Rayhan Abdul Latief dan Fausta Bianda memimpin di Kelas A pada hari pertama Kejuaraan Nasional Golf Junior.

Rayhan Abdul Latief dan Fausta Bianda mengawali Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Junior di Gading Raya Padang Golf dan Klub hari ini (4/1) dengan permainan yang sangat solid. Keduanya untuk sementara memimpin perburuan meraih trofi prestisius golf junior Indonesia.

Pegolf amatir No.1 Indonesia menurut World Amateur Golf Ranking saat ini, Rayhan Abdul Latief menunjukkan kualitas permainannya pada awal tahun 2022 ini. Pegolf yang membela PGI Kab. Bekasi dan juga salah satu atlet binaan Ciputra Golfpreneur Foundation ini menorehkan dua birdie di sembilan hole pertamanya untuk memberinya posisi teratas. Meski kemudian terpaksa mendapat bogey di hole 14, ia menuntaskan putaran pertama tadi dengan dua birdie berturut-turut di dua hole terakhirnya, sekaligus memegang kendali pertandingan dengan skor 3-under 69.

Pesaing terdekat bagi remaja berusia 15 tahun itu adalah wakil PGI Jawa Timur, Nathan Christoper Widjaya, yang menorehkan satu tiga birdie dengan satu bogey untuk skor 1-under 71.

Dari Kelas B di kelompok putra, Jordan Indra Marcello (Taman Dayu GC) dan Kenneth Henson Sutianto (PGI Bali) untuk sementara berbagi posisi teratas. Keduanya menorehkan skor even par dengan kombinasi kartu skor yang berbeda.

Jordan yang sempat menorehkan dua boey di hole 7 dan 10, berhasil memperbaiki skornya berkat birdie di hole 16 dan 18. Sementara itu, Kenneth, yang sebenarnya sempat memegang posisi teratas hingga hole 13 berkat tiga birdie dan sebuah bogey, harus bermain tiga over dalam empat hole berikutnya. Beruntung ia kemudian mencatatkan birdie di hole terakhir untuk menghadirkan persaingan dini di Kelas B.

 

Fausta Bianda
Fausta Bianda memberi kejutan dengan memimpin Kelas A putri dengan skor 4-under 68. Foto: Ciputra Golfpreneur Foundation.

 

Davano Haris Gunawan, yang tadi membukukan skor 3-over 75, menjadi pesaing terdekat bagi Jordan dan Kenneth.

Persaingan yang ketat juga tercipta dari Kelas A kelompok putri, di mana tiga pemain teratas pada akhir putaran pertama ini menunjukkan kualitas permainan yang solid dan mengawali Kejurnas Golf Junior ini dengan bermain under.

Pegolf berusia 16 tahun asal PGI Kab. Bekasi, Fausta Bianda, menciptakan kejutan dengan menampilkan permainan yang paling solid. Meski bermain even par berkat dua birdie dan dua bogey di sembilan hole pertamanya, remaja yang juga ikut berlatih bersama Ciputra Golfpreneur Foundation ini bermain mencatatkan birdie di hole 1, 2, 4, 5, dan 8 untuk berada di puncak klasemen sementara dengan skor 4-under 68.

Elaine Widjaja, yang pada akhir tahun lalu sempat mengikuti sejumlah kejuaraan di Amerika Serikat, membayangi di tempat kedua. Meski sempat memulai permainannya dengan bogey di hole 10, pegolf asal PGI Jawa Tengah ini menciptakan birdie di hole 12, 13, 14, 3, dan 7 serta satu bogey lainnya di hole 6 untuk mencatatkan skor 3-under 69.

Adapun Rayi Geulis Zullandari, yang memainkan kompetisi pertamanya usai menjadi pegolf No.1 Indonesia menurut World Amateur Golf Ranking, harus menunggu hole kesembilannya (hole 18) untuk meraih birdie pertama, setelah sempat tersandung bogey di hole 13. Setelah harus bersabar lagi dalam enam hole berikutnya, pegolf yang juga membela PGI Kab. Bekasi ini berhasil menambah koleksi birdie-nya di hole 7 dan 8 untuk menjaga persaingan dengan Bianda dan Elaine.

Dari Kelas C di kelompok putra, Prakasa Alfa Rizqi (PGI DKI Jakarta) menorehkan skor 77 dan untuk sementara memegang keunggulan empat stroke atas Margoz Marvin Kamengmau (PGI Bali) dan Eugene E. Tanjongjaya (Jagorawi Golf Club).

 

Rayi Geulis Zullandari
Tiga birdie dan satu bogey menempatkan Rayi Geulis Zullandari dua stroke di belakang Fausta Bianda. Foto: Ciputra Golfpreneur Foundation.

 

Dari Kelas C di kelompok putri, Abigail Rhea Soeryo Wiharko (PGI Bali) menorehkan sebuah birdie dengan empat bogey. Skor 3-over 75 yang ia torehkan memberinya keunggulan 8 stroke atas Siti Zubaidah (Palm Springs GCC), yang menjadi pesaing terdekatnya.

Sementara itu, persaingan seru terjadi dari Kelas D di kelompok putra. Dave Matteo Uneputty (IJG) untuk sementara berbagi posisi teratas dengan Raka Aquilla Achka (Bintaro GC). Keduanya unggul satu stroke atas Fadhlan Azzam Atmajah (PAGI).

Pegolf asal Bali lainnya, Quinn Leticia Pangestu, berpeluang untuk menorehkan prestasi dari Kelas D di kelompok putri. Ia menjadi satu dari hanya dua pegolf junior di Kelas D ini yang sanggup membukukan birdie pada putaran pertama tadi—pegolf lainnya ialah Amira Ajda K. Permadi (PGI Kab. Bekasi)—dan menorhekan skor 80. Pesaing terdekat Quinn, Jennifer Quinn Effendi (Taman Dayu GC), berjarak 9 stroke dari sang pimpinan klasemen sementara.

Bagi Kelas C dan D, baik putra maupun putri, putaran kedua besok (5/1) menjadi putaran final, mengingat kedua kelompok umur ini hanya akan bermain sebanyak total 36 hole.

Hanya para pemain yang bermain dari tee hitam pada kelompok putra, serta para pemain yang bermain dari tee putih pada kelompok putri (Kelas A dan B) yang bersaing untuk memperebutkan piala bergilir.

Kejuaraan Nasional Golf Junior kali ini juga menjadi kejuaraan resmi pertama yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) sejak pandemi COVID-19 melanda.