Rayhan Latief bertekad untuk mencatatkan finis terbaiknya setelah bermain dengan skor 69 pada putaran ketiga Asia-Pacific Amateur Championship.

Setelah performa putter-nya sempat melempem dalam dua putaran sebelumnya, Rayhan Latief akhirnya bisa bernapas lega. Pada putaran ketiga ajang Asia-Pacific Amateur Championship di Majlis Course, Emirates Golf Club tadi, pegolf berusia 18 tahun ini mencatatkan skor 3-under 69, yang sekaligus menempatkannya di posisi yang sangat ideal untuk menciptakan rekor pribadi, sekaligus finis terbaik bagi Indonesia sepanjang sejarah Kejuaraan.

Rayhan mencatatkan satu birdie dan satu bogey di sembilan hole pertamanya. Meski demikian, skornya bisa lebih buruk lagi seandainya ia gagal melakukan penyelamatan besar di hole 8 dan 9. Ia berhasil menciptakan par di kedua hole dengan latar gedung pencakar langit Dubai itu, setelah pukulan tee-nya meleset dari fairway.

”Saya cukup senang meskipun mesti melakukan dua scrambling yang tidak gampang di hole 8 dan 9 demi mendapat par,” ujar Rayhan. ”Saya bisa memasukkan putt dengan baik di tujuh hole terakhir. Hole 12 menjadi titik balik, di mana jarak yang tersisa 140 meter ke pin dan memukul bola hingga menyisakan 2 kaki dari lubang, makanya saya bisa kembali merasa percaya diri.”

”Pastinya butuh banyak keajaiban dan terus memastikan putter saya tetap prima.” — Rayhan Latief.

Jarak dengan sang pemuncak klasemen memang sangat jauh, yaitu 12 stroke. Meski demikian, Rayhan berniat untuk main habis-habisan pada putaran final besok (26/10). ”Mentalitas ini memang saya bangun untuk diri sendiri, dan terutama diajarkan oleh pelatih dan teman-teman saya di North Texas. Mereka menanamkan mentalitas demikian dalam diri saya. Pastinya butuh banyak keajaiban dan terus memastikan putter saya tetap prima,” tuturnya lagi.

Tak hanya Rayhan yang tampil lebih baik daripada putaran sebelumnya. Pegolf Indonesia lainnya, Randy Bintang, juga berhasil bermain lebih baik. Pegolf yang sempat memimpin klasemen hari pertama pada edisi 2024 lalu ini bahkan mencatatkan skor under pertamanya pekan ini setelah mengemas tiga birdie dan dua bogey.

”Cukup puas. Saya tidak melakukan banyak kesalahan seperti kemarin. Kemarin kena double bogey, dan pada putaran pertama, saya dua kali mendapat double bogey. Hari ini saya cuma mendapat dua bogey, jadi cukup puas bisa main 1-under,” ujar pegolf berusia 22 tahun ini.

 

Randy Bintang, Round 3 Asia-Pacific Amateur Championship 2025.
Randy Bintang akhirnya bisa mencatatkan skor under berkat tiga birdie dan dua bogey pada putaran ketiga di Majlis Course, di Emirates Golf Club. Foto: Asia-Pacific Amateur Championship.

 

”Di lima hole terakhir saya bermain agak terlalu agresif. Besok saya berharap bisa menciptakan lebih banyak birdie dan mungkin juga beberapa eagle dan meminimalkan kesalahan. Sangat senang bisa kembali bermain pada turnamen ini, sungguh suatu kehormatan. Ini lapangan golf terbaik dengan pemandangan terbaik.”

Satu wakil Indonesia lainnya yang juga menikmati akhir pekan di Dubai ialah Kenneth Sutianto. Untuk ketiga kalinya, ia membukukan skor 74, kali ini berkat dua birdie dan empat bogey. Untuk sementara ia menduduki peringkat T49 dengan skor total 222.

Nagasaki jelas pantas menduduki peringkat teratas. Pegolf yang masih belum fasih berbahasa Inggris ini tampil untuk pertama kalinya pada Kejuaraan ini. Meski demikian, ia menunjukkan kematangan permainan yang luar biasa. Delapan birdie dengan hanya satu bogey membuatnya kini mencatatkan skor total 17-under 199.