Pengalaman di Jepang turut menyulut semangat Randy Arbenata Mohamad Bintang untuk tampil maksimal ketika Asia-Pacific Amateur Championship digelar pada 23-26 Oktober 2025 mendatang.
Randy Arbenata Mohamad Bintang bakal memanfaatkan pengalamannya mencatatkan finis terbaiknya di Jepang tahun lalu ketika memulai Asia-Pacific Amateur Championship 2025 pada bulan Oktober mendatang.
Pegolf berusia 21 tahun ini dipastikan kembali mewakili Indonesia pada ajang paling bergengsi se-Asia Pasifik itu setelah menjadi salah satu pegolf dengan World Amateur Golf Ranking terbaik dari Indonesia. Saat berita ini diturunkan, Randy tercatat menduduki peringkat 229. Adapun pegolf lainnya yang akan tampil di Majlis Course, di Emirates Golf Club, di Dubai, Uni Emirat Arab bulan depan adalah Rayhan Abdul Latief (No.159 Dunia), Asa Najib Bhakti (No.195), Amadeus Christian Susanto (No.355), dan Kenneth Henson Sutianto (No.444).
Bersama Rayhan, Randy menjadi wakil Indonesia paling berpengalaman pada ajang ini. Keduanya akan tampil untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Bagi Kenneth, edisi 2025 menjadi penampilan ketiga baginya, sedangkan bagi Amadeus ini akan menjadi penampilan kedua. Sedangkan Najib akan melakoni debutnya pada ajang yang diprakarsai oleh The R&A, Masters Tournament, dan Asia-Pacific Golf Confederation ini.
”Turnamen ini memberi kesempatan yang bisa mengubah karier golf saya.”
”Saya merasa sangat bersemangat bisa mengikuti Asia-Pacific Amateur Championship pada tahun ini, dan tak sabar untuk bisa menampilkan permainan terbaik saya dan berusaha mengejar kemenangan,” ujar Randy.
Randy sempat mencuri perhatian dunia setelah menorehkan skor 65 pada putaran pertama edisi 2024 di Jepang. Skor tersebut membuatnya menjadi pegolf Indonesia pertama yang mampu memuncaki klasemen setelah bermain dalam 18 hole pada Kejuaraan ini.
”Istimewa rasanya bisa memimpin setelah putaran pertama (waktu itu), dan jelas pengalaman itu sangat membantu permainan saya, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam karier saya,” ujarnya lagi.
Seperti halnya para pegolf amatir lainnya, Randy juga menyebut Kejuaraan ini sangat istimewa, mengingat pemenangnya bakal mendapat hak mengikuti dua ajang Major. Selain berhak mengikuti Masters Tournament di Augusta National, sang juara juga bisa mengikuti The Open Championship ke-154. Adapun pemain yang finis di tempat kedua bisa mengikuti The Open Qualifying Series, dengan tiga pegolf teratas mendapat tiket mengikuti The Amateur Championship ke-131.

”Turnamen ini memberi kesempatan yang bisa mengubah karier golf saya,” tutur pegolf yang tahun ini telah memenangkan tiga gelar amatir ini. ”Ajang ini juga sangat bagus mengingat level kompetisinya yang sangat tinggi dan kerap mendorong kami untuk selalu menampilkan permainan terbaik.”
Setelah gagal lolos cut dalam debutnya tahun 2022, Randy memperbaiki penampilannya pada edisi 2023. Bermain di Royal Melbourne, yang legendaris, kala itu, ia mencatatkan skor 72-69-87-76 untuk finis di posisi T48.
Tahun lalu ia sempat mempertahankan peluangnya untuk mencatatkan sejarah besar bagi Indonesia setelah menorehkan skor 69 pada putaran kedua. Sayangnya, skor 75 dan 72 pada dua putaran finalnya membuatnya hanya bisa finis di posisi T19, yang juga menjadi prestasi terbaiknya selama mengikuti ajang ini.
”Saya akan mengingatkan diri untuk bersabar dan tetap fokus jika bisa berada di posisi yang sama lagi,” tegas Randy.


