Randy Arbenata Mohamad Bintang memberi harapan bagi Indonesia untuk kembali bersaing pada Mandiri Indonesia Open 2025.
Randy Arbenata Mohamad Bintang kini selangkah mendekati harapannya bermain penuh pada ajang Mandiri Indonesia Open 2025. Pegolf amatir ini mencatatkan skor terbaik bagi Indonesia pada putaran pertama kemarin (28/8). Skor 4-under 68 yang ia bukukan menempatkannya di posisi T13
Bermain bersama Juara Indonesia Open 2016 Panuphol Pittayarat asal Thailand dan Samson Zheng asal China, Randy sempat mengawali permainannya dengan menciptakan bogey di hole 10 dan 11, namun langsung memperbaiki kartu skornya dengan birdie di hole 12 dan 13, sebelum kemudian beralih ke sembilan hole terakhirnya dengan catatan 1-under berkat birdie ketiga di hole 17.
Meskipun terpaksa mencatatkan double bogey di hole 5 dan kemudian bogey di hole 8, pegolf asal Jawa Barat ini masih mampu mengemas empat birdie tambahan dengan sebuah eagle dari hole 6 yang cukup membawanya ke jajaran atas klasemen. Kini ia terpaut tiga stroke dari pegolf Thailand Vanchai Luangnithikul, yang memuncaki klasemen sementara dengan torehan 7-under 65.
”Hari ini saya mengalami naik-turun. Banyak bogey, 1 double, 7 birdie, dan 1 eagle. Jadi, banyak variasi hasilnya. Kendalanya di second shot-nya, approach shot. Untungnya pukulan lain bisa mem-back up. Jadi, permainan saya masih tertahan, tidak sampai jatuh,” jelas Randy.

”Besok saya akan mencoba agresif di second shot-nya. Soalnya, tadi maunya bermain aman. Tapi, hasilnya ya itu tadi, up and down.”
Meskipun catatan skornya tidak sebaik Randy, Amadeus Christian Susanto menjadi pegolf amatir lain yang mampu bermain under. Kemarin ia mengemas skor 2-under 70 berkat kombinasi empat birdie dengan dua bogey.
Dari kubu profesional, Kevin Caesario Akbar, Alfred Raja Sitohang, Naraajie Emerald Ramadhanputra, dan Jonathan Wijono mengawali Mandiri Indonesia Open kali ini dengan bermain cukup solid. Kevin mengemas skor 2-under 70 berkat tiga birdie dan sebuah bogey. Adapun Naraajie mendapat lima birdie, dua bogey, dan sebuah double bogey. Sementara Jonathan mencatatkan tiga birdie dengan dua bogey.
Alfred mengoleksi lebih banyak birdie di antara keempat pemain ini, dengan torehan enam birdie. Sayangnya, ia juga mendapat tiga bogey dengan sebuah double bogey dari hole 2.
Sementara itu, Gabriel Hansel Hari, George Gandranata, dan Robby Sugara bermain even par dan menempati posisi T74 bersama juara bertahan Steve Lewton.

