empat putaran.
Pekan Istimewa Lainnya bagi Rolex
Kemenangan Rahm pekan ini memberi pekan istimewa lainnya bagi Rolex. Setelah menjadi mitra bagi ajang PGA Championship bulan Mei 2021 lalu, Rolex yang berperan besar bagi perkembangan golf global kembali berbangga setelah salah satu Rolex New Guard mereka ini meraih kemenangan.
Menyusul kesuksesan Phil Mickelson menjadi pegolf tertua yang menjuarai ajang Major bulan Mei itu, Rahm mewakili Spanyol dan Eropa untuk menjadi kampiun U.S. Open untuk pertama kali dalam kariernya.
Bagi Rahm, kemenangan ini juga melengkapi empat gelar Rolex Series yang ia raih pada panggung European Tour.


