Rayhan Abdul Latief dan Elaine Widjaja akhirnya menjuarai ajang Medco Foundation powered by Metaforsa Pondok Indah International Junior Golf Championship.
Rayhan Abdul Latief dan Elaine Widjaja akhirnya berhasil keluar sebagai juara pada ajang Medco Foundation powered by Metaforsa Pondok Indah International Junior Golf Championship. Kedua atlet remaja ini menyabet Best Gross Overall di kategori putra dan putri, sekaligus menjadi pasangan Indonesia kedua setelah Amadeus Christian Susanto dan Lydia Hawila Stevany Sitorus yang menjuarai ajang yang sama pada edisi 2019.
Rayhan menunjukkan bahwa keputusannya untuk akhirnya mendaftarkan diri pada kejuaraan ini menjadi langkah yang tepat. Tidak hanya ia berhasil mengembalikan kepercayaan dirinya setelah sempat terpuruk pada Indonesian Masters bulan November 2023 lalu, tapi juga menunjukkan bahwa ia masih menjadi yang terbaik di lingkup nasional.
Akan tetapi, remaja berusia 17 tahun ini justru mengawali permainannya pada putaran final dengan dua bogey berturut-turut di dua hole pertamanya. Kembali berada di grup pamungkas ternyata membuatnya sempat mengalami tekanan.
”Saya sempat merasa tertekan di tiga hole pertama, di mana visi utama bermain turnamen ini sempat hilang. Saya merasa, waduh, ini saya ada di grup pemimpin, padahal menurut saya sebenarnya sama saja. Kemarin saya bilang bahwa hanya saya dan diri saya sendiri. Jadi, saya hanya melihat diri saya sendiri,” tutur salah satu atlet yang bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini.

”Cuma di tiga hole pertama itu saya menempatkan diri saya benar-benar di bawah tekanan. Ada flashback dari peristiwa di Royale Jakarta itu juga. Cuma setelah tiga hole pertama itu saya sudah bisa lebih santai.”
Dengan kembali ke mentalitas awalnya, Rayhan berhasil bangkit dan menorehkan birdie pertamanya di hole 4.
”Yang membuat saya lebih tenang itu ketika mulai membuat birdie di hole 4 sehingga permainan saya lebih santai, lebih tenang,” sambung Rayhan. Ia kemudian menambah dua birdie lagi di hole 6 dan 7 sehingga pada titik ini posisinya sudah kian jauh dari para pesaingnya. .
Benjamin Kivelhan asal Australia, yang memulai putaran final terpaut 8 stroke dari Rayhan harus tersingkir lantaran bermain 5-over di sembilan hole pertamanya. Sementara Ryan Jovan Wijaya hanya bisa menuai even par, dengan Timothy Nathan Suryanto bermain 1-over dalam sembilan hole pertama masing-masing.

Rayhan pun memastikan kemenangannya setelah birdie kelima, yang ia raih dari hole 16 memberinya skor total 8-under. Ia menutup dua hole terakhirnya dengan even par sehingga memastikan kemenangan dengan keunggulan 15 stroke dari Timothy dan Ryan.
”Saya banyak bercanda dengan kedi saya karena kembali ke pola pikir saya lagi, saya main di sini memang untuk have fun. Untuk pengambilan keputusan, saya dan kedi saya memang sudah klop karena saya sama beliau sudah dari 2019. Kalau saya main di sini, alhamdulilah selalu sama beliau, jadi komunikasi lebih enak dan kami bisa have fun di lapangan,” ujar Rayhan, yang kembali ke lingkaran juara.
Sekitar satu setengah jam sebelumnya, Elaine Widjaja juga berhasil menutup pekan ini dengan kemenangan. Memulai putaran final dengan keunggulan enam stroke dari Gemilau Joanne Kurnia, pegolf asal Semarang ini sempat memperbesar keunggulannya dengan membukukan birdie di hole 3.
Akan tetapi, performa putting yang jauh dari harapan justru menjadi kendala terbesarnya pada putaran final itu. Setelah bogey di hole 4, ia kemudian mendapat double bogey di hole 7, serta bogey kedua dari hole 13. Birdie di hole 17 memang membantunya menghindari skor yang lebih besar lagi, namun, ia harus puas menutup putaran final dengan skor 74.

”Permainan saya hari ini kurang maksimal, lebih ke putting kalau harus pilih salah satu; putting-nya banyak yang tidak masuk, terus tadi ada double bogey juga. Pukulan saya ke arah kiri lalu bolanya berhenti di pinggir bunker, jadi mungkin itu nasib ya, dan saya kesulitan mengeluarkan bola dari sana sehingga kena double bogey di sana,” jelasnya.
Elaine mengaku kalau belakangan ini ia memang mengalami kesulitan untuk melakukan putt dengan baik. ”Namun, saya tidak bisa mengubahnya sekarang karena sudah mau ikut turnamen, jadi saya harus mencari cara untuk bisa bermain dengan putting saya yang sekarang,” sambungnya.
Kemenangan Elaine ini membuatnya menorehkan prestasi sempurna selama mengikuti kompetisi di Pondok Indah Golf Course. Sebelumnya, ia sempat menjuarai Medco Pondok Indah Amateur Golf Championship pada awal Juli lalu.
Sementara itu, Asyrafa Danish Suryanto tampil sebagai yang terbaik di kelompok Boys B. Skor 73 yang ia bukukan pada putaran final kemarin membantunya menorehkan skor total 4-over 220, satu stroke lebih baik daripada Theodore Pradjoto Citoputra Tan (71). Adapun Maureen Shavelle Yose sukses menyabet predikat Juara Girls B dengan skor total 242.


