Juvic Pagunsan berharap bisa memutarbalikkan penampilannya yang pasang-surut lewat ajang Golf Partner Pro-Am Tournament.

Usai mencatatkan sejumlah penampilan yang mengecewakan, pegolf veteran asal Filipina Juvic Pagunsan berharap bisa memutarbalikkan keadaan pada pekan ini. Harapan itu pelan-pelan ia bangun dengan mengawali ajang Golf Partner Pro-Am Tournament dengan skor 6-under 64.

Perjuangan pegolf berusia 45 tahun ini ia tunjukkan ketika berhasil mengatasi bogey yang ia raih di hole 5 untuk kemudian mengemas tujuh birdie dalam sepuluh hole berikutnya, mulai dari hole 7. Performanya di East Course, Toride Kokusai Golf Club itu turut menempatkannya di posisi T6, bersama enam pegolf lainnya. Skor 64 itu juga membuatnya hanya terpaut dua stroke di belakang trio pimpinan klasemen Tsubasa Ukita, Keisuke Ozaki, dan Taiko Nishimaya.

Skor ini sekaligus menjadi skor terbaik baginya sejak bermain dengan skor 66 pada putaran pertama ajang Mitsui Sumitomo VISA Taiheiyo Masters bulan November 2022 lalu.

Pegolf yang sejauh ini telah menjuarai satu gelar Japan Golf Tour Organization lewat Gateway to The Open Mizuno Open 2021 tidak segan mengaku bahwa dirinya mengalami kesulitan. Dari empat turnamen yang ia ikuti, ia hanya bisa bermain penuh empat putaran dalam dua kesempatan. Adapun prestasi terbaiknya tahun ini hanya T35 pada ajang The Crowns bulan lalu.

”Permainan saya musim ini memang naik-turun. Kadang main bagus, kadang main jelek, tapi saya masih berjuang. Saya masih bisa bersaing,” — Juvic Pagunsan.

”Putaran yang bagus dan menyenangkan bisa bangkit (setelah bogey),” komentar Pagunsan. ”Permainan saya di lima hole pertama tidak begitu bagus karena saya justru main 1-over, tapi saya berhasil menyelamatkan par di hole 6 dan mengubah situasi dengan birdie di hole 7 dan 9.

”Setelah itu, pukulan saya mulai bagus. Cuaca panas tidak terlalu berpengaruh buat saya karena saya berasal dari Filipina, jadi rasanya masih lumrah saja.

Pagunsan jelas masih merasa yakin bisa bangkit dan kembali menjadi salah satu pesaing dari jajaran pemain internasional. Dan jika penampilannya musim lalu menjadi indikasi baginya, jelas ia bisa membuktikan harapan ini. Kala itu ia hanya tiga kali lolos cut dari 11 turnamen. Setelah itu, ia hanya gagal lolos cut sekali dari sepuluh turnamen berikutnya, termasuk ketika mencatatkan finis terbaiknya di posisi T5 pada ajang Panasonic Open.

”Permainan saya musim ini memang naik-turun. Kadang main bagus, kadang main jelek, tapi saya masih berjuang. Saya masih bisa bersaing,” tegasnya.

”Saya mulai terbiasa bertanding pada Tour profesional, jadi tidak merasakan banyak tekanan. … kita lihat apakah saya bisa memberi hadiah ulang tahun yang bagus dengan menjuarai turnamen pekan ini.” — Tsubasa Ukita.

Sementara itu, duo Amerika Han Lee dan Shintaro Ban, jebolan Qualifying Tournament, juga menampilkan permainan solid. Keduanya sama-sama menorehkan skor 65 dan berada di posisi T12. Adapun junior Pagunsan, Justin De Los Santos dan duo Australia Dylan Perry dan Andrew Evans terpaut satu stroke dan menempati peringkat T20.

Bagi Ukita, penampilannya pada putaran pertama sekali lagi menegaskan kualitasnya yang tidak bisa diremehkan. Untuk kedua kalinya ia menempati posisi teratas setelah kali ini mencatatkan skor 62 berkat delapan birdie dan tanpa bogey.

Ketika berlaga pada ajang Kansai Open bulan lalu, ia menciptakan kejutan dengan menjadi salah satu pemuncak klasemen dan terus bersaing sepanjang pekan, lalu finis di posisi T3.

”Sebagai pendatang baru, saya sudah bermain sangat baik musim ini, terutama pada ajang Kansai Open. Saya mulai terbiasa bertanding pada Tour profesional, jadi tidak merasakan banyak tekanan,” tutur Ukita. ”Saya hanya merayakan ulang tahun saya hari Selasa lalu, jadi kita lihat apakah saya bisa memberi hadiah ulang tahun yang bagus dengan menjuarai turnamen pekan ini.”

Adapun Ozaki dan Nishimiya, dua nama yang tidak begitu dikenal, turut menjadi sorotan berkat penampilan solid mereka dalam usaha meraih gelar JGTO pertamanya. Ozaki mencatatkan satu eagle, tujuh birdie, dan satu bogey, sedangkan Nishimaya, yang bermain di West Course, menorehkan sebuah eagle dengan enam birdie.