Rayhan Abdul Latief berharap bisa bermain penuh selama empat putaran pada BNI Indonesian Masters, 31 Oktober-3 November 2024 ini.

Rayhan Abdul Latief mengusung impian tersendiri ketika melakoni BNI Indonesian Masters yang ketiga dalam karier golfnya pekan ini. Ia berharap kali ini bisa menikmati kompetisi secara penuh selama empat putaran.

Memang ada kebanggaan tersendiri bisa kembali tampil dalam ajang paling akbar di Indonesia ini. Apalagi hanya ada dua spot bagi amatir yang diberikan pihak penyelenggara. Meskipun peringkatnya sepanjang tahun tidak tergoyahkan dari jajaran atas di antara para pegolf amatir Indonesia lainnya, toh tempatnya untuk berlaga pada ajang Asian Tour ini tidak benar-benar dipastikan dengan begitu saja.

Kedua spot bagi amatir itu dikhususkan hanya bagi dua pegolf amatir dengan World Amateur Golf Ranking tertinggi. Rayhan sendiri memang berada di peringkat 250 pada awal pergantian tahun. Randy Arbenata Mohamad Bintang (268) dan Gabriel Hansel Hari (287) menjadi dua pesaing terdekat baginya. Posisi ketiganya pun tidak berubah hingga menjelang gelaran BNI Indonesian Masters, di mana Rayhan kini berada di peringkat 172, sedangkan Randy 264, dan Hansel 294.

Kemenangan Rayhan pada ajang Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship pada bulan Juni 2024 dan Medco-Pondok Indah Amateur Golf Championship sebulan kemudian praktis memperkukuh peringkatnya sebagai yang terbaik dari Indonesia. Prestasinya itu bahkan membawanya kembali menjadi anggota Tim Internasional pada Junior Presidents Cup di Kanada, setelah sebelumnya mempersembahkan satu emas dan dua medali perak untuk Sumatera Utara pada PON XXI Aceh-Sumut.

 

Elaine Widjaja dan Rayhan Abdul Latief, BNI Indonesian Masters 2024.
Kemenangan Rayhan Abdul Latief (kanan) pada Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2024 ikut membantunya mempertahankan posisi terbaik bagi Indonesia pada WAGR. Foto: Yongki Hermawan/fotogolf.id.

 

”Mungkin yang paling mencolok sebelum kita bisa melihat semua panggung di lapangan adalah total hadiah uang yang diperebutkan sih,” tutur Rayhan. ”Hadiahnya naik US$500.000 menjadi US$2 juta. Dari situ orang banyak bisa melihat kalau turnamen ini semakin bagus, semakin berkembang. Perwakilan Tour dari sejumlah merek—seperti Titleist, Fujikura—juga terlihat all out dari segi produk dan layanan yang diberikan. Dan tentunya panggung-panggung yang ada terlihat lebih megah lagi tahun ini.”

Perkembangan turnamen yang pada musim ini memasuki edisi ke-12 sejak pertama kali digelar tahun 2011 pada satu sisi memang tidak memberi taruhan yang besar bagi para pegolf amatir. Mereka jelas tidak dapat menerima hadiah uang. Meski demikian, ada hasrat tersendiri yang Rayhan siratkan tatkala memasuki pekan besar seperti ini. Dalam penampilannya yang ketiga kali ini, ia ingin benar-benar menikmati permainan selama empat putaran.

Keinginan ini memang sangat masuk akal. Dalam dua penampilan pertama, belum sekalipun ia berhasil menorehkan skor di bawah par. Dalam debutnya, misalnya, ia hanya bisa bermain dengan skor 77-78, sedangkan tahun 2023 lalu ia membukukan skor 74-88.

”Hingga H-1 ini, kalau bisa saya rangkum, persiapan saya sejauh ini lumayan baik. Jadi, saya berharap semoga sampai empat hari ke depan target utama saya bisa menikmati kesempatan ini karena bisa dibilang inilah turnamen terbesar di Indonesia,” tegasnya. ”Ada target utama yang harus dicapai di lapangan ini. Misalnya, pukulan dari tee itu mesti sampai ke fairway dulu. Ini salah satu rencana permainan yang sedikit berubah daripada tahun lalu.”

Meskipun hanya ditemani Randy, sebagai dua amatir di Royale Jakarta Golf Club pekan ini, Rayhan mengaku bersemangat. Terutama mengingat tahun lalu keduanya juga menjadi wakil amatir yang sama-sama berusaha mengatasi sulitnya pengaturan lapangan level International Series.

 

Randy Arbenata Mohamad Bintang, BNI Indonesian Masters 2024.
Randy Arbenata Mohamad Bintang kembali menemani Rayhan Abdul Latief sebagai wakil amatir pada BNI Indonesian Masters 2024. Foto: AAC 2024/Graham Uden.

 

”Sebenarnya, ini sedikit kebetulan yang menarik juga. Posisi saya dan Randy sering berada di atas-bawah. Pada Putra Cup 2023 tahun lalu, dia ada di posisi atas, sedangkan saya bawah; pada Asia-Pacific Amateur Championship dia bermain 1-over, saya 2-over. Fakta ini mudah-mudahan bisa menjadi semacam trademark Indonesian Masters,” ujarnya sambil tersenyum.

Terlepas dari harapan bisa bermain penuh hingga hari Minggu (3/11), Rayhan menegaskan, kualitas turnamen sebergengsi dan seakbar ini membuatnya menjadi sangat bersyukur bisa kembali mengikuti ajang ini untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

”Bisa masuk ke sini saja menjadi hal yang saya syukuri, dan siapa pun yang bisa ikut ke turnamen ini wajib mensyukurinya karena ini International Series, tidak gampang, terutama untuk amatir lokal yang cuma ada dua slot,” ujarnya lagi.

Mengingat ia juga akan bertolak ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya di level universitas, ia ingin memanfaatkan BNI Indonesian Masters ini untuk lebih mempelajari bagaimana para pegolf profesional internasional bermain dan menyiapkan diri, terutama dalam hal nonteknis. Ia sadar, sebagai atlet golf, pengalamannya masih belum sebanding dengan para pegolf profesional pekan ini. Dan ini menjadi hal paling mahal yang bisa ia ambil dari keikutsertaan kali ini.

”Mungkin itu yang bisa saya ambil beberapa hari ke depan ini, bisa belajar dari mereka, bukan hanya manajemen lapangan saja, melainkan juga bagaimana mereka mengatur asupannya, mengingat aspek ini ketika bertanding sangatlah penting; bagaimana kebutuhan gula, garam, karbohidrat, dan yang lainnya sangatlah penting. Mereka ini sering bertanding di mana-mana, jadi bagaimana mereka bisa menjaga kondisi tubuh mereka? Mungkin inilah salah satu aspek yang bisa saya pelajari beberapa hari ke depan,” jelasnya.