Rianne Malixi mempertahankan peluang untuk menjadi pegolf Filipina pertama yang menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific.
Pegolf Filipina Rianne Malixi mungkin mengawali start yang tidak beruntung, tapi ia berhasil menuntaskan putaran ketiga dengan skor 1-over 73 untuk mempertahankan peluangnya bersaing meraih kemenangan pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP).
Pegolf berusia 18 tahun ini mendapat double bogey dan bogey di lima hole pertamanya di Royal Wellington Golf Club, sebelum menampilkan keberaniannya untuk menciptakan birdie di hole 14 dan 17 untuk menempati peringkat keempat dengan skor total 9-under 207, empat stroke di belakang pimpinan klasemen Yang Yunseo asal Korea.
Pegolf fenomenal yang sempat menjuarai U.S. Women’s Amateur 2024 sadar kalau putter-nya harus benar-benar tajam agar bisa menjadi pegolf Filipina pertama yang memenangkan WAAP.
”Sungguh hari yang berat,” aku Rianne, yang telah dua kali finis di lima besar pada ajang ini.
”… setelah menuntaskan putaran ini, saya bisa merasa senang melihat perjuangan saya dan bagaiman saya bisa bersabar.” — Rianne Malixi.
”Saya mendapat skor yang buruk di sembilan hole pertama. Misalnya saja double bogey di hole 2 itu. Kaki saya tergelincir saat hendak tee off sehingga bolanya mengarah ke kiri dan saya harus melakukan tee off lagi dan akhirnya mendapat double bogey. Dan di hole 5, pukulan wedge saya dari jarak 40 yard sebenarnya sudah bagus, bolanya mendarat sekitar satu yard dan kemudian menghantam pin, lalu memantul keluar green.
”Saya kehilangan banyak pukulan di sana, dan tidak satu putt pun yang berhasil masuk, padahal pukulan iron saya banyak yang bagus. Sungguh membuat frustrasi. Saya berusaha sebaik mungkin untuk bersabar di lapangan, untungnya saya masih bisa main sabar.”
Dengan embusan angin yang menguji para peserta, Rianne masih sanggup menciptakan birdie di hole 14 par 4 pendek dan kemudian mengantarkan bolanya mendekati lubang di hole 17 dengan pukulan approach yang akurat, lalu menyelamatkan par di hole 18 par 5 setelah melakukan up-and-down yang sulit dari luar green.
”Ketika berada di lapangan saya tidak bisa menikmati permainan. Sekarang, setelah menuntaskan putaran ini, saya bisa merasa senang melihat perjuangan saya dan bagaiman saya bisa bersabar,” tutur Rianne, yang menghabiskan sebagian besar tahun 2025 untuk pulih dari cedera punggungnya.

”Saya cuma ingin main bagus besok. Setidaknya beberapa putt saya selayaknya bisa masuk. Hari ini tidak ada putt yang membuahkan birdie.”
Sementara itu, Yang, kini berusia 18 tahun, kini bermimpi untuk menjadi pegolf Korea pertama yang menjuarai WAAP, meskpun keunggulan tiga stroke miliknya harus terpangkas menjadi dua stroke setelah ia bermain dengan skor 72. Kini ia mengumpulkan skor total 13-under 203.
Rekan senegaranya, Oh Soomin (67), yang menempati peringkat kedua di Vietnam tahun lalu, serta Kim Gyubeen (71), berbagi tempat kedua dengan skor total 11-under.
Seperti halnya Rianne, Yang,yang finis di tempat keempat dalam debut WAAP tahun lalu, tidak mengawali putaran ketiga dengan baik. Ia menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan 38 pukulan. Kartu skornya di sana diwarnai oleh sebuah double bogey, dua bogey, dan dua birdie.
”Saya merasa gugup ketika memulai putaran ini. Itu sebabnya, saya mendapat bogey dan double bogey. Tapi ketika mengawali sembilan hole terakhir, saya terus mengingatkan diri saya bahwa ’pertandingannya belum selesai. Saya masih bisa memperbaiki skor.’ Makanya akhirnya saya bisa finis dengan hasil yang bagus,” tuturnya.
”Saya masih bermain dengan baik. Masih ada satu hari lagi. Kalau bisa menjalaninya dengan pola pikir yang lebih jernih, saya kira saya bisa mendapatkan hasil yang bagus.”

