Brian Harman mencatatkan keunggulan enam stroke untuk menjuarai gelar Major pertamanya pada The Open Championship di Royal Liverpool, sekaligus gelar PGA TOUR ketiga bagi pegolf kidal berusia 36 tahun ini. Dan ia memenangkan dengan gaya yang mengagumkan, melampaui para pegolf kelas dunia lainnya di tengah kondisi cuaca yang brutal!
Oleh Brian Harman.
Saya luar biasa gembira. Cukup sulit untuk dipercaya dan (kemenangan ini) benar-benar belum meresap sepenuhnya. Rasanya keren bisa memegang Claret Jug dan saya tak bakal melepasnya dari pandangan saya untuk sementara waktu.
Tiga hari terakhir sangatlah berat, sungguh berat. Bisa menikmati tidur pada Sabtu malam benar-benar berarti dan tidur dengan keunggulan lima stroke tidaklah menenangkan, jadi saya senang melihat bagaimana saya bisa bertahan dalam beberapa hari terakhir. Saya mengawali dengan buruk pada kedua hari itu dan berhasil membalikkan keadaan, jadi saya sangat senang dengan cara saya mengatasinya.
Ada beberapa pemikiran terbayang sepanjang putaran final itu soal meraih kemenangan, tapi saya terus mengingatkan diri sendiri untuk tidak membiarkan pemikiran itu meresap lebih dalam. Jadi, begitu pemikiran tersebut muncul, saya langsung memikirkan hal lain. Sejujurnya saya tidak benar-benar berpikir bisa menang sampai akhirnya melihat bola mendarat di green hole 18 dengan keunggulan enam stroke.
Saya selalu punya keyakinan bisa melakukan sesuatu seperti ini. Hanya saja lantaran butuh waktu begitu lama, rasanya sulit untuk tidak kehilangan fokus, misalnya kemungkinan kalau saya tidak bakal menang lagi. Usia saya 36 tahun dan permainan ini kian dimainkan oleh mereka yang lebih muda. Mereka yang muncul, pukulannya jauh-jauh dan mereka semua siap untuk menang.
Terkadang saya membayangkan kapan mendapat giliran lagi, mengingat terakhir kali saya menang tahun 2017. Terkadang sulit menghadapi kenyataan ini. Kalau tak salah ada yang bilang kalau saya punya lebih banyak sepuluh besar daripada siapa pun sejak 2017, jadi ada banyak kesempatan untuk memenangkan sebuah turnamen, dan Anda bisa berpikir bahwa saya punya peluang dan entah kenapa tidak bisa terwujud. Jadi, bisa ke sini dan menyuguhkan penampilan seperti ini, dan bisa pegang kendali sepenuhnya pada akhir pekan, saya sungguh bersyukur semua itu terjadi pada saya.
Setelah membuat bogey kedua pada hari Sabtu, ketika melintasi seorang penggemar sempat melempar celetukan, ”Harman, kau tak punya nyali untuk kejuaraan ini!” Celetukan itu benar-benar membantu! Saya langsung tersadar untuk berpikir bahwa saya cukup siap untuk memenangkannya dan akan menunjukkannya! Saya mengingatkan diri untuk menjalani proses saya, dan pukulan berikutnya akan menjadi pukulan yang bagus. Ada keteguhan untuk mengetahui bahwa pada satu titik saya akan melakukan pukulan yang buruk. Dan dengan cuaca buruk dan skenario tersebut, Anda bakal melakukan pukulan yang buruk. Saya tahu cara saya menanggapi kondisi tersebut akan menentukan apakah saya akan membawa pulang Claret Jug.

Memenangkan ajang ini akan memberi saya hak untuk kembali mengikuti The Open untuk jangka waktu yang panjang dan tak sabar untuk melakukannya. Tumbuh besar di Georgia dan tentunya menjadi penggemar berat golf, saya selalu menyaksikan The Open Championship. Kami akan bangun lebih awal dan menyaksikannya di TV, dan saya tidak pernah benar-benar tahu seberapa saya menghargai ajang ini sampai untuk pertama kalinya datang dan bermain pada tahun 2014. Saya cuma tak tahu mesti berharap bagaimana. Anda besar di Georgia, semuanya pasti terkait dengan The Masters. Namun, datang ke sini saya justru terperangah, ”Astaga, ini luar biasa!” Para penggemarnya mengagumkan dan semua orang memahami golf di sini. Rasanya sungguh memuaskan bisa bermain. Saya merasa terpacu bisa kembali ke sini untuk periode yang panjang.
Dalam beberapa perjalanan awal ke sini, saya gagal lolos cut hingga empat kali, kalau tak salah semuanya dengan selisih satu stroke. Permainan golf saya cukup oke, jadi bukannya saya datang ke sini dan bermain dengan amburadul, saya cuma tak cukup merasa nyaman, dan rasanya mungkin saya terlalu terburu-buru. Kemudian tahun lalu, akhirnya saya merasa kalau saja bisa bermain sedikit lebih baik pada beberapa hari pertama, saya akan berpeluang untuk menang. Saya merasa bersemangat bisa kembali ke sini tahun ini. Saya kira datang untuk mengikuti (Genesis) Scottish (Open) sangat membantu untuk menyiapkan diri dan mengeluarkan semua kemampuan terbaik saya.
Kapan pun kami datang untuk mengikuti The Open, cuacanya selalu menjadi tantangan. Cuaca hari Sabtu mestinya buruk, dan saya ke lapangan dan cuacanya malah fantastis. Kemudian pada putaran final, saya mencari tahu prakiraan cuaca, dan benar-benar Armageddon. Cuacanya buruk dan sangat berat. Secara historis saya belum pernah main bagus dalam kondisi hujan dan kondisi demikian selalu mengganggu saya. Itulah sebabnya, saya merasa bangga dengan cara saya memukul bola di tengah hujan dan membukukan skor 1-under 70 pada putaran final.
Beberapa pekan lalu, saya mendapat perangkat konyol menyerupai cermin, yang membantu melihat pola release yang sedikit lebih baik. Saya mengasah putting saya secara berlebihan; meluangkan banyak waktu untuk merasakan bola, hampir memukul draw kecil dengan putter saya, dan kualitasnya benar-benar bagus kurang lebih sebulan terakhir. Saya membawa perangkat ini ke green putting saat turnamen sejak beberapa tahun terakhir. Tahun ini saya belum pernah melakukan putting sampai bulan lalu, tapi saya menemukan perangkat di lumbung belakang rumah saya dan semuanya terasa lebih jelas dan saya mulai melakukan putting dengan lebih baik. Dan saya membawa perangkat itu ke Royal Liverpool.
Dengan semua prestasi ini, saya tidak melihat alasan bagaimana kemenangan ini mengubah diri saya. Saya akan mendapatkan waktu tee yang leih baik lagi ke depannya dan mesti melakukan sejumlah wawancara pada turnamen-turnamen golf. Namun, saya punya keluarga yang luar biasa, punya hobi yang sangat saya sukai, dan memiliki kehidupan yang sangat saya nikmati. Dan saya tak ingin kehidupan saya berubah sedikit pun.
CATATAN: Saksikan Brian Harman dan para pegolf terbaik dunia pada PGA TOUR melalui Mola TV.

