Rayhan Abdul Latief dan Maiya Okazaki mempertahankan peluang mereka untuk menjadi juara individu pada Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2025.
Sejak ajang ini mulai menjadi kejuaraan dunia pada tahun 2007 silam, belum pernah ada pegolf putra yang sukses mempertahankan kemenangannya. Kamis (11/6) ini sejarah baru berpeluang tercipta. Juara bertahan divisi putra, yang juga merupakan atlet Ciputra Golfpreneur Foundation, Rayhan Abdul Latief berhasil mencatatkan skor total 13-under 131 setelah pada putaran keduanya ia bermain dengan skor 5-under 67.
Meskipun permainannya tidak sebaik putaran pertama, ketika ia menciptakan delapan birdie tanpa bogey, penampilannya pada putaran kedua itu juga tidak kalah mengesankan. Setelah menciptakan birdie pertamanya di hole 2, Rayhan menorehkan eagle di hole 6 dan birdie di hole berikutnya untuk bermain 4-under dalam tujuh hole pertamanya.
Bogey di hole 8 memang sempat menghentikan momentumnya, namun dua birdie di empat hole terakhir memastikan posisinya tidak terusik.
”Saya kira permainan wedge dan putting saya hari ini menjadi senjata andalan saya untuk bisa melakukan pukulan 100 meter ke bawah. Bisa dibilang kalau berada di zona tersebut hampir pasti saya bisa mendapatkan birdie,” jelas Rayhan.

”Meski begitu saya tidak mau menyepelekan (putaran final) makanya sore ini saya kembali ke driving range untuk melatih long iron saya, memantapkan long game saya, sambil melatih beberapa teknik untuk bisa membantu saat bermain pada putaran final.”
Shinichi Suzuki asal Filipina kini menjadi pesaing terdekat bagi Rayhan setelah menciptakan tujuh birdie dan tanpa bogey. Skor 65 yang ia raih praktis membuatnya mengumpulkan skor total 134 dan berjarak tiga stroke dari Rayhan.
Mengandalkan permainan yang sedang bagus dalam beberapa turnamen terakhirnya, Shinichi langsung mencatatkan birdie di hole pertamanya dan menutup sembilan hole pertama itu dengan 4-under. Tiga birdie tambahan dari hole 10, 16, dan 17 praktis melejitkan posisinya.
Pegolf berusia 17 tahun ini menyebut peran sang ayah belakangan ini membantunya bisa bermain lebih baik. ”Belakangan ini saya banyak melatih swing dan latihan tersebut sangat membantu saya. Dalam lima turnamen terakhir, terutama yang sekarang ini, saya sudah bermain dengan sangat baik,” tuturnya. ”Saya sangat senang dengan permainan hari ini dan bagaimana saya bisa terus melangkah maju tanpa memikirkan yang sudah-sudah.”

Adapun juara edisi 2023 Parin Sarasmut dari Thailand kembali menorehkan skor 69 setelah mencatatkan lima birdie dengan dua bogey.
Dari divisi putri, Maiya Okazaki dari Jepang dan Guo Ju Xin asal Singapura akan memainkan putaran final dari posisi teratas. Setelah pada hari pertama keduanya menorehkan skor 70, mereka sama-sama mencatatkan skor 71 untuk putaran kedua dan memimpin dengan skor total 3-under 141, unggul dua stroke dari Prim Prachnakorn asal Thailand dan Amberly Zaira dari Malaysia.
Seperti halnya Shinichi yang menyebut peran sang ayah, Okazaki juga mengaku kehadiran sang ayah yang menemani di lapangan ikut meringankan perjuangannya, terlebih setelah mendapat bogey di hole 6.
”Hari ini saya bisa mempertahankan permainan iron saya sehingga masih bisa berada di posisi yang bagus. Meski begitu, saya sebenarnya juga masih kesulitan untuk memasukkan sejumlah putt birdie. Tentunya akan lebih bagus kalau saya bisa mendapatkan lebih banyak birdie, tapi setidaknya saya masih bisa bermain under,” tuturnya menyinggung dua birdie dan satu bogey yang ia ciptakan untuk memberinya peluang pada putaran final.

”Hari ini sangat panas, jadi ayah saya membawakan saya es batu dan air dingin. Air minum jadi cepat hangat karena cuaca yang panas, jadi ia sangat membantu saya dengan mengisikan air minum dingin dan memberi es batu.”
Jika berhasil mengangkat trofi pada akhir putaran final nanti, Okazaki akan menjadi pegolf Jepang pertama sejak Nasa Hataoka meraih kemenangan fenomenal pada tahun 2016.
Guo menyamai skor 71 milik Okazaki tersebut setelah mengumpulkan lima birdie dengan empat bogey.
Wakil tuan rumah lainnya, Maureen Shavelle Yose, yang baru bergabung dengan Ciputra Golfpreneur Foundation, praktis masih berpeluang untuk bersaing dalam 18 hole terakhir. Meski bermain dengan skor 73 lantaran menciptakan empat birdie dengan tiga bogey dan satu double bogey, skor total 145 membuatnya terpaut empat stroke dari Okazaki dan Guo.
”Saya hanya akan berusaha untuk lebih berkomitmen melakukan tiap pukulan dan tidak berpikir terlalu jauh (pada putaran final nanti). Dan terlepas dari apapun hasilnya, sejauh saya bisa melakukan yang terbaik saya sudah cukup puas,” tuturnya.


